Liputan Khusus
Step by Step Metode Pelangsingan Dian Sastrowardoyo
wolipop
Jumat, 27 Apr 2012 10:15 WIB
Jakarta
-
Bagi Dian Sastrowardoyo, tidak ada yang lebih membahagiakan dari mempunyai anak. Kelahiran putra pertamanya Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo sembilan bulan lalu, merupakan hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada wanita berparas cantik ini.
Namun ada satu yang menjadi masalah, yaitu berat badan Dian yang naik drastis hingga 25 kg. Setelah melahirkan, beratnya hanya turun sedikit sehingga kala itu, Dian memiliki bobot tubuh 70 kilogram. Hal itu sempat membuatnya stres, ia pun mulai jaga makan dan olahraga. Sayangnya, usahanya itu tidak membuahkan hasil yang cukup signifikan.
"Banyak orang bilang setelah melahirkan, berat badan akan turun sampai 10 kilogram karena menyusui, urus anak segala macam. Tapi itu nggak terjadi di saya. Sudah jaga makan, olahraga tapi nggak turun banyak juga," curhat Dian saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Dengan diet dan olahraga sendiri, berat badan aktris yang terkenal lewat film 'Ada Apa dengan Cinta?' ini hanya turun 5 kg, dari 70 kilogram menjadi 66 kg. Sempat patah arang dan frustasi, jalan lain pun ditempuh Dian dengan mendatangi salah satu tempat jasa pelangsingan tubuh, Marie France Bodyline. Setelah terapi kurang lebih 12 minggu, beratnya sukses turun sebanyak 14 kg, dari 66 kg menjadi 52 kg.
"Dulu takut keluar rumah, kalo ditegur orang pasti komentarnya, 'Dian kok sekarang gendut banget sih?' padahal mereka nggak tahu aku habis melahirkan. Jujur, aku ini 'korban iklan' dan kebetulan ada temanku (sesama artis) yang pernah jadi klien di sana, dia berhasil langsingin badan," urai wanita 30 tahun ini.
Di Marie France Bodyline, Dian menjalani terapi yang dinamakan 3S Lipostem (3SLS). Perawatan untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi stretch mark dan selulit. Selain terapi, ada pula nutrisionist yang memberinya program diet sehat agar penurunan berat badan lebih efektif. Terapi dilakukannya dengan rutin datang seminggu tiga kali, dengan biaya sekitar Rp 20 juta untuk 15 kali pertemuan. Seperti apa tahapan terapi yang berhasil membuat tubuh Dian kembali langsing pasca melahirkan?
- Terapi Ultrasound Frekuensi Rendah
Terapi ultrasound tingkat rendah dengan 40 kHz digunakan untuk mengatasi jaringan lemak di bawah kulit yang terlokalisir dan selulit yang membandel. Frekuensi rendah ini akan menyebabkan efek 'LipoSonic', dimana gelombang energi tinggi terfokus memecah jaringan lemak, dan mengubahnya menjadi asam lemak bebas yang akan dibuang melalui sistem limfatik tubuh secara alami.
- Pemijatan
Kemudian tubuh dipijat dengan teknik-teknik pemijatan khusus yang berfungsi memperlancar pembuangan racun serta lemak yang sudah terpecah dengan terapi ultrasound sebelumnya.
- SlimSonic
Terapi ini berfungsi melepaskan dan memecah jaringan lemak. Menggunakan gelombang ultrasound yang menargetkan area-area spesifik tempat tertimbunnya lemak dan menyusutkannya selama proses terapi. Mengandung ekstrak Glaucium Flavum, Euglena Gracilis dan kafein tumbuhan. SlimSonic hanya fokus pada sel-sel lemak sehingga prosesnya terkonsentrasi pada area yang benar-benar membutuhkan perawatan.
- BodyFirm
Menargetkan selulit dan kulit kendur serta membantu kulit menjadi kencang kembali serta lentur.
- Alps Botanical Stem Cells
Mengandung sel induk dari budidaya apel Swiss yang langka. Fungsinya meningkatkan kemampuan kulit untuk merenggang sehingga mencegah terjadinya stretch-mark. Tahapan ini bisa merangsang produksi kolagen dan elastin yang membuat kulit lebih sehat dan tahan terhadap terbentuknya stretch-mark.
(hst/hst)
Namun ada satu yang menjadi masalah, yaitu berat badan Dian yang naik drastis hingga 25 kg. Setelah melahirkan, beratnya hanya turun sedikit sehingga kala itu, Dian memiliki bobot tubuh 70 kilogram. Hal itu sempat membuatnya stres, ia pun mulai jaga makan dan olahraga. Sayangnya, usahanya itu tidak membuahkan hasil yang cukup signifikan.
"Banyak orang bilang setelah melahirkan, berat badan akan turun sampai 10 kilogram karena menyusui, urus anak segala macam. Tapi itu nggak terjadi di saya. Sudah jaga makan, olahraga tapi nggak turun banyak juga," curhat Dian saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu takut keluar rumah, kalo ditegur orang pasti komentarnya, 'Dian kok sekarang gendut banget sih?' padahal mereka nggak tahu aku habis melahirkan. Jujur, aku ini 'korban iklan' dan kebetulan ada temanku (sesama artis) yang pernah jadi klien di sana, dia berhasil langsingin badan," urai wanita 30 tahun ini.
Di Marie France Bodyline, Dian menjalani terapi yang dinamakan 3S Lipostem (3SLS). Perawatan untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi stretch mark dan selulit. Selain terapi, ada pula nutrisionist yang memberinya program diet sehat agar penurunan berat badan lebih efektif. Terapi dilakukannya dengan rutin datang seminggu tiga kali, dengan biaya sekitar Rp 20 juta untuk 15 kali pertemuan. Seperti apa tahapan terapi yang berhasil membuat tubuh Dian kembali langsing pasca melahirkan?
- Terapi Ultrasound Frekuensi Rendah
Terapi ultrasound tingkat rendah dengan 40 kHz digunakan untuk mengatasi jaringan lemak di bawah kulit yang terlokalisir dan selulit yang membandel. Frekuensi rendah ini akan menyebabkan efek 'LipoSonic', dimana gelombang energi tinggi terfokus memecah jaringan lemak, dan mengubahnya menjadi asam lemak bebas yang akan dibuang melalui sistem limfatik tubuh secara alami.
- Pemijatan
Kemudian tubuh dipijat dengan teknik-teknik pemijatan khusus yang berfungsi memperlancar pembuangan racun serta lemak yang sudah terpecah dengan terapi ultrasound sebelumnya.
- SlimSonic
Terapi ini berfungsi melepaskan dan memecah jaringan lemak. Menggunakan gelombang ultrasound yang menargetkan area-area spesifik tempat tertimbunnya lemak dan menyusutkannya selama proses terapi. Mengandung ekstrak Glaucium Flavum, Euglena Gracilis dan kafein tumbuhan. SlimSonic hanya fokus pada sel-sel lemak sehingga prosesnya terkonsentrasi pada area yang benar-benar membutuhkan perawatan.
- BodyFirm
Menargetkan selulit dan kulit kendur serta membantu kulit menjadi kencang kembali serta lentur.
- Alps Botanical Stem Cells
Mengandung sel induk dari budidaya apel Swiss yang langka. Fungsinya meningkatkan kemampuan kulit untuk merenggang sehingga mencegah terjadinya stretch-mark. Tahapan ini bisa merangsang produksi kolagen dan elastin yang membuat kulit lebih sehat dan tahan terhadap terbentuknya stretch-mark.
(hst/hst)
Kesehatan
Jangan Asal Makan Gula Saat Buka Puasa! Pakai Stevia untuk Alternatif yang Lebih Aman
Perawatan dan Kecantikan
Sat-Set Tanpa Keramas! Ini Rahasia Rambut Fresh dalam 1 Menit
Perawatan dan Kecantikan
Kurang Tidur Saat Ramadan? 2 Eye Serum Ini Bikin Mata Tetap Fresh Sampai Lebaran
Perawatan dan Kecantikan
Satu Swipe Langsung Cantik! Lip & Cheek Ini Bikin Lebaran Makin Percaya Diri
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ini yang Terjadi pada Tubuh Kalau Kamu Makan Pisang Setiap Hari
Pentingnya Lemak dalam Diet Sehat, Ini Jumlah yang Harus Dikonsumsi Per Hari
Angelina Jolie Cerita Tentang 'Luka' Setelah Jalani Operasi Angkat Payudara
Penuaan Dini pada Kulit? Ini Tanda Tubuh Perlu Perawatan dari Dalam
Mengenal Oatzempic, Tren Diet Oat yang Diklaim Hasilnya Setara Ozempic
Most Popular
1
7 Potret El Rumi dan Syifa Hadju Pre Wedding di London, Romantis Bikin Baper
2
Skandal Ji Soo Jadi Sorotan Lagi, Agensi Kena Getah Dituntut Bayar Rp 10 M
3
Viva Cosmetics Luncurkan Moisturizer Gel, Jadikan Shenina Cinnamon BA
4
Most Pop: Suraj Chavan Viral Usai Dinobatkan Sebagai Pria Tertampan India
5
Jungkook BTS Pakai Jam Tangan Rp 666 Juta, Jadi Global Ambassador Hublot
MOST COMMENTED











































