Liputan Khusus Pola Makan Saat Puasa
Ini Makanan yang Porsinya Perlu Ditambah Agar Tak Cepat Lapar Saat Puasa
Makan sahur sangat penting agar tubuh tidak lemas dan kuat berpuasa lebih dari 12 jam lamanya. Makanan yang dikonsumsi saat sahur pun haruslah lengkap kandungan nutrisinya, tapi dalam jumlah yang cukup alias tidak berlebihan.
Elemen nutrisi harus terpenuhi mulai dari karbohidrat, protein, serat juga vitamin dan dalam jumlah yang seimbang. Dokter gizi Johannes Chandrawinata, SpKG menjelaskan, dalam satu piring berukuran sedang harus terdapat sedikitnya 1/4 karbohidrat dari nasi putih atau nasi merah, 1/4 protein, 2/3 sayur dan satu butir buah.
Saat sahur, jumlah protein bisa diperbanyak agar perut terasa kenyang dan energi juga bertahan lebih lama. Misalnya saja Anda sudah makan satu potong dada ayam sebagai lauk, maka bisa menambah protein dengan sebutir telur rebus, bisa juga sepotong tahu atau tempe. Dokter yang berpraktik di Melinda Hospital, Bandung ini mengatakan bahwa protein cenderung lambat dicerna tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tambahan energi, dokter Johannes juga menyarankan untuk minum susu sesaat sebelum waktu imsak. Susu yang kaya protein bisa membuat perut tidak terasa terlalu lapar saat puasa.
"Susu pelan diserapnya oleh tubuh, kadar indeks glikemiknya juga rendah. Tapi kalau yang punya intoleransi laktosa (tidak memiliki enzim yang bisa mencerna gula di dalam susu) tidak boleh," terang dr. Johannes.
Lalu bagaimana dengan anjuran untuk makan sahur lebih banyak agar tenaga lebih kuat saat puasa? Jawabannya adalah tergantung jenis makanan yang dikonsumsi. Dokter Johannes menjelaskan, rasa lapar akan cepat datang apabila yang nasi yang dikonsumsi terlalu pulen atau lembut, karena dicerna tubuh hanya sebentar. Akibatnya saat puasa yang dirasakan adalah lapar yang luar biasa.
Ia menyarankan untuk mengonsumsi nasi merah yang seratnya tinggi dan mengandung karbohidrat kompleks. Boleh saja memakan nasi putih namun pilih yang bentuk bijirin yang berasnya panjang.
"Tapi tetap cara masaknya jangan terlalu empuk. Selain itu harus ada sayuran dan proteinnya cukup," ucapnya.
Sementara pakar nutrisi Prof. Dr. Hardinsyah, MS tidak menyarankan untuk makan dalam porsi terlalu banyak ketika sahur. Porsi makan sebaiknya tetap seperti pola makan biasanya dan yang terpenting adalah gizinya harus seimbang.
"Puasa nggak puasa, perut nggak boleh terlalu kenyang. Kalau paksakan makan banyak nggak baik juga. Harus seimbang. Berhentilah sebelum kenyang," jelasnya.
(hst/fer)










































