Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Untuk Capai Body Goals, Ini Perbedaan Mat Pilates dan Reformer Pilates

Riana Anggraeni Irawan - wolipop
Sabtu, 13 Jun 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Reformer Pilates, VAURA Pilates Menteng
Foto: Kevin, Tim Vaura Pilates Menteng
Jakarta -

Di tengah dinamisnya perkembangan tren kebugaran ibu kota, Pilates menjadi salah satu gaya hidup modern yang paling digemari. Daya tarik utama olahraga ini terletak pada fokus mendalam untuk membangun kekuatan, menyempurnakan postur, serta menyejajarkan inti tubuh. Oleh karena itu, bagi para pegiat kebugaran ibu kota, mengenali setiap variasi metode latihan yang ada merupakan langkah esensial untuk merancang rutinitas yang paling optimal.

Perbedaan Mat Pilates dan Reformer Pilates

Secara umum, Pilates terbagi menjadi dua metode utama yang paling populer di berbagai studio kebugaran, yaitu Mat Pilates dan Reformer Pilates. Mat Pilates merupakan latihan yang dilakukan di atas matras dengan menggunakan berat tubuh sendiri sebagai beban. Menggunakan peralatan yang terbatas, metode klasik ini berfokus secara mendalam pada kekuatan otot inti (core strength), kontrol gerak, mobilitas, serta penyelarasan postur tubuh secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Reformer Pilates menawarkan pengalaman yang berbeda dengan menggunakan alat khusus bernama reformer, yang terdiri dari moving carriage, spring resistance, straps, dan footbar. Melalui sistem pegas ini, gerakan dapat diberikan topangan sekaligus tantangan melalui berbagai level resistensi, sehingga latihan terasa lebih terarah dan dinamis. Keunggulan utama alat ini adalah memberikan umpan balik langsung kepada tubuh, membantu peserta memahami arah gerakan dan kontrol keselarasan dengan lebih presisi.

"Mat Pilates melatih kita mengendalikan tubuh sepenuhnya secara mandiri, sementara Reformer Pilates memberikan dukungan sekaligus resistensi untuk target otot yang lebih spesifik," Coach Annabella Yoshepine, STOTT PILATES® Certified Instructor.

ADVERTISEMENT

Meskipun memakai peralatan latihan yang berbeda, kedua metode ini pada dasarnya berakar pada filosofi yang sama, yaitu latihan untuk seluruh tubuh (full-body workout). Manfaat utama Pilates tidak terbatas pada area perut saja, melainkan memperkuat otot inti bagian dalam (deep core), bokong (glutes), pinggul, punggung, bahu, serta otot-otot penopang postur. Bahkan, Pilates dapat menjadi pendamping ideal bagi para atlet lari, padel, tennis maupun penggiat kompetisi hybrid fitness seperti HYROX yang menuntut stabilitas tinggi saat tubuh berada dalam kondisi kelelahan fisik.

Menurut Coach Annabella Yoshepine yang akrab disapa Coach Bella, saat memimpin sesi Media Experience di Jakarta, variasi resistensi yang fleksibel inilah yang membuat Reformer Pilates sangat adaptif dan efektif untuk meningkatkan kapasitas fisik. Tren latihan berbasis alat ini pula yang melatarbelakangi kehadiran VAURA Pilates Menteng sebagai lokasi pertama di Indonesia dan ke-10 secara global, yang mendefinisikan ulang olahraga ini menjadi lebih dinamis melalui pendekatan yang athletic dan high-energy.

Di bawah payung ekosistem wellness global FIT House of Brands, VAURA menghadirkan pengalaman latihan berdurasi 50 menit yang memadukan ritme gerakan dengan energi kolektif. Jo Gomez, selaku Director of Athletics, Pilates, FIT House of Brands menyampaikan bahwa konsumen modern kini tidak lagi melihat kekuatan, mobilitas, pemulihan, dan longevity sebagai manfaat yang terpisah, melainkan sebuah kesatuan pengalaman yang utuh. Hal ini dipertegas oleh Camila Arreaga selaku Head Trainer VAURA Menteng, yang menyebutkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah melatih tubuh agar bergerak lebih cerdas dan efisien di bawah arahan expert coaching.

Bagi para WoliFriends yang baru berniat memulai, latihan berbasis mat maupun reformer dapat dilakukan oleh pemula, terlebih lagi pada reformer karena dukungan struktural dari alat tersebut akan membantu memandu dan mengontrol setiap repetisi gerakan dengan aman. Mengutip pesan dari Coach Bella, modal utamanya adalah hadir dengan pikiran yang terbuka, mengikuti instruksi, dan bergerak sesuai kapasitas tubuh. Tidak perlu memaksakan diri, karena setiap sesi dirancang secara inklusif dengan berbagai opsi modifikasi.

(rian/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads