Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pernikahan Bisa Bantu Penderita Kanker Bertahan Hidup Lebih Lama

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 25 Sep 2013 12:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Sampai sekarang, penyakit kanker belum ditemukan obatnya. Orang yang berhasil lolos dari maut karena kanker, tidak sembuh dari kanker melainkan bertahan hidup dengan masih mengidap penyakit mematikan itu dan sering disebut dengan istilah cancer survivor. Bagi pria atau wanita pengidap kanker yang sudah menikah, peluang menjadi cancer survivor bisa lebih besar.

Menurut hasil studi terbaru, pernikahan bisa menurunkan risiko seseorang meninggal akibat kanker. Pria dan wanita yang sudah menikah dan hidup harmonis dengan pasangannya, diketahui punya kesempatan bertahan dari penyakit tersebut 20 persen lebih besar ketimbang mereka yang single. Bahkan efek positifnya lebih besar dari kemoterapi.

Para peneliti mengatakan, suami atau istri yang peduli dan memperhatikan kondisi pasangannya membuat gejala kanker bisa terdeteksi lebih awal dan membantunya untuk melawan kanker. Paul Nguyen, dokter spesialis kanker yang memimpin penelitian mengungkapkan seperti dilansir Daily Mail, "Jika Anda punya teman atau seseorang yang disayangi, atau orang yang peduli kanker yang bisa menemani saat periksa ke dokter, mereka akan sangat membantu dalam pemahaman tentang diagnosa yang diberikan dokter. Perbedaannya sangat besar (ketimbang jika pergi ke dokter sendiri)."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paul melanjutkan, dengan berada di sisi penderita kanker dan membantunya menjalani pengobatan, pasangan bisa membuat perbedaan yang signifikan terhadap hasil pengobatan kanker. Hal tersebut telah dibuktikan lewat analisa data terhadap 734.800 pasien kanker, yang dilakukan para peneliti di Dana-Farber Cancer Institute dan Brigham and Women's Hospital di Boston.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pria punya kesempatan 23 persen lebih besar bertahan dari kanker jika mereka sudah menikah. Jumlahnya lebih banyak ketimbang wanita yang hanya 16 persen.

Dari temuan tersebut disimpulkan, wanita yang mendampingi penderita kanker cenderung lebih cerewet dan memaksa suaminya untuk rutin pergi ke dokter. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor lebih besarnya kesempatan untuk hidup.

Pasien yang sudah menikah juga lebih sedikit kemungkinan kankernya menyebar ke bagian tubuh lain, sekitar 17 persen dibandingkan pasien yang single. Temuan ini mengindikasikan bahwa kanker bisa lebih cepat diketahui oleh pasangan sehingga bisa didiagnosa lebih awal, yaitu ketika kanker masih dalam tahap awal. Tingkat ketahanan tersebut banyak ditemukan pada pasien penderita kanker prostat, payudara, usus besar, kepala dan leher.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads