Tanda-tanda Anda Telah Menjadi Pecandu Kopi
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 05 Jun 2012 06:47 WIB
Jakarta
-
Konsumsi kopi terlalu berlebihan memang bisa mengakibatkan kecanduan dan dapat menimbukan efek bahaya bagi tubuh. Karena kopi adalah minuman yang dapat merangsang dan memiliki efek langsung pada tubuh dan pikiran yaitu menyegarkan serta menambah energi baik secara fisik maupun mental.
Kopi juga merangsang otak dan membuat tubuh melepaskan hormon stres dalam darah. Jika stimulasi yang diberikan terlalu berlebihan akan menyebabkan tubuh terjaga dan secara praktis merampas pikiran dan energi.
Seperti dikutip dari Hubpages, kecanduan kopi biasanya terjadi jika timbul suatu keinginan yang kuat untuk minum kopi setelah dihentikan beberapa waktu. Saat pecandu kopi tak minum kopi, mereka akan merasakan tanda-tanda seperti:
1. Rasa lelah sepanjang hari
2. Perut mulas
3. Mudah marah
4. Terjadi gangguan tidur
5. Rasa tidak nyaman di leher, bahu, punggung, perut, tangan dan kaki
6. Sembelit
7. Perasaan khawatir dan gelisah
8. Sulit konsentrasi
9. Pusing.
Gejala yang timbul ini merupakan bagian dari penarikan kafein (withdrawal) yang akan timbul setelah 12 hingga 24 jam dari waktu terakhir kali orang tersebut mengonsumsi kopi.
Salah satu fakta yang paling menarik mengenai kecanduan kopi adalah meningkatnya toleransi tubuh terhadap zat yang terkandung di dalam kopi.
Peningkatan toleransi ini menunjukkan semakin banyaknya jumlah zat yang diminta tubuh agar bisa memberikan efek yang sama pada tubuh dan pikiran. Dengan kata lain jika dulu dibutuhkan hanya secangkir kopi, maka lama kelamaan membutuhkan lebih dari 1 cangkir.
Jika seseorang sudah kecanduan kopi, maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengurangi konsumsinya secara perlahan-lahan. Langsung berhenti tidak mengonsumsi kopi sama sekali bukanlah hal yang mudah, karena bisa menimbulkan efek yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Hal penting yang harus dilakukan saat ingin menghilangkan kecanduan adalah mengonsumsi air putih yang cukup, makan seimbang dan olahraga secara teratur. Karena faktor ini bisa mengurangi efek withdrawal atau penarikan kafein. Jika kecanduan kafein atau kopi tidak segera ditangani, maka nantinya dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, sistem saraf dan juga sistem pencernaan.
(eya/eny)
Kopi juga merangsang otak dan membuat tubuh melepaskan hormon stres dalam darah. Jika stimulasi yang diberikan terlalu berlebihan akan menyebabkan tubuh terjaga dan secara praktis merampas pikiran dan energi.
Seperti dikutip dari Hubpages, kecanduan kopi biasanya terjadi jika timbul suatu keinginan yang kuat untuk minum kopi setelah dihentikan beberapa waktu. Saat pecandu kopi tak minum kopi, mereka akan merasakan tanda-tanda seperti:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Perut mulas
3. Mudah marah
4. Terjadi gangguan tidur
5. Rasa tidak nyaman di leher, bahu, punggung, perut, tangan dan kaki
6. Sembelit
7. Perasaan khawatir dan gelisah
8. Sulit konsentrasi
9. Pusing.
Gejala yang timbul ini merupakan bagian dari penarikan kafein (withdrawal) yang akan timbul setelah 12 hingga 24 jam dari waktu terakhir kali orang tersebut mengonsumsi kopi.
Salah satu fakta yang paling menarik mengenai kecanduan kopi adalah meningkatnya toleransi tubuh terhadap zat yang terkandung di dalam kopi.
Peningkatan toleransi ini menunjukkan semakin banyaknya jumlah zat yang diminta tubuh agar bisa memberikan efek yang sama pada tubuh dan pikiran. Dengan kata lain jika dulu dibutuhkan hanya secangkir kopi, maka lama kelamaan membutuhkan lebih dari 1 cangkir.
Jika seseorang sudah kecanduan kopi, maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengurangi konsumsinya secara perlahan-lahan. Langsung berhenti tidak mengonsumsi kopi sama sekali bukanlah hal yang mudah, karena bisa menimbulkan efek yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Hal penting yang harus dilakukan saat ingin menghilangkan kecanduan adalah mengonsumsi air putih yang cukup, makan seimbang dan olahraga secara teratur. Karena faktor ini bisa mengurangi efek withdrawal atau penarikan kafein. Jika kecanduan kafein atau kopi tidak segera ditangani, maka nantinya dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, sistem saraf dan juga sistem pencernaan.
(eya/eny)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Orthorexia, Ketika Obsesi Makan Sehat Justru Picu Gangguan Mental
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Most Popular
1
Makna Negatif di Balik Nama Gamis Bini Orang yang Jadi Tren Baju Lebaran 2026
2
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
3
Foto: Gebrakan Jennie BLACKPINK Ekspos Bralette di Fashion Show Chanel
4
Potret Kebersamaan Vidi Aldiano Bareng Adik-adiknya yang Kini Tinggal Kenangan
5
Mantan Staf Jang Nara Ditemukan Meninggal, Sang Aktris Bantah Terlibat
MOST COMMENTED











































