Wanita Ini Turunkan Berat Badan 96 Kg Agar Bisa Urus Anak

- wolipop Rabu, 03 Okt 2012 15:13 WIB
ist. ist.

Jakarta - Tidak sedikit wanita yang mengalami kenaikan berat badan setelah melahirkan dan sulit mengembalikannya ke semula. Hal tersebut juga dirasakan oleh ibu dari tiga anak bernama Jenny Hodges.

Ia yang berhasil menurunkan berat badannya yang semula 167 kg menjadi 71 kg tersebut mengakui bahwa ketiga anaknyalah yang memotivasinya untuk berdiet. Dalam acara Today Show, Hodges mengakui betapa sulitnya ia mengurus ketiga anaknya saat berat badannya masih 167 kg.

"Saya tidak bisa memandikan mereka di bak mandi karena saya tidak bisa berdiri dari posisi berlutut, jadi mereka mandi di wastafel dapur saat malam. Saya tidak dapat bermain di lantai bersama mereka, dan mengajak mereka bermain ke taman membutuhkan perjuangan besar," ungkap Hodges dalam Today Show.

Dalam acara tersebut Hodges juga menceritakan saat awal dirinya termotivasi untuk menurunkan berat badannya. Pada musim panas 2008, Hodges jatuh di halaman belakang rumah saat menendang bola ketika bermain dengan anak-anaknya. Karena kesulitan bangun, Hodges ditarik menggunakan selimut untuk masuk ke rumah oleh suaminya. Saat itu, Hodges mulai menyadari bahwa jika ia tidak mulai melakukan sesuatu maka anak-anaknya akan tumbuh besar tanpa dirinya dan ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.

Setelah mengubah pola makan dan melakukan olah raga rutin selama 20 bulan, wanita berusia 37 tahun tersebut berhasil menurunkan 96 kg dari bobot tubuhnya. Rahasia diet Hodges adalah mengonsumsi yoghurt sebagai hidangan penutup saat makan malam serta melakukan aktivitas fisik yang ia sukai dan dapat melibatkan anak-anaknya. Selain itu, Hodges yang dahulu tidak pernah memasak dan selalu memesan makanan siap saji juga mulai belajar memasak makanan sehat dari suaminya.

Joy Bauer, seorang ahli nutrisi dan pendiri dari Joy Bauer Nutrition Centers yang juga hadir dalam acara Today Show memuji cara diet Hodges yang cerdas. "Hodges adalah inspirasi utama dari mereka yang merasa kewalahan dan terikat. Dia melakukan hal ini saat masih bersekolah di sekolah pascasarjana, dengan memiliki tiga anak," tuturnya.




(fer/eny)