Buttonscarves Bawa Sentuhan Keindahan Bawah Laut Lewat Koleksi Musim Panas
Buttonscarves menghadirkan pameran musim panas di PIK 2 dalam rangka perilisan koleksi terbarunya yang mengangkat keindah bawah laut. Pameran ini hadir selama satu bulan penuh, mulai 17 Juli hingga 18 Agustus 2026 mendatang.
Buttonscarves mengubah pesisir pantai Land's End menjadi galeri mode imersif berkat dekorasi tematis Under The Sea yang didominasi oleh palet warna deep teal (hijau gelap) yang elegan. Sepanjang area interaktif ini, pengunjung disambut oleh berbagai instalasi seni yang estetik, mulai dari replika terumbu karang warna-warni yang berpadu apik dengan pasir putih, deretan kursi pantai dan payung teduh bermotif monogram khas Buttonscarves, hingga interactive photo spot unik berbentuk dinding berlubang menyerupai jendela kapal selam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Melalui tajuk Under The Sea Series, Buttonscarves terinspirasi keindahan misterius dunia bawah laut. Pesona samudra tersebut diterjemahkan lewat ilustrasi terumbu karang serta dominasi palet warna deep teal (hijau gelap), yang kini tengah menonjol dalam tren fesyen global.
"Tahun 2024 kita di sini (lewat Misool Series), 2025 kita ke hutan (Forestis Series), dan tahun ini kembali ke pantai dengan warna berbeda. Setiap tahun itu Buttonscarves punya koleksi summer. Kalau brand global identik dengan autumn dan winter, Buttonscarves justru menghadirkan summer color dengan warna deep teal ini. Why not? Hijau deep ini sangat resonate dengan laut," ungkap CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, saat ditemui di area Land's End, PIK (Pantai Indah Kapuk) 2, Tangerang.
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Linda mengakui, inspirasi koleksi ini lahir dari kecintaan pribadinya terhadap ketenangan elemen laut. "Setiap kali melihat laut, pikiran aku menjadi jernih dan bersih. Aku suka Buttonscarves merilis koleksi laut with a different twist. Tahun ini memang fashion color-nya sedang mengarah ke hijau gelap, tetapi kami juga mengutamakan warna utama brand karena fuchsia tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kami," tambahnya.
Sebagai koleksi Tropical Paradise terbesar yang pernah dirilis, Under The Sea Series mencakup variasi produk yang masif. Tersedia lebih dari 20 SKU yang mencakup lini busana (ready-to-wear), kacamata, tas, alas kaki, aksesori, hingga tumbler.
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Tidak hanya itu, Buttonscarves juga meluncurkan empat warna eksklusif, dua warna hanya bisa didapatkan langsung di Tropical Paradise Pop-Up Store Land's End, sedangkan dua warna lainnya tersedia secara daring di situs resmi mereka. Pengalaman para pengunjung juga diperkaya lewat instalasi seni bawah laut, serta kolaborasi menu kuliner spesial bersama kafe dan restoran lokal seperti Pier, Noesaka, dan Orange Bay.
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Di balik kemegahan rangkaian produk ini, Linda membeberkan bahwa ada proses produksi rumit yang menuntut dedikasi tinggi dari seluruh timnya. Berdiri selama satu dekade dan kini didukung oleh 1.700 karyawan, Buttonscarves dituntut menjaga kualitas di tengah ketatnya persaingan pasar.
"Proses product development ini butuh kesabaran luar biasa dan tim kita tidak menyerah. Tahun ini kami bahkan sudah mengerjakan koleksi untuk tahun depan. Bikin baju itu tidak simpel; contohnya untuk memproduksi kancing saja butuh waktu selama dua bulan, belum lagi proses pencelupan warna yang harus diulang berkali-kali," papar Linda mendetail.
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Dengan ekspansi brand yang kini memiliki lebih dari 50 toko di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Linda berharap konsistensi ini mampu mengantarkan produk lokal bersanding sejajar di panggung internasional.
"Harapannya koleksi yang kita hadirkan bisa diterima dengan baik bagi para BS Lady, bring awareness, tidak hanya nasional tapi bisa lebih dikenal di dunia. Aku percaya kalau kita konsisten itu pasti bisa. Mudah-mudahan brand Indonesia bisa disandingkan dengan brand global. Tidak cuma penjualan yang bagus, tapi juga impactful di Indonesia," pungkasnya.
Koleksi liburan Buttonscarves bertema 'Under The Sea' hiasi Land's End PIK2 dengan deretan busana, tas, dan kursi pantai monogram bernuansa hijau gelap. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |


















































