Ini Perbedaan Sifat Orang Penyuka Musik Cadas dan Melankolis
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 23 Jul 2015 10:40 WIB
Jakarta
-
Lebih suka lagu-lagu Taylor Swift dan Lily Allen, atau Metallica dan Slipknot? Selera musik ternyata bisa mencerminkan karakter pribadi, apakah dia seseorang yang suka berempati atau lebih terorganisir.
Sejumlah peneliti telah melakukan studi terhadap 4.000 partisipan, dan terungkap bahwa cara pikir orang terbagi menjadi dua; empathiser dan systemiser. Empathiser digambarkan sebagai seseorang yang senang fokus dan peduli terhadap emosi orang lain. Sementara systemiser lebih suka menganalisa aturan dan pola-pola sosial yang ada di dunia.
"Meskipun selera musik seseorang bisa berubah sewaktu-waktu, kami menemukan bahwa tingkat empati dan cara berpikir bisa memprediksi jenis musik yang mereka sukai," tutur ketua penelitian David Greenberg dari Cambridge University, Inggris, seperti dikutip dari Daily Mail.
Sejak 10 tahun terakhir, bagaimana selera musik seseorang mencerminkan karakternya memang sudah menjadi perdebatan. Contohnya saja dalam sejumlah penelitian terungkap bahwa orang-orang yang suka mencari pengalaman baru cenderung menyukai genre musik blues, jazz, klasik dan folk. Sedangkan orang yang peduli lingkungan hidup dan sosial, dan orang yang ramah lebih memilih musik pop, soundtrack film, lagu religi, soul, funk, elektronik dan dance.
Kembali ke penelitian yang dilakukan David dan timnya, studi dilakukan lewat aplikasi Facebook, myPersonality. Para partisipan diminta mengisi kuesioner psikologi online. Kemudian mereka diminta kembali untuk mendengarkan dan memfavoritkan 50 lagu yang tersedia, yang terbagi menjadi 26 genre musik.
Dari hasil studi ditemukan, orang yang tingkat empatinya tinggi cenderung memilih musik-musik melankolis seperti R&B, soft rock, kontemporer dan lagu-lagu nostalgia. Mereka juga lebih menyukai musik yang bersahaja mulai dari country, folk, Euro pop dan tidak menyukai musik yang intens seperti punk atau heavy metal.
Dalam penelitian lebih lanjut, diketahui juga bahwa responden dengan tingkat empati tinggi menyukai musik berenergi rendah. Yaitu musik dengan tempo cenderung lambat, alunan pelan, reflektif, sensual dan hangat. Berbeda dengan orang yang tingkat organisirnya tinggi, menyukai musik dengan energi tinggi, kuat, intens dan memiliki elemen-elemen keras.
Dr Jason Rentfrow yang menulis penelitian tersebut berkomentar bahwa studi yang dilakukan David dan timnya bisa menjadi gambaran, bagaimana musik mencerminkan diri seseorang. "Musik adalah bentuk ekspresi siapa kita sesungguhnya secara emosional, sosial dan kognitif," ujarnya.
Bagaimana dengan pilihan musik Anda? Apakah Anda orang yang suka berempati atau ingin semuanya serba teratur dalam hidup?
(hst/aln)
Sejumlah peneliti telah melakukan studi terhadap 4.000 partisipan, dan terungkap bahwa cara pikir orang terbagi menjadi dua; empathiser dan systemiser. Empathiser digambarkan sebagai seseorang yang senang fokus dan peduli terhadap emosi orang lain. Sementara systemiser lebih suka menganalisa aturan dan pola-pola sosial yang ada di dunia.
"Meskipun selera musik seseorang bisa berubah sewaktu-waktu, kami menemukan bahwa tingkat empati dan cara berpikir bisa memprediksi jenis musik yang mereka sukai," tutur ketua penelitian David Greenberg dari Cambridge University, Inggris, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke penelitian yang dilakukan David dan timnya, studi dilakukan lewat aplikasi Facebook, myPersonality. Para partisipan diminta mengisi kuesioner psikologi online. Kemudian mereka diminta kembali untuk mendengarkan dan memfavoritkan 50 lagu yang tersedia, yang terbagi menjadi 26 genre musik.
Dari hasil studi ditemukan, orang yang tingkat empatinya tinggi cenderung memilih musik-musik melankolis seperti R&B, soft rock, kontemporer dan lagu-lagu nostalgia. Mereka juga lebih menyukai musik yang bersahaja mulai dari country, folk, Euro pop dan tidak menyukai musik yang intens seperti punk atau heavy metal.
Dalam penelitian lebih lanjut, diketahui juga bahwa responden dengan tingkat empati tinggi menyukai musik berenergi rendah. Yaitu musik dengan tempo cenderung lambat, alunan pelan, reflektif, sensual dan hangat. Berbeda dengan orang yang tingkat organisirnya tinggi, menyukai musik dengan energi tinggi, kuat, intens dan memiliki elemen-elemen keras.
Dr Jason Rentfrow yang menulis penelitian tersebut berkomentar bahwa studi yang dilakukan David dan timnya bisa menjadi gambaran, bagaimana musik mencerminkan diri seseorang. "Musik adalah bentuk ekspresi siapa kita sesungguhnya secara emosional, sosial dan kognitif," ujarnya.
Bagaimana dengan pilihan musik Anda? Apakah Anda orang yang suka berempati atau ingin semuanya serba teratur dalam hidup?
(hst/aln)











































