Liputan Khusus
Do's & Don'ts Jika Ingin Mulai Raw Food Diet
Dengan makan sayur mentah dan buah, tubuh tak hanya sehat tapi juga langsing. Untuk Anda yang ingin memulai raw food diet, disarankan makan sayur mentah seperti timun, tomat dan salad yang rasanya masih bersahabat dengan lidah. Selain itu masih ada langkah lain yang perlu diperhatikan saat menjalani pola makan ini. Berikut do's & don'ts jika ingin memulai raw food diet menurut para pakar nutrisi dan pelaku living food.
Do's:
1. Cuci sampai bersih. Buah dan sayuran mentah harus dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan semua bakteri dan residu. Jika perlu, cuci menggunakan sabun khusus pembersih sayuran.
2. Sayur dan buah yang dikonsumsi sebaiknya organik karena tidak meninggalkan sisa pestisida yang berbahaya bagi tubuh. Selain rasanya lebih segar, renyah dan enak, makanan organik juga masih asli kandungan vitaminnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Makan raw food karena ingin sehat, bukan semata-mata untuk langsing. Karena motivasi tersebut hanya membuat pelakunya bertahan sebentar untuk menjalani hidup sehat.
5. Jalankan diet ini secara bertahap. Mulai dari memakan sayur sebagai lalapan, atau buah sebagai rujak. Kemudian lanjut dengan semangkuk setiap hari, tambah 1,5 mangkuk lalu menjadi dua mangkuk per harinya.
Don'ts:
1. Jangan sembarangan mengonsumsi makanan mentah, karena tidak semua bahan aman dikonsumsi mentah. Misalnya saja bayam, sayuran hijau ini mengandung oxalic acid yang bersifat toksin. Kalaupun tetap ingin dikonsumsi mentah sebaiknya dalam porsi kecil dan tidak setiap hari.
Sophie Navita, artis yang menjalani raw food diet lebih menyarankan bayam untuk dimasak sebentar. "Zat besi pada bayam lebih banyak jika dimasak. Tapi jangan terlalu lama, cukup rebus dalam air mendidih, tunggu sebentar lalu langsung angkat," saran Sophie.
2. Makan/minum kedelai tiap hari. Kedelai tinggi kandungan protein dan asam lemak tak jenuh, tapi hindari konsumsi setiap hari. Kedelai merupakan salah satu dari empat biji-bijian di dunia yang paling banyak mengalami rekayasa genetik. Memakannya tiap hari, berpotensi memicu kanker.
3. Mengonsumsi sayur dan buah secara bersamaan. Menurut pakar food combining dan yoga Erikar Lebang, dalam bukunya 'Mitos dan Fakta Kesehatan', sayuran dan buah sama-sama berfungsi sebagai pembentuk basa (tingkat PH dalam darah). Namun keduanya memiliki karakter sangat berbeda. Karakter serat pada sayur lebih berat ketimbang buah. Selain itu kandungan gula yang lebih tinggi pada buah cenderung merusak sayur sehingga cenderung sulit dikonsumsi bersamaan.
4. Tidak disarankan mengonsumsi protein hewani mentah. Ikan-ikanan atau daging mentah sebenarnya merupakan raw food namun bukan termasuk dalam paham raw foodist veganism dan vegetarian. Alasannya, protein hewani rentan terkena bakteri jika sudah bersentuhan dengan udara luar.
"Saya sendiri tidak berani makan jika dagingnya tidak benar-benar segar," ujar Sophie.
(hst/hst)
Olahraga
Dunlop ATP Viper Dry Overgrip, Solusi Genggaman Raket Stabil & Anti Slip
Home & Living
LG NanoCell 43 Inch, Smart TV 4K dengan AI untuk Semua Kebutuhan
Health & Beauty
Skintific Instant Glowing Serum Spray, Solusi Kulit Cerah dalam 3 Detik
Olahraga
NIKE Vapor Pro 3, Sepatu Tenis Ringan untuk Pemain Agresif
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Jerawat di Selangkangan Jangan Diabaikan, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya
Viral di TikTok, Makanan Anjing Jadi Inspirasi Menu Diet
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
Zendaya Ungkap Momen 'Sweet' Saat Tahu Tom Holand adalah 'The One'
Beda Kepribadian Aries Maret dan Aries April, Ternyata Karakternya Tak Sama
Sinopsis The Book of Eli, Hadir di Bioskop Trans TV Hari Ini











































