Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Keponakan Jenderal Iran Ditahan di AS, Kehidupan Glamor Terungkap

Tim Wolipop - wolipop
Senin, 06 Apr 2026 16:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hamideh Soleimani Afshar
Foto: Instagram Hamideh Soleimani Afshar
Jakarta -

Unggahan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memicu perdebatan di media sosial setelah ia mengungkap dua wanita yang memiliki kaitan dengan rezim Iran kini ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dan menunggu deportasi.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi identitas keduanya sebagai Hamideh Soleimani Afshar (47) dan Sarinasadat Hosseiny (25). Mereka disebut sebagai keponakan dan keponakan buyut dari Qassem Soleimani, komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang tewas pada 2020. Keduanya kini kehilangan status green card dan menghadapi proses hukum di AS.

Sorotan utama justru tertuju pada gaya hidup mereka selama berada di Amerika. Dalam unggahannya di X, Rubio menyebut keduanya sebagai "pemegang green card yang hidup mewah." Hal ini diperkuat oleh foto-foto dari akun Instagram Hosseiny yang kini telah dihapus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam foto-foto tersebut, Hosseiny tampak menjalani kehidupan glamor, mulai dari pesta di klub malam Miami, liburan ke Alaska, hingga perayaan di Las Vegas. Ia juga terlihat berbelanja di butik mewah Beverly Hills. Citra ini kemudian memicu reaksi karena dianggap bertolak belakang dengan kondisi wanita di Iran.

Perbandingan itu semakin mencuat saat dikaitkan dengan kasus Mahsa Amini pada 13 September 2022. Saat Hosseiny menikmati kehidupan bebas di AS, Amini ditangkap polisi moral di Teheran karena dianggap melanggar aturan hijab. Ia kemudian meninggal setelah sempat koma, memicu gelombang protes nasional.
Kondisi ini membuat banyak warganet menyoroti ironi kehidupan keluarga elite Iran di luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Mereka mengutuk Barat sebagai dekaden, lalu mengirim anak-anak dan kerabat mereka ke London dan Los Angeles untuk menikmati semua hal yang dilarang. Mereka merajam perempuan hanya karena sehelai rambut terlihat, sementara keluarga mereka sendiri berjalan bebas di Eropa dan Amerika dengan pakaian desainer," tulis aktivis Amerika-Yaman, Rabyaah Althaibani, di X.

Namun, media pemerintah Iran membantah keterkaitan keluarga tersebut. Putri bungsu Soleimani, Zeinab Soleimani, menyatakan bahwa kedua perempuan itu tidak memiliki hubungan dengan keluarganya.

"Individu yang ditangkap di Amerika Serikat sama sekali tidak memiliki hubungan dengan keluarga Martir Soleimani, dan klaim Departemen Luar Negeri AS adalah kebohongan," tulisnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads