Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Seleb Langsing Berkat Acai Berry, Benar atau Bohong?

wolipop
Jumat, 27 Apr 2012 12:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Beberapa tahun belakangan ini, Acai Berry sangat populer di kalangan para pelaku diet sebagai pelangsing tubuh dan konon bisa membuat lebih awet muda. Sejumlah selebriti dunia bahkan ikut menambah kepopuleran buah ini, sebut saja Oprah Winfrey, Brad Pitt, Angelina Jolie dan Matthew McConaughey.

Namun, tak sedikit juga yang masih meragukan keampuhan Acai Berry dalam membakar lemak. Masih ada pro dan kontra di balik gembar-gembornya manfaat Acai Berry. Benarkah buah yang biasa dikemas dalam bentuk pil atau kapsul suplemen ini ampuh melangsingkan tubuh dengan cepat, atau hanya mitos semata?

Menurut praktisi hidup sehat dr Phaidon L. Toruan, Acai Berry sebagai solusi cepat untuk mengatasi kegemukan hanyalah mitos. Ada berbagai faktor penyebab kegemukan yang cukup kompleks, dan itu tidak bisa diatasi hanya dengan mengonsumsi Acai Berry atau suplemen pelangsing lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalaupun misalnya benar Acai Berry membantu, itu hanyalah sebagai pelengkap bukan satu-satunya solusi. Itu kalau benar acai berry memang bisa (melangsingkan tubuh). Sekarang ternyata itu tidak benar. Acai berry memang buah yang sangat sehat karena mengandung antioksidan tinggi. Tapi dari segi nutrisi, sama seperti kita makan stroberi, mangga, pisang, tidak terlalu istimewa karena hampir semua buah kaya akan antioksidan," jelas dr Phaidon saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (25/04/2012).

Ia menuturkan, kini beberapa merek suplemen Acai Berry justru dilarang oleh badan pengawasan obat di Swedia karena mengandung sibutramin hidroklorida. Golongan obat keras penahan nafsu makan yang sudah dilarang beredar kecuali atas resep dari dokter. Banyak efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan suplemen Acai Berry mulai dari peningkatan denyut jantung, palpitasi (jantung berdebar), peningkatan tekanan darah, sakit kepala, kegelisahan, konstipasi, mulut kering, insomnia hingga gangguan pada alat perasa.

dr Phaidon menambahkan, bahkan di Surabaya, seorang wanita ditangkap karena kedapatan menjual acai berry tanpa izin, baik izin edar maupun dari BPOM. Belakangan diketahui, suplemen tersebut mengandung sibutramin.

"Anda bisa lihat betapa jahatnya orang menipu tentang pelangsingan dengan menjual acai berry as if it's good. Kalau mau melangsingkan, lebih baik minum teh hijau atau kopi karena itu fat burner. Membantu membakar lebih banyak ketika olahraga," ujar penulis buku 'Fat Loss not Weight Loss' ini.

Lalu, mengapa penjualan dan popularitas Acai Berry masih marak sekarang ini? Gaya hidup serba instan dan strategi pemasaran yang 'canggih' menjadi penyebab utama masih maraknya peredaran suplemen berbasis Acai Berry.

"Ketika berbicara pelangsingan, orang selalu mau dikasih yang instan, dikasih mimpi. Karena sekarang kita adalah masyarakat yang sudah teredukasi untuk menjalani hidup yang serba instan. Jadi ketika ada teman yang mereferensikan cara langsing yang cepat, mereka mudah percaya. Promosi Acai Berry awalnya dilakukan lewat Blackberry Messenger, lewat teman. 'Kata temen gue nih, kalau temen gue ngomong gini kayaknya bener'," ungkapnya.

Dokter yang bekerja sebagai trainer gaya hidup sehat untuk eksekutif perusahaan ini menyarankan, jangan mengandalkan hanya pada satu obat atau suplemen untuk penurunan berat badan. Dalam proses pelangsingan, dibutuhkan suatu mind-set untuk mengubah gaya hidup secara keseluruhan. Dimulai dari mengganti makanan yang lebih sehat, kurangi karbohidrat putih, banyak makan buah dan sayur serta perbanyakan aktivitas fisik.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads