Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Diet Selebriti yang Dianggap Paling Buruk: Tom Hanks Hingga Elle Macpherson

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 03 Des 2015 15:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Selebriti punya cara tersendiri untuk menjaga kebugaran dan bentuk tubuhnya. Beberapa jenis diet yang dipopulerkan para selebriti ini cukup memungkinkan untuk ditiru, namun ada pula yang ternyata berbahaya. British Dietetic Association (BDA) telah melansir diet ala selebriti yang sebaiknya tidak diikuti, apalagi dijadikan sebagai resolusi diet di Tahun Baru.

Seperti dikutip dari Daily Mail, ada empat metode diet selebriti yang dinilai paling buruk. Mulai dari diet ala Elle Macpherson hingga diet Harry Styles.

1. Diet Bebas Gula


Tom Hanks dan Alec Baldwin disebut-sebut menjalani metode diet ini. Diet ini memangkas habis asupan gula, apapun jenisnya, bahkan terkadang karbohidrat pun tak dikonsumsi. Mengurangi asupan gula memang disarankan untuk mencegah diabetes, kegemukan, serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi diet bebas gula seringkali menyarankan untuk tidak mengonsumsi gula sama sekali, yang artinya Anda juga 'dilarang' makan buah, produk susu olahan atau kacang-kacangan. Metode ini pun membolehkan Anda mengonsumsi pemanis buatan bebas gula atau gula diet yang sebenarnya juga tak lebih sehat dari gula biasa. Gula dalam jumlah kecil sebenarnya tetap diperlukan sebagai penyedia energi saat beraktivitas. Tanpa gula, tubuh menjadi lemas dan kinerja organ dalam tubuh tak bisa berfungsi dengan optimal.

2. Diet Kale dan Permen Karet


Jake Gyllenhaal menjalani diet ini untuk menurunkan bobot tubuhnya demi sebuah peran dalam film. Ini merupakan metode diet yang mengharuskan Anda tidak makan apapun kecuali salad kale dan permen karet.

Daun kale memang disebut-sebut sebagai makanan super yang kaya nutrisi dan antioksidan. Tapi tentunya Anda tidak bisa hidup 'normal' hanya dengan mengonsumsi salad kale setiap hari. Terlebih lagi permen karet yang umumnya hanya mengandung gula.Ini merupakan jenis diet yang ekstrem, tidak seimbang gizinya dan sulit diikuti dalam jangka panjang.

Sang aktor pun harus dalam pengawasan ketat dokter saat melakukan diet ini agar tak membahayakan jiwa. Perlu diingat, sehebat apa pun nutrisi sebuah makanan tidak akan berkhasiat baik apabila dikonsumsi secara tunggal, tanpa disertai makanan lainnya.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

3. Bulletproof


Diet ini diikuti oleh Harry Styles dan aktris Shailene Woodley. Esensi dari Bulletproof diet adalah mengonsumsi kopi hitam yang ditambahkan dua sendok makan butter atau mentega dan satu sendok makan minyak mengandung Medium Chain Triglycerides (MCT). Dalam satu cangkir, terkandung 400 kalori. Apa yang ditawarkan diet ini?

Konon, campuran kopi dan mentega dapat meningkatkan energi hingga enam jam, bahkan bisa mengurangi ukuran lingkar pinggang. Dave Asprey, pencipta metode ini mengklaim dapat menurunkan hingga 45 kg lemak tanpa berolahraga. Diet ini dinilai menjanjikan hasil terlalu muluk dan kurang sehat. Menurut situs Heart, mentega sangat tinggi lemak jenuh, sehingga dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Super Elixir


Super Elixir merupakan produk suplemen makanan yang dipopulerkan Elle Macpherson, sebagai endorser. Suplemen ini dirancang agar bisa mengubah jaringan tubuh dari yang sifatnya acidic (asam) menjadi alkaline (basa). Super Elixir hadir dalam bentuk bubuk hijau yang diklaim mengandung 45 bahan dari buah-buahan, sayuran, pemanis, herbal China dan beberapa enzim pencernaan yang dipadatkan. Dosis yang disarankan adalah dua sendok teh per hari.

Untuk menjadi sehat dan langsing, sebenarnya tidak perlu menghabiskan banyak uang dengan membeli suplemen berukuran 300 gram seharga Rp 2 jutaan itu. Nutrisi tinggi bisa Anda dapatkan dari makanan aslinya seperti buah dan sayur segar, serta tanaman herbal yang lebih alami dan sehat. Selain itu, tubuh sebenarnya bisa mengatur tingkat keasaman dari makanan asalkan Anda makan secara benar dan porsinya tidak berlebihan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads