Keputihan Jadi Lebih Banyak karena Lari? Ini Penjelasannya dari Ahli

Hestianingsih - wolipop Senin, 23 Mei 2016 13:40 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Lari kini tak sekadar menjadi aktivitas olahraga maupun hobi, tapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Banyaknya ajang lomba lari yang digelar tiap akhir pekan dan diikuti ratusan peserta menjadi salah satu bukti bahwa lari juga menjadi hobi yang populer di kalangan pencinta gaya hidup sehat.

Bagi Anda yang baru memulai lari sebagai hobi, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait kondisi area genital khususnya bagi pelari wanita. Sebagian wanita mungkin akan mendapati area Miss V-nya lebih lembap atau keluar cairan lebih banyak setelah lari, atau istilah umumnya keputihan.

Jika keputihan keluar lebih banyak dari biasanya, jangan terburu panik. Dokter spesialis kandungan Julie M. Levitt, M.D., mengatakan bahwa itu adalah normal. Dijelaskan dokter yang juga pelari maraton ini, lari tidak benar-benar membuat tubuh memproduksi cairan putih yang membuat rasa tidak nyaman itu. Tapi gerakan saat berlari memicu keputihan keluar lebih banyak.

"Saat fisik Anda lebih banyak bergerak, Anda akan mengalami peningkatan tekanan pada area perut," ujar Julie seperti dikutip dari Women's Health.

Olahraga berintensitas tinggi seperti lari, akan membuat tubuh bereaksi layaknya botol saus yang dihentak-hentakkan ke bawah agar isinya keluar. Proses itulah yang membuat cairan Miss V keluar lebih banyak, tapi produksinya di dalam tubuh tidak meningkat.

Jika keputihan membuat Anda tidak nyaman, Julie menyarankan untuk memakai panty liner tipis sebelum berlari. Kenakan juga celana dalam yang terbuat dari katun atau material yang mudah menyerap keringat dan cepat kering.

Jika keputihan tak juga berhenti dan tetap keluar banyak beberapa hari/minggu setelah lari, atau disertai dengan kemerahan dan gatal-gatal, ada kemungkinan Miss V mengalami infeksi jamur atau bakteri. Bisa juga karena pH di area genital Anda tidak seimbang karena terlalu lembap.

Untuk menghindarinya, segera ganti panty liner dan celana dalam setelah lari. Celana dalam yang dibiarkan lembap terlalu lama bisa memicu infeksi jamur serta bakteri. Jika gejalanya tak kunjung berhenti, ada baiknya Anda periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat. (hst/hst)