Wajib Tahu! 5 Alasan Wanita Dilarang Diet Ekstrem
wolipop
Sabtu, 01 Nov 2014 16:40 WIB
Jakarta
-
Hampir semua wanita ingin memiliki tubuh langsing dan proporsional. Oleh karena itu mereka menjalani program diet penurunan berat badan. Bahkan beberapa dari mereka melakukan diet secara ekstrem untuk memperoleh tubuh yang ideal. Padahal diet yang berlebihan bisa mempengaruhi tubuh Anda, bukannya semakin kurus malah menambah penyakit.
Ahli Gizi Profesional, Lauren Fowler, mengatakan tubuh manusia tidak dirancang untuk bisa menerima tekanan dari program diet ekstrem. Apa alasannya? Berikut penjelasan Lauren seperti dikutip dari She Knows.
1. Gangguan pola makan
Alasan mengapa wanita tidak disarankan untuk melakukan diet ekstrem karena akan mempengaruhi pola makannya. Wanita yang melakukan diet penurunan badan secara berlebihan bisa mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia. "Mereka yang mengalami gangguan pola makan biasanya terjebak oleh obsesinya ingin diet agar bisa punya tubuh kurus," tutur Lauren.
2. Kekurangan gizi
Lebih lanjut Lauran menuturkan kalau Anda mulai bermain-main dengan nutrisi maka sama saja bermain dengan fungsi optimal tubuh. Sebagai contoh, ketika melakukan diet ekstrem tentu Anda tidak akan menyentuh makanan berkalori termasuk coklat ataupun buah alpukat. Sedangkan makanan berkalori tersebut mempunyai kandungan magnesium yang bagus untuk kesehatan. Jika Anda menjauhi makanan berkalori akan sering mengalami insomnia, daya ingat rendah, serta tubuh lemas sekaligus gemetar.
3. Kelelahan
Wanita yang diet secara ekstrem akan mudah lelah sistem dalam tubuh tidak seimbang. Kalori akan menghasilkan energi, bila Anda hanya mengonsumsi makanan tanpa atau rendah kalori maka tubuh bisa lemas. Rasa ini dapat mengurangi konsenterasi Anda ketika bekerja dan beraktivitas.
4. Metabolisme tubuh terganggu
Alasan lain yang perlu diketahui agar tidak melakukan diet ekstrem bisa membuat metabolisme dalam tubuh terganggu. Ketika metabolisme sudah tidak teratur tentu mempengaruhi kondisi tubuh yang akan menimbulkan masalah lain seperti adanya penyakit.
5. Kenaikan berat badan
Wanita berharap dengan melakukan diet ekstrem maka bisa menurunkan berat badan secara cepat. Padahal diet tersebut bisa membuat tubuh semakin gemuk setelahnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang melakukan diet tidak dengan cara yang benar berat badannya akan semakin bertambah dari sebelumnya," tutur Lauren.
Lauren menyarankan gara melakukan perubahan pola makan secara teratur dan menjalani hidup sehat. Perubahan yang dilakukan harus bertahap mulai dari kebiasaan kecil meningkatkan asupan air dan memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan justru bisa memberikan efek jangka panjang.
Wajib Tahu! 5 Alasan Wanita Dilarang Diet Ekstrem
Hampir semua wanita ingin memiliki tubuh langsing dan proporsional. Oleh karena itu mereka menjalani program diet penurunan berat badan. Bahkan beberapa dari mereka melakukan diet secara ekstrem untuk memperoleh tubuh yang ideal. Padahal diet yang berlebihan bisa mempengaruhi tubuh Anda, bukannya semakin kurus malah menambah penyakit.
Ahli Gizi Profesional, Lauren Fowler, mengatakan tubuh manusia tidak dirancang untuk bisa menerima tekanan dari program diet ekstrem. Apa alasannya? Berikut penjelasan Lauren seperti dikutip dari She Knows.
1. Gangguan pola makan
Alasan mengapa wanita tidak disarankan untuk melakukan diet ekstrem karena akan mempengaruhi pola makannya. Wanita yang melakukan diet penurunan badan secara berlebihan bisa mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia. "Mereka yang mengalami gangguan pola makan biasanya terjebak oleh obsesinya ingin diet agar bisa punya tubuh kurus," tutur Lauren.
2. Kekurangan gizi
Lebih lanjut Lauran menuturkan kalau Anda mulai bermain-main dengan nutrisi maka sama saja bermain dengan fungsi optimal tubuh. Sebagai contoh, ketika melakukan diet ekstrem tentu Anda tidak akan menyentuh makanan berkalori termasuk coklat ataupun buah alpukat. Sedangkan makanan berkalori tersebut mempunyai kandungan magnesium yang bagus untuk kesehatan. Jika Anda menjauhi makanan berkalori akan sering mengalami insomnia, daya ingat rendah, serta tubuh lemas sekaligus gemetar.
3. Kelelahan
Wanita yang diet secara ekstrem akan mudah lelah sistem dalam tubuh tidak seimbang. Kalori akan menghasilkan energi, bila Anda hanya mengonsumsi makanan tanpa atau rendah kalori maka tubuh bisa lemas. Rasa ini dapat mengurangi konsenterasi Anda ketika bekerja dan beraktivitas.
4. Metabolisme Terganggu
Alasan lain yang perlu diketahui agar tidak melakukan diet ekstrem bisa membuat metabolisme dalam tubuh terganggu. Ketika metabolisme sudah tidak teratur tentu mempengaruhi kondisi tubuh yang akan menimbulkan masalah lain seperti adanya penyakit.
5. Kenaikan berat badan
Wanita berharap dengan melakukan diet ekstrem maka bisa menurunkan berat badan secara cepat. Padahal diet tersebut bisa membuat tubuh semakin gemuk setelahnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang melakukan diet tidak dengan cara yang benar berat badannya akan semakin bertambah dari sebelumnya," tutur Lauren.
Lauren menyarankan gara melakukan perubahan pola makan secara teratur dan menjalani hidup sehat. Perubahan yang dilakukan harus bertahap mulai dari kebiasaan kecil meningkatkan asupan air dan memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan justru bisa memberikan efek jangka panjang.
(aln/aln)
Ahli Gizi Profesional, Lauren Fowler, mengatakan tubuh manusia tidak dirancang untuk bisa menerima tekanan dari program diet ekstrem. Apa alasannya? Berikut penjelasan Lauren seperti dikutip dari She Knows.
1. Gangguan pola makan
Alasan mengapa wanita tidak disarankan untuk melakukan diet ekstrem karena akan mempengaruhi pola makannya. Wanita yang melakukan diet penurunan badan secara berlebihan bisa mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia. "Mereka yang mengalami gangguan pola makan biasanya terjebak oleh obsesinya ingin diet agar bisa punya tubuh kurus," tutur Lauren.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Lauran menuturkan kalau Anda mulai bermain-main dengan nutrisi maka sama saja bermain dengan fungsi optimal tubuh. Sebagai contoh, ketika melakukan diet ekstrem tentu Anda tidak akan menyentuh makanan berkalori termasuk coklat ataupun buah alpukat. Sedangkan makanan berkalori tersebut mempunyai kandungan magnesium yang bagus untuk kesehatan. Jika Anda menjauhi makanan berkalori akan sering mengalami insomnia, daya ingat rendah, serta tubuh lemas sekaligus gemetar.
3. Kelelahan
Wanita yang diet secara ekstrem akan mudah lelah sistem dalam tubuh tidak seimbang. Kalori akan menghasilkan energi, bila Anda hanya mengonsumsi makanan tanpa atau rendah kalori maka tubuh bisa lemas. Rasa ini dapat mengurangi konsenterasi Anda ketika bekerja dan beraktivitas.
4. Metabolisme tubuh terganggu
Alasan lain yang perlu diketahui agar tidak melakukan diet ekstrem bisa membuat metabolisme dalam tubuh terganggu. Ketika metabolisme sudah tidak teratur tentu mempengaruhi kondisi tubuh yang akan menimbulkan masalah lain seperti adanya penyakit.
5. Kenaikan berat badan
Wanita berharap dengan melakukan diet ekstrem maka bisa menurunkan berat badan secara cepat. Padahal diet tersebut bisa membuat tubuh semakin gemuk setelahnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang melakukan diet tidak dengan cara yang benar berat badannya akan semakin bertambah dari sebelumnya," tutur Lauren.
Lauren menyarankan gara melakukan perubahan pola makan secara teratur dan menjalani hidup sehat. Perubahan yang dilakukan harus bertahap mulai dari kebiasaan kecil meningkatkan asupan air dan memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan justru bisa memberikan efek jangka panjang.
Wajib Tahu! 5 Alasan Wanita Dilarang Diet Ekstrem
Hampir semua wanita ingin memiliki tubuh langsing dan proporsional. Oleh karena itu mereka menjalani program diet penurunan berat badan. Bahkan beberapa dari mereka melakukan diet secara ekstrem untuk memperoleh tubuh yang ideal. Padahal diet yang berlebihan bisa mempengaruhi tubuh Anda, bukannya semakin kurus malah menambah penyakit.
Ahli Gizi Profesional, Lauren Fowler, mengatakan tubuh manusia tidak dirancang untuk bisa menerima tekanan dari program diet ekstrem. Apa alasannya? Berikut penjelasan Lauren seperti dikutip dari She Knows.
1. Gangguan pola makan
Alasan mengapa wanita tidak disarankan untuk melakukan diet ekstrem karena akan mempengaruhi pola makannya. Wanita yang melakukan diet penurunan badan secara berlebihan bisa mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia. "Mereka yang mengalami gangguan pola makan biasanya terjebak oleh obsesinya ingin diet agar bisa punya tubuh kurus," tutur Lauren.
2. Kekurangan gizi
Lebih lanjut Lauran menuturkan kalau Anda mulai bermain-main dengan nutrisi maka sama saja bermain dengan fungsi optimal tubuh. Sebagai contoh, ketika melakukan diet ekstrem tentu Anda tidak akan menyentuh makanan berkalori termasuk coklat ataupun buah alpukat. Sedangkan makanan berkalori tersebut mempunyai kandungan magnesium yang bagus untuk kesehatan. Jika Anda menjauhi makanan berkalori akan sering mengalami insomnia, daya ingat rendah, serta tubuh lemas sekaligus gemetar.
3. Kelelahan
Wanita yang diet secara ekstrem akan mudah lelah sistem dalam tubuh tidak seimbang. Kalori akan menghasilkan energi, bila Anda hanya mengonsumsi makanan tanpa atau rendah kalori maka tubuh bisa lemas. Rasa ini dapat mengurangi konsenterasi Anda ketika bekerja dan beraktivitas.
4. Metabolisme Terganggu
Alasan lain yang perlu diketahui agar tidak melakukan diet ekstrem bisa membuat metabolisme dalam tubuh terganggu. Ketika metabolisme sudah tidak teratur tentu mempengaruhi kondisi tubuh yang akan menimbulkan masalah lain seperti adanya penyakit.
5. Kenaikan berat badan
Wanita berharap dengan melakukan diet ekstrem maka bisa menurunkan berat badan secara cepat. Padahal diet tersebut bisa membuat tubuh semakin gemuk setelahnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang melakukan diet tidak dengan cara yang benar berat badannya akan semakin bertambah dari sebelumnya," tutur Lauren.
Lauren menyarankan gara melakukan perubahan pola makan secara teratur dan menjalani hidup sehat. Perubahan yang dilakukan harus bertahap mulai dari kebiasaan kecil meningkatkan asupan air dan memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan justru bisa memberikan efek jangka panjang.
(aln/aln)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
Most Popular
1
6 Artis Libur Tahun Baru 2026 ke Luar Negeri Bareng Pacar, Makin Lengket
2
Heboh Rumor Park Bo Gum Gay, Foto Lawas dengan Mantan Pacar Jadi Sorotan
3
Ramalan Zodiak Capricorn 2026: Karier Melaju, Cinta Masih Berliku
4
Gaya Anak Kanye West yang Makin Berani, Hitamkan Gigi di Usia 12 Tahun
5
Review: Menjajal Hutan Spa di ONYX Resort Park Ubud
MOST COMMENTED











































