Hindari Jenis Underwear Seperti Ini Agar Miss V Tak Infeksi Saat Olahraga
Rahmi Anjani - wolipop
Minggu, 14 Feb 2016 11:23 WIB
Jakarta
-
Sebelum olahraga, pasti Anda menyiapkan segala perlengkapan mulai dari baju, handuk, alat, hingga botol minuman agar latihan berjalan maksimal. Namun jangan lupa sediakan pula pakaian dalam yang sesuai agar olahraga berjalan lebih nyaman. Biasanya wanita disarankan untuk menggunakan bra khusus olahraga yang bisa mendukung payudara secara sempurna saat Anda banyak gerak. Lalu bagaimana dengan celana dalam?
Bukan hanya bra, wanita ternyata juga perlu menyiapkan pakaian dalam khusus saat latihan. Celana dalam untuk olahraga memang jarang disediakan. Meski begitu, Anda bisa menggunakan underwear biasa namun dianjurkan yang bahannya bisa bernafas sehingga nyaman dikenakan ketika banyak berkeringat. Untuk itu, cari yang materialnya lycra atau katun.
Dr. Nicole E. Williams dari Gynecology Institute of Chicago pun menyarankan bila wanita perlu hindari pakaian dalam dengan sutra atau renda karena dapat menjebak kelembapan sehingga memicu infeksi.
"Saat latihan dengan pakaian dalam berbahan seperti itu, vagina Anda tersesak. Hasilnya, kelembapan terjebak di dalam dan akan meningkatkan risiko infeksi jamur, ketidakseimbangan pH, dan vaginitis (kondisi yang menyebabkan radang, gatal, dan nyeri)," kata Nicole kepada Elle.
Baca juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti
Selain memperhatikan bahan, lihat pula model pakaian dalamnya. Ada baiknya Anda mengaplikasi yang modelnya brief atau apapun asal menutupi bagian vital dan bokong dengan sempurna. Hindari mengenakan thong karena bisa menyebabkan infeksi pada vagina.
"Menggunakan thong ketika latihan bisa membawa E.coli yang ada di bagian belakang bergerak ke arah depan saat Anda bergerak. Itu akan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih," jelasnya.
Tak cuma thong. Dermatologis Sandra Lee, M.D menjelaskan kepada Women's Health bahwa Anda juga perlu menjauhi pakaian dalam yang sudah tua atau usang. "Jika pakaian dalam kamu sudah tua, karet elastisnya akan terbuka dan berpotensi menyebabkan ruam, namanya gangguan kontak dermatitis," ungkap Sandra.
Beberapa wanita juga sering memakai legging tanpa pakaian dalam saat olahraga. Nicole menyatakan jika hal tersebut cukup aman dilakukan asalkan celana memang dibuat dengan material khusus untuk olahraga dan menyerap keringat.
Kemudian Nicole juga mengingatkan pentingnya langsung mengganti celana dalam sesaat setelah latihan. Hindari mengantungnya ketika mandi lalu memakainya kembali setelah hendak pulang dari gym. Hal tersebut penting dilakukan demi menghindari ketidakseimbangan pH dan vaginitis. (ami/ays)
Bukan hanya bra, wanita ternyata juga perlu menyiapkan pakaian dalam khusus saat latihan. Celana dalam untuk olahraga memang jarang disediakan. Meski begitu, Anda bisa menggunakan underwear biasa namun dianjurkan yang bahannya bisa bernafas sehingga nyaman dikenakan ketika banyak berkeringat. Untuk itu, cari yang materialnya lycra atau katun.
Dr. Nicole E. Williams dari Gynecology Institute of Chicago pun menyarankan bila wanita perlu hindari pakaian dalam dengan sutra atau renda karena dapat menjebak kelembapan sehingga memicu infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti
Selain memperhatikan bahan, lihat pula model pakaian dalamnya. Ada baiknya Anda mengaplikasi yang modelnya brief atau apapun asal menutupi bagian vital dan bokong dengan sempurna. Hindari mengenakan thong karena bisa menyebabkan infeksi pada vagina.
"Menggunakan thong ketika latihan bisa membawa E.coli yang ada di bagian belakang bergerak ke arah depan saat Anda bergerak. Itu akan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih," jelasnya.
Tak cuma thong. Dermatologis Sandra Lee, M.D menjelaskan kepada Women's Health bahwa Anda juga perlu menjauhi pakaian dalam yang sudah tua atau usang. "Jika pakaian dalam kamu sudah tua, karet elastisnya akan terbuka dan berpotensi menyebabkan ruam, namanya gangguan kontak dermatitis," ungkap Sandra.
Beberapa wanita juga sering memakai legging tanpa pakaian dalam saat olahraga. Nicole menyatakan jika hal tersebut cukup aman dilakukan asalkan celana memang dibuat dengan material khusus untuk olahraga dan menyerap keringat.
Kemudian Nicole juga mengingatkan pentingnya langsung mengganti celana dalam sesaat setelah latihan. Hindari mengantungnya ketika mandi lalu memakainya kembali setelah hendak pulang dari gym. Hal tersebut penting dilakukan demi menghindari ketidakseimbangan pH dan vaginitis. (ami/ays)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
9 Drama China 2025 Rating Tertinggi, Terbaru Shine On Me
MOST COMMENTED











































