6 Langkah yang Perlu Dilakukan Tiap Hari Agar Hidup Sehat Lebih Lama
Hestianingsih - wolipop
Minggu, 27 Apr 2014 14:15 WIB
Jakarta
-
Setiap orang tentunya ingin bisa menjalani pola hidup sehat agar bisa tetap produktif dan memiliki hidup berkualitas selama mungkin. Untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang bertahan sampai tua, ternyata tidak perlu 'usaha' terlalu berat. Anda bisa memulainya dengan melakukan enam hal ini tiap hari, yang dirangkum Wolipop dari berbagai sumber.
1. Perbanyak Makan Sayur Ketimbang Daging
Jika menu makan siang Anda lebih banyak sayuran segar dibandingkan nasi, daging atau telur, maka Anda telah mengurangi risiko terkena penyakit kronis. Orang-orang yang rajin makan sayur jarang terkena gangguan kesehatan seperti sakit jantung, diabetes atau kanker. Hasil studi dari World Health Organization menemukan bahwa 63 persen kematian di dunia pada 2008 disebabkan oleh tiga penyakit yang disebutkan di atas dan itu dipicu oleh pola makan tidak sehat. Sebagai perbandingan, negara yang budaya makannya berbabis sayuran sebagai makanan utama, masyarakatnya lebih jarang sakit ketimbang mereka yang hidup di lingkungan pemakan daging atau nasi.
2. Relaksasi dengan Meditasi
Studi yang dilakukan pada 2012 menemukan, hanya dengan melakukan meditasi selama 30 menit, tujuh kali seminggu, bisa mengurangi tekanan darah tinggi hingga gejala stres dan depresi. Meditasi secara rutin selama delapan minggu, maka Anda akan menjadi orang yang lebih penyayang dan merasa bahagia. Fokus pada latihan pernapasan dan kesadaran diri akan melatih area otak yang mengatur emosi, sehingga Anda akan lebih banyak memiliki pikiran dan emosi yang positif.
3. Ganti Cara Memasak
Mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak zaitun atau biji bunga matahari akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, menurut studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal. Jika ingin memakan gorengan, pilihlah makanan yang dimasak dengan minyak sehat, dengan cara ditumis.
4. Minum Kopi atau Teh
Penelitian yang dilakukan di University Collage of Medical Science di New Delhi, India menunjukkan, cukup dengan mengonsumsi 3 miligram kafein akan membantu orang tua menerima informasi lebih cepat. Namun tetap batasi konsumsi kafein Anda. Dalam secangkir kopi, mengandung 80 mg kafein. Jadi Anda hanya perlu minum secangkir kopi atau maksimal tiga cangkir teh untuk mendapatkan manfaat dari kafein.
5. Lebih Banyak Beraktivitas Fisik
Kebiasaan naik-turun menggunakan tangga, bukan dengan eskalator akan membantu menurunkan berat badan hingga 5,4 kilogram dalam setahun. Selain membakar kalori dan melangsingkan tubuh, hanya dengan menurunkan kelebihan berat badan sebanyak 10 persen bisa bantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat dan mengurangi risiko peradangan organ dalam. Artinya, kemungkinan terkena stroke dan serangan jantung akan jauh lebih sedikit.
6. Kacang Kedelai Organik untuk Camilan
Menurut studi pada 2013 yang dipublikasikan dalam Food Research International, kacang kedelai mengandung komponen yang disebut oleic acid. Para peneliti menemukan bahwa zat tersebut bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker yang menyerang usus hingga 73 persen, kanker hati 70 persen dan kanker paru-paru hingga 68 persen. Semakin tinggi kadar oleic acid dalam tubuh, makin banyak keuntungan bagi tubuh yang akan didapat. Namun cermatlah dalam memilih edamame karena sebagian besar produk kacang kedelai telah melalui proses rekayasa genetik yang bisa berbaaya bagi tubuh apabila dikonsumsi setiap hari. Pilihlah edamame yang organik.
(hst/hst)
1. Perbanyak Makan Sayur Ketimbang Daging
Jika menu makan siang Anda lebih banyak sayuran segar dibandingkan nasi, daging atau telur, maka Anda telah mengurangi risiko terkena penyakit kronis. Orang-orang yang rajin makan sayur jarang terkena gangguan kesehatan seperti sakit jantung, diabetes atau kanker. Hasil studi dari World Health Organization menemukan bahwa 63 persen kematian di dunia pada 2008 disebabkan oleh tiga penyakit yang disebutkan di atas dan itu dipicu oleh pola makan tidak sehat. Sebagai perbandingan, negara yang budaya makannya berbabis sayuran sebagai makanan utama, masyarakatnya lebih jarang sakit ketimbang mereka yang hidup di lingkungan pemakan daging atau nasi.
2. Relaksasi dengan Meditasi
Studi yang dilakukan pada 2012 menemukan, hanya dengan melakukan meditasi selama 30 menit, tujuh kali seminggu, bisa mengurangi tekanan darah tinggi hingga gejala stres dan depresi. Meditasi secara rutin selama delapan minggu, maka Anda akan menjadi orang yang lebih penyayang dan merasa bahagia. Fokus pada latihan pernapasan dan kesadaran diri akan melatih area otak yang mengatur emosi, sehingga Anda akan lebih banyak memiliki pikiran dan emosi yang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak zaitun atau biji bunga matahari akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, menurut studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal. Jika ingin memakan gorengan, pilihlah makanan yang dimasak dengan minyak sehat, dengan cara ditumis.
4. Minum Kopi atau Teh
Penelitian yang dilakukan di University Collage of Medical Science di New Delhi, India menunjukkan, cukup dengan mengonsumsi 3 miligram kafein akan membantu orang tua menerima informasi lebih cepat. Namun tetap batasi konsumsi kafein Anda. Dalam secangkir kopi, mengandung 80 mg kafein. Jadi Anda hanya perlu minum secangkir kopi atau maksimal tiga cangkir teh untuk mendapatkan manfaat dari kafein.
5. Lebih Banyak Beraktivitas Fisik
Kebiasaan naik-turun menggunakan tangga, bukan dengan eskalator akan membantu menurunkan berat badan hingga 5,4 kilogram dalam setahun. Selain membakar kalori dan melangsingkan tubuh, hanya dengan menurunkan kelebihan berat badan sebanyak 10 persen bisa bantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat dan mengurangi risiko peradangan organ dalam. Artinya, kemungkinan terkena stroke dan serangan jantung akan jauh lebih sedikit.
6. Kacang Kedelai Organik untuk Camilan
Menurut studi pada 2013 yang dipublikasikan dalam Food Research International, kacang kedelai mengandung komponen yang disebut oleic acid. Para peneliti menemukan bahwa zat tersebut bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker yang menyerang usus hingga 73 persen, kanker hati 70 persen dan kanker paru-paru hingga 68 persen. Semakin tinggi kadar oleic acid dalam tubuh, makin banyak keuntungan bagi tubuh yang akan didapat. Namun cermatlah dalam memilih edamame karena sebagian besar produk kacang kedelai telah melalui proses rekayasa genetik yang bisa berbaaya bagi tubuh apabila dikonsumsi setiap hari. Pilihlah edamame yang organik.
(hst/hst)
Fashion
On Cloud 6 Coast Men, Sneakers Ringan dan Empuk untuk Harian-Traveling
Home & Living
Philips Handheld Steamer STH3010/70, Solusi Setrika Cepat & Tanpa Ribet
Perawatan dan Kecantikan
Atasi Luka Pakai Betadine Clear Antiseptic Spray, Cocok buat Semua Usia
Home & Living
2 Rekomendasi Teko Air Minum untuk Kumpul Keluarga, Praktis dan Tetap Estetik di Meja
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Penyanyi Pamer Teknik Diet 'Vakum Perut' Saat Konser, Dikritik Dokter
5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran
Pecahkan Rekor Dunia! Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Sampai ke Pipi
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
7 Tips Makan Sehat Saat Lebaran agar Berat Badan Tetap Terjaga
Most Popular
1
Gaya Davina Karamoy saat Pulkam Lebaran Viral, Duduk Lesehan Sambil Bagi THR
2
Anne Hathaway Pastikan Tidak Ada Model Kurus di The Devil Wears Prada 2
3
Ramalan Zodiak Cinta 27 Maret: Pisces Penuh Kejutan, Taurus Terima Kekurangan
4
Kim Bum vs Ahn Hyo Seop, Kisah Cinta Drakor Sold Out on You Bikin Greget
5
Gaya Matching Melania Trump dengan Robot Humanoid di Gedung Putih
MOST COMMENTED











































