Ingin Cepat Langsing? Konsumsi 2 Nutrisi Ini Secara Bersamaan
wolipop
Rabu, 07 Mei 2014 07:57 WIB
Jakarta
-
Ingin tubuh cepat langsing tapi tetap sehat dan Anda tidak harus merasa kelaparan? Coba ubah pola makan Anda. Jika biasanya Anda memakan nasi dan lauk (ayam, tahu, tempe, daging) serta sayur, maka kini hanya kombinasikan konsumsi protein dan serat saja. Kedua nutrisi ini memerlukan waktu dan tenaga lebih untuk dicerna tubuh, membuat perut terasa kenyang dan meningkatkan metabolisme.
Pertama-tama, ketahui dulu manfaat serat bagi tubuh. Serat merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan seperti sayuran, kacang-kacangan, buah dan gandum utuh yang lambat dicerna tubuh. Adanya serat di dalam tubuh berfungsi membersihkan usus, melancarkan buang air besar serta mencegah konstipasi dan pembengkakan yang membuat tubuh terasa berat.
Konsumsi makanan yang tinggi serat juga sering diasosiasikan dengan penurunan berat badan dan lemak. Sebab makanan kaya serat umumnya perlu waktu lebih lama untuk dikunyah, sehingga membuat porsi makan terasa lebih besar dan biasanya rendah kalori. Menurut World Health Organization, Anda direkomendasikan mengonsumsi serat sedikitnya 25 gram per hari atau setara dengan tiga porsi sayur dan buah. Selain membantu menurunkan berat badan, makan cukup serat juga bisa menurunkan kolesterol dan mencegah kanker usus.
"Ketika kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran terutama yang masih dalam keadaan segar, serat dalam makanan tersebut memiliki efek mem-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak," ujar praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan.
Lalu manfaat protein. Kenapa protein bisa membantu proses penurunan berat badan? Karena perlu waktu lama dicerna sampai dia sampai ke sistem pencernaan, sehingga Anda merasakan kenyang lebih lama dan hasrat makan pun terkontrol. Di samping itu, tubuh Anda harus menguras lebih banyak energi untuk bisa mencerna protein, sehingga kalori bisa terbuang dan metabolisme pun meningkat tajam ketika Anda makan.
Konsumsi protein yang dibarengi dengan serat, membantu menstabilkan tingkat gula darah, mengurangi nafsu makan dan mencegah penurunan-peningkatan energi yang signifikan. Sebuah studi yang dimuat dalam 'Nutrition Journal' telah membandingkan efektivitas antara diet tinggi protein dan serat dengan kombinasi keduanya pada wanita dengan berat badan berlebih. Para peneliti menemukan, berat badan dan lemak tubuh partisipan yang mengonsumsi serat dan protein secara bersamaan turun lebih banyak ketimbang hanya mengasup serat atau protein.
Namun perlu diketahui, tidak semua sumber protein dan serat ideal untuk diet Anda. Daging berlemak seperti iga, sirloin dan paha ayam tinggi kalori dan tinggi lemak jenuh. Oleh karena itu, pilihlah protein sehat seperti dada ayam tanpa kulit, telur, daging tenderloin dan ikan yang rendah kalori. Kombinasikan dengan 3-4 ons serat alami seperti beras merah, sayuran segar atau roti dengan 100 persen gandum utuh.
Perhatikan porsinya, cukup konsumsi 1/2 atau 1 cangkir gandum utuh, atau dua potong roti gandum agar asupan kalori tetap terkontrol. Sebagai contoh, perpaduan protein dan serat yang ideal adalah 1/2 cangkir beras merah, 1 cangkir brokoli rebus dan 4 ons dada ayam panggang. Buat kombinasi yang sama saat jam ngemil. Misalnya 2 butir telur ayam rebus dengan satu buah jeruk atau selembar roti gandum dengan isian 2 ons daging ikan tuna ikan tuna dengan satu butir apel.
Sebaiknya jangan memberi asupan serat sekaligus dalam porsi besar, tapi tambah secara berkala. Coba minum lebih banyak air ketika mengombinasikan protein dan serat untuk membantu berat badan turun lebih efektif. Air membantu serat bergerak lebih lancar melewati sistem pencernaan Anda dan menjaga ginjal berfungsi secara optimal.
(hst/hst)
Pertama-tama, ketahui dulu manfaat serat bagi tubuh. Serat merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan seperti sayuran, kacang-kacangan, buah dan gandum utuh yang lambat dicerna tubuh. Adanya serat di dalam tubuh berfungsi membersihkan usus, melancarkan buang air besar serta mencegah konstipasi dan pembengkakan yang membuat tubuh terasa berat.
Konsumsi makanan yang tinggi serat juga sering diasosiasikan dengan penurunan berat badan dan lemak. Sebab makanan kaya serat umumnya perlu waktu lebih lama untuk dikunyah, sehingga membuat porsi makan terasa lebih besar dan biasanya rendah kalori. Menurut World Health Organization, Anda direkomendasikan mengonsumsi serat sedikitnya 25 gram per hari atau setara dengan tiga porsi sayur dan buah. Selain membantu menurunkan berat badan, makan cukup serat juga bisa menurunkan kolesterol dan mencegah kanker usus.
"Ketika kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran terutama yang masih dalam keadaan segar, serat dalam makanan tersebut memiliki efek mem-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak," ujar praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan.
Lalu manfaat protein. Kenapa protein bisa membantu proses penurunan berat badan? Karena perlu waktu lama dicerna sampai dia sampai ke sistem pencernaan, sehingga Anda merasakan kenyang lebih lama dan hasrat makan pun terkontrol. Di samping itu, tubuh Anda harus menguras lebih banyak energi untuk bisa mencerna protein, sehingga kalori bisa terbuang dan metabolisme pun meningkat tajam ketika Anda makan.
Konsumsi protein yang dibarengi dengan serat, membantu menstabilkan tingkat gula darah, mengurangi nafsu makan dan mencegah penurunan-peningkatan energi yang signifikan. Sebuah studi yang dimuat dalam 'Nutrition Journal' telah membandingkan efektivitas antara diet tinggi protein dan serat dengan kombinasi keduanya pada wanita dengan berat badan berlebih. Para peneliti menemukan, berat badan dan lemak tubuh partisipan yang mengonsumsi serat dan protein secara bersamaan turun lebih banyak ketimbang hanya mengasup serat atau protein.
Namun perlu diketahui, tidak semua sumber protein dan serat ideal untuk diet Anda. Daging berlemak seperti iga, sirloin dan paha ayam tinggi kalori dan tinggi lemak jenuh. Oleh karena itu, pilihlah protein sehat seperti dada ayam tanpa kulit, telur, daging tenderloin dan ikan yang rendah kalori. Kombinasikan dengan 3-4 ons serat alami seperti beras merah, sayuran segar atau roti dengan 100 persen gandum utuh.
Perhatikan porsinya, cukup konsumsi 1/2 atau 1 cangkir gandum utuh, atau dua potong roti gandum agar asupan kalori tetap terkontrol. Sebagai contoh, perpaduan protein dan serat yang ideal adalah 1/2 cangkir beras merah, 1 cangkir brokoli rebus dan 4 ons dada ayam panggang. Buat kombinasi yang sama saat jam ngemil. Misalnya 2 butir telur ayam rebus dengan satu buah jeruk atau selembar roti gandum dengan isian 2 ons daging ikan tuna ikan tuna dengan satu butir apel.
Sebaiknya jangan memberi asupan serat sekaligus dalam porsi besar, tapi tambah secara berkala. Coba minum lebih banyak air ketika mengombinasikan protein dan serat untuk membantu berat badan turun lebih efektif. Air membantu serat bergerak lebih lancar melewati sistem pencernaan Anda dan menjaga ginjal berfungsi secara optimal.
(hst/hst)
Health & Beauty
Rekomendasi 3 Sunscreen Favorit yang Ringan di Kulit tapi Maksimal Melindungi!
Elektronik & Gadget
Philips Handheld Steamer STH3010/70: Setrika Uap Portable yang Ringkas tapi Powerful!
Elektronik & Gadget
Rumah Lebih Nyaman & Bersih Tanpa Ribet? Ini 3 Produk Andalan yang Wajib Kamu Punya!
Fashion
Pilihan Flat Shoes Wanita Ini Nyaman Dipakai Seharian! Cocok untuk Hangout, Bahkan Dipakai Kerja
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Most Popular
1
7 Potret Luna Maya Rayakan Pergantian Tahun Dengan Gaya Rambut Baru
2
Byun Yo Han & Tiffany SNSD Diduga Tinggal Bareng, Foto Terbaru Bikin Salfok
3
Glamor di Malam Tahun Baru, Victoria Beckham Pakai Gaun Rp 30 Juta
4
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
5
First Lady Muslim New York Tampil Memukau, Pakai Coat dari Desainer Palestina
MOST COMMENTED











































