Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

5 Tanda Anda Sudah Kecanduan Kafein

Hestianingsih - wolipop
Senin, 05 Sep 2016 16:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebagian orang mengandalkan kopi sebagai pembangkit mood dan semangat, sebelum beraktivitas di pagi hari atau ketika harus lembur pada malamnya. Kafein yang terkandung di dalam kopi memang memiliki efek stimulasi otak yang membuat mata serta badan terasa lebih segar. Tapi jika sudah jadi ketergantungan, kafein bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Ditambah lagi kafein tidak hanya hadir dalam bentuk kopi, tapi juga minuman lainnya. Sebut saja teh, minuman energi hingga cokelat. Sehingga tanpa sadar, beberapa orang menjadi kecanduan kafein dan sulit lepas dari konsumsi zat adiktif ini. Seperti apa tanda-tanda seseorang kecanduan kafein?

1. Kepala Berdenyut-denyut

Kafein merupakan xar vasoconstrictor yang bekerja sedikit mempersempit pembuluh darah dan memperlambat jalannya aliran darah. Karakter tersebut membuat kafein cukup efektif meredakan sakit kepala sementara waktu. Tapi jika dikonsumsi terus-menerus dan dalam jumlah banyak, orang akan merasakan kepala berdenyut jika sehari saja tidak minum kopi. Gejala ini dinamakan penarikan dari kondisi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data dari John Hopkins Medicine Behavioral Pharmacology Research Unit, sekitar 50 persen orang mengalami gejala tersebut ketika mereka melewatkan minum kopi dalam sehari. Tapi ada pula beberapa orang yang tidak merasakan gejala sama sekali. Penyebab kepala berdenyut akibat tak minum kafein hingga saat ini masih belum diketahui penyebabnya.

2. Tak Minum Kopi Membuat Uring-uringan

Kafein termasuk zat stimulan, yang menstimulasi otak yang mengatur rasa senang. Saat mengonsumsi sesuatu yang mengandung kafein, otak akan melepaskan dopamine, senyawa yang menimbulkan rasa bahagia. Dopamin ini efeknya sedikit mirip kokain yang menimbulkan ketergantungan.

"Dopamin juga menstimulasi pelepasan adrenalin," ujar pakar diet Dana Hunnes, Ph.D., M.P.H., R.D., seperti dikutip dari Self.

Kafein memiliki efek adiktif meskipun tidak seberat dan seberbahaya narkotika, karena membuat peminumnya merasa lebih baik. Jadi ketika Anda jadi uring-uringan ketika tidak minum kopi sehari saja, maka itu bisa jadi tanda kalau otak Anda sudah mengandalkan kafein untuk merasa lebih baik.

3. Sulit Konsentrasi Tanpa Kafein

Kafein memberikan dorongan adrenalin pada tubuh yang membantu Anda tetap fokus dan terjaga bahkan di kala tubuh sudah letih. Jika Anda terbiasa minum kopi setiap hari, Anda bisa sulit berpikir atau konsentrasi saat melakukan tugas-tugas yang rumit. Sebab tubuh menginginkan kehadiran kafein di dalam darah.

4. Dosisnya Terus Bertambah

Tubuh bisa mengalami intoleransi kafein jika dikonsumsi terlalu banyak dan terus menerus. Kebutuhan Anda akan kafein seakan terus bertambah. Tubuh akan butuh lebih banyak lagi kafein agar bisa mendapatkan efek yang sama. Beberapa pecandu kafein akan menambah dua hingga tiga cangkir kopi ketika meminum satu cangkir sudah tidak lagi berefek padanya. Jika hal itu terjadi pada Anda, dan Anda tidak bermasalah tidur di malam hari setelah minum satu cangkir kopi sebelum tidur, maka itu bisa menjadi tanda tubuh sudah kebal dengan efek kafein.

5. Panik dan Gelisah
Konsumsi kafein dosis tinggi bisa menimbulkan kegelisahan pada beberapa orang. Ya, konsumsi kafein yang berlebihan bisa memicu rasa gelisah dan meningkatkan risiko serangan panik, terutama pada orang-orang yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Jika Anda menjadi lebih gelisah daripada biasanya, ada baiknya mengurangi konsumsi kafein untuk melihat apakah kondisinya jadi lebih baik. Apabila rasa gelisah berkurang secara signifikan, itu berarti Anda sudah minum kopi berlebihan.

Anda tidak harus berhenti sama sekali minum kopi, teh, atau minuman lainnya yang mengandung kafein demi lepas dari kecanduan. Bagaimanapun juga kafein memiliki beberapa manfaat seperti meningkatkan konsentrasi dan mempercepat pembakaran kalori saat berolahraga. Namun batasi konsumsinya. Pakar diet merekomendasikan jumlah ideal konsumsi kopi tak lebih dari dua cangkir sehari.

"Jika dikonsumsi dengan benar dan secukupnya, bisa bermanfaat. Itu kuncinya. Tapi kenali tubuh Anda sendiri pahami bahwa segala jenis stimulan dan pengobatan bisa berefek berbeda pada setiap orang," saran Rachel Salas, M.D. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads