Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Langsing dengan Lari

Lari Mampu Turunkan Berat Badan dengan Cepat, Benarkah?

wolipop
Jumat, 31 Okt 2014 08:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Dari sekian banyak olahraga yang ada, berlari menjadi jenis olahraga yang paling sering dilakukan. Selain mudah dan murah, olahraga ini tidak bergantung oleh tempat karena bisa dilakukan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Sejatinya, banyak manfaat dari segi kesehatan yang bisa diperoleh dengan berlari, salah satunya untuk menurunkan berat badan.

Hal ini dijelaskan oleh dr. Michael Triangto, SpKO. Menurutnya, berlari dapat menurunkan berat badan karena termasuk ke dalam olahraga yang bersifat aerobik. Olahraga ini menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi yang bertujuan untuk meningkatkan denyut jantung dalam jangka waktu tertentu sehingga sirkulasi darah, pembakaran kalori dan lemak dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Dokter yang juga praktik di Rumah Sakit Mitra Kemayoran ini mengatakan, untuk menurunkan berat badan sebaiknya lakukanlah dengan intensitas yang ringan. "Berlarinya yang ringan saja, asal dilakukan berulang-ulang dan durasinya lama, sekitar 30 menit sampai 1 jam," tuturnya ketika dihubungi Wolipop via telepon, Selasa (28/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria kelahiran Jakarta, 28 Oktober 1959 ini menambahkan, para atlet maraton umumnya mempunyai bentuk tubuh yang kecil dan cenderung kurus. Ini disebabkan karena mereka mempunyai lemak yang tipis di dalam tubuhnya berkat aktivitas berlari yang dilakukan berulang-ulang.

Lebih lanjut dokter lulusan Universitas Atma Jaya ini juga menjelaskan, berlari dengan jarak pendek juga bisa dikategorikan ke dalam olahraga yang bersifat anaerobik apabila dilakukan secara cepat. Anaerobik adalah jenis olahraga yang tidak menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi, sehingga tubuh menggunakan asam laktat sebagai sumber energinya.

"Pelari jarak pendek umumnya berlari dengan intensitas yang tinggi, gerakannya tidak banyak pengulangan, dan durasinya lebih pendek sekitar 8 detik. Jadi tidak heran bentuk badan mereka lebih kekar dan otot-ototnya lebih besar," imbuhnya lagi.

Pria yang tergabung ke dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) ini menyimpulkan, berlari memang efektif untuk menurunkan berat badan, asal dilakukan dengan intensitas ringan dan berulang-ulang. Namun sebaliknya, lari jarak pendek dan olahraga lainnya seperti angkat besi dan angkat beban dirasa kurang tepat untuk dilakukan jika ingin menurunkan berat badan, karena malah membentuk otot.

(int/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads