Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kecanduan Obat Bius, Wanita Ini Harus Rutin Botox Agar Bisa Tahan Pipis

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 13 Jun 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi menahan buang air kecil
Ellie Weight. Foto: Dok. Pribadi Ellie Weight/People
Jakarta -

Awalnya hanya ikut 'seru-seruan', wanita ini harus mengalami mimpi buruk seumur hidup. Ellie Weight, wanita muda asal Skotlandia, hidup dengan ketergantungan suntik Botox, setelah kecanduan obat bius.

Ellie telah memakai ketamine selama lima tahun, dan kini harus menjalani suntik Botox rutin pada kandung kemihnya akibat kerusakan permanen yang membuatnya sulit menahan buang air kecil (BAK). Ia mulai menggunakan ketamine saat berusia 18 tahun, kala itu, obat tersebut populer di lingkungan pertemanannya.

"Semua orang melakukannya dan itu dianggap keren. Ada sensasi tersendiri saat melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Ellie, seperti dilansir People.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang kini berusia 23 tahun itu mengaku awalnya hanya coba-coba di rumah teman. Namun, penggunaan ketamine berubah menjadi kecanduan berat.

"Semakin banyak membeli, harganya semakin murah," katanya.

ADVERTISEMENT

Selama lima tahun kecanduan, Ellie memperkirakan telah menghabiskan lebih dari US$46 ribu atau sekitar Rp 750 jutaan untuk membeli ketamine.

Ketamine dikenal sebagai obat anestesi yang juga kerap disalahgunakan sebagai narkotika rekreasional dengan julukan 'Special K'. Menurut U.S. Drug Enforcement Administration (DEA), ketamine termasuk jenis anestesi disosiatif yang dapat menimbulkan efek halusinasi.

Obat ini bisa menyebabkan rasa tenang, mati rasa terhadap nyeri, hingga hilangnya ingatan selama pengaruh obat berlangsung. Penggunaan ketamine dalam jangka panjang dan tak terkontrol dapat menimbulkan dampak serius pada saluran kemih.

Urine Berdarah hingga Tak Bisa Menahan BAK

Ellie mulai menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi ginjal. Sebelumnya, ia sempat mengira dirinya hanya mengalami infeksi saluran kemih berulang.

"Aku sering pipis berdarah dan mengeluarkan lendir dari kandung kemih. Rasanya sangat menyakitkan," ungkapnya.

Rasa sakit yang dialami bahkan membuatnya kesulitan berjalan.

"Kadang aku tidak sempat sampai toilet karena rasa sakitnya terlalu parah dan aku benar-benar tidak bisa menahannya," katanya.

"Berjalan terasa seperti ditusuk dan ditembak. Sulit menjelaskan seberapa intens rasa sakitnya."

Ironisnya, Ellie mengatakan satu-satunya hal yang sempat membuat rasa sakit itu mereda adalah menggunakan ketamine lagi.

Ellie Weight.Ellie Weight. Foto: Dok. Pribadi Ellie Weight/People

Kandung Kemih Menyusut karena Ketamine

Menurut National Library of Medicine, penggunaan ketamine jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan serius dan permanen pada saluran kemih, termasuk membuat kandung kemih menjadi kecil dan sangat nyeri. Kapasitas kandung kemih normal orang dewasa rata-rata berkisar antara 350 hingga 600 ml. Namun akibat penggunaan ketamine, kandung kemih Ellie hanya mampu menampung sekitar 100 ml urine, bahkan kurang dari sepertiga kaleng soda.

Meski sudah berhenti menggunakan ketamine selama 10 bulan terakhir, kerusakan pada kandung kemihnya disebut tidak bisa dipulihkan.

Harus Rutin Suntik Botox pada Kandung Kemih

Pada Mei lalu, Ellie menjalani suntik Botox pada kandung kemih untuk membantu mengurangi gejala inkontinensia atau sulit menahan buang air kecil. Menurut University of Chicago Medicine, Botox dapat membantu mengurangi kontraksi berlebihan pada kandung kemih sehingga dorongan untuk buang air kecil tidak muncul secara tiba-tiba.

"Kamu hanya bisa bertahan, minum air, dan berharap rasa sakitnya mereda. Kadang satu hari terasa baik-baik saja, lalu besoknya rasa sakitnya tak tertahankan. Sangat sulit menjalani ini," ujar Ellie.

Kini dia sedang menggalang dana untuk komunitas pemulihan kecanduan ketamine melalui aksi jalan kaki sejauh 96 mil. Ellie berharap pengalamannya bisa menjadi peringatan bagi anak-anak muda lain.

"Banyak anak muda tidak tahu risiko ini saat mulai menggunakan ketamine. Dengan membagikan cerita ini, aku berharap bisa meningkatkan kesadaran, mendukung layanan pemulihan, dan membantu orang lain menyadari bahwa pulih dari kecanduan itu mungkin dilakukan," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads