Liputan Khusus
Pole Dance & Striptis, Serupa Tapi Tak Sama. Apa Bedanya?
Imej pole dance selama ini identik dengan tarian striptis. Memang kedua jenis aktivitas tersebut mirip, tapi sebenarnya tak sama. Apa yang membedakannya?
Jun Ko Agus, pelopor tarian Zumba di Indonesia yang kini juga menjadi instruktur pole dance mencoba memberikan gambaran perbedaan dua aktivitas tersebut. "Sebenarnya sama aja, tapi tergantung melakukannya di mana. Kalau melakukannya di klub malam jadilah striptease. Tapi kalau melakukannya di suatu fitness center, jadi sesuatu yang positif, fitness," urai Jun Ko saat berbincang di kantor wolipop, Jl. Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2013).
Perbedaan lainnya adalah dalam gerakan. Gerakkan-gerakkan dalam striptease cenderung mengarah ke hal seksualitas. Sementara pole dance, gerakannya lebih ke arah pembentukan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jun Ko lebih jauh menjelaskan, pole dance sebenarnya berawal dari India. Pada ribuan tahun lalu, olahraga itu dinamai Mallakhamb. Pria dan wanita bisa berpatisipasi melakukan olahraga tersebut menggunakan tiang yang terbuat dari kayu. Di China, olahraga serupa juga ditemukan, hanya saja menggunakan dua tiang. Identik sebagai akrobat, pemain pole dance meloncat dari satu tiang ke tiang lainnya.
Situs thepolepower menulis, pole dance mulai berkembang menjadi striptis atau tarian erotis pada 1950-an. Pada 1980-an, striptis mulai populer di Kanada, kemudian Amerika Serikat.
Di Indonesia sendiri kini perlahan konotasi negatif pole dance bergeser. Beberapa bulan belakangan mulai banyak orang yang tertarik dengan olahraga olah tubuh ini tanpa berpikir yan tidak-tidak. Jun Ko menilai kehadiran Yohana, peserta Indonesia Mencari Bakat 2 yang piawai pole dancing ikut membantu menghapus stigma negatif pada pole dance.
"Karena Yohana di IMB jadinya pole dance sekarang sangat terkenal," kata pria yang kerap menjadi instruktur pole dance bersama Vicky Burki itu.
Tidak seperti striptis, untuk mencoba pole dance, ada latihan tersendiri dulu yang harus dilakukan. Jun Ko menerapkan program pole gym, bagi Anda yang belum pernah melakukan pole dance dan tertarik mencoba pertamakalinya.
"Pole gym itu adalah program yang bisa melatih mereka dulu sebelum pole dancing untuk mengencangkan otot, kayak push-up, angkat beban bisep, jadi biar mereka kuat dulu, bisa lebih prepare untuk pole dancing," urainya.
Liza pun mengeluarkan pernyataan yang sama dengan Jun Ko. Menurutnya pole dance tidak mudah diikuti orang awam. Harus ada pengenalan dulu mulai dari kaki hingga tubuh saat memegang tiang. "Jangan anggap tiang hanya sekadar tiang, harus diresapi bahwa ini partner Anda, seakan-akan sedang bermesraan dengan seseorang," jelasnya.
(ays/eny)
Olahraga
NIKE Vapor Pro 3, Sepatu Tenis Ringan untuk Pemain Agresif
Olahraga
Onpoint Spark Pocket Muscle, Bantu Redakan Pegal Setelah Olahraga
Elektronik & Gadget
Smartwatch Powerful! HUAWEI WATCH FIT 4 Series Bisa Tahan 10 Hari & Punya GPS Akurat
Perawatan dan Kecantikan
Jerawat Bandel Hilang Semalaman? Ini 2 Acne Patch yang Wajib Kamu Coba!
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Jerawat di Selangkangan Jangan Diabaikan, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya
Viral di TikTok, Makanan Anjing Jadi Inspirasi Menu Diet
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
7 Potret Zhao Lusi di Shanghai Fashion Week, Cantik Bak Barbie di Dunia Nyata
TikTok Viral Verificator
Viral Kamar dan Tempat Tidur Penuh Sampah, Identitas Penghuninya Bikin Kaget
Debut Bersejarah, Maison Margiela Gelar Show Perdana di Luar Paris











































