Liputan Khusus
Jangan Coba Metode Diet Ini. Aneh & Berbahaya!
wolipop
Jumat, 27 Apr 2012 08:07 WIB
Jakarta
-
Banyak orang yang rela melakukan segala cara demi 'memerangi' kegemukan dan memiliki bentuk tubuh ideal. Beberapa ilmuwan dan ahli kesehatan pun berlomba-lomba menciptakan metode diet. Namun, tidak semuanya aman, bahkan ada yang justru bisa membahayakan kesehatan. Ini dia 10 diet ekstrim dan aneh yang sebaiknya tidak pernah Anda lakukan, seperti dikutip dari BcLiving.
1. Fletcherism
Diet Fletcherism dikembangkan oleh Horace Fletcher, ahli kesehatan asal Amerika. Metode mengunyah makanan sebanyak 100 kali per menit, hingga berubah menjadi cair atau seperti bubur encer. Fletcher mengklaim, semakin lama seseorang makan, akan semakin sedikit jumlah makanan yang diasupnya. Mengunyah makanan maksimal hanya 30 kali. Jika kita harus mengunyah hingga 100 kali setiap makan, kita akan menghabiskan waktu seharian hanya untuk makan.
2. Paleolitic Diet
Metode ini diciptakan berdasarkan cara makan manusia di era Paleolithic, sekitar 2,5 juta tahun lalu sebelum diciptakannya ilmu pertanian. Kala itu, manusia hanya makan daging hewan liar, ikan, buah dan sayuran. Diet ini tidak memasukkan gandum utuh, tumbuhan polong dan produk olahan susu yang mengandung nutrisi penting untuk kesehatan tubuh.
3. Baby Food Diet
Metode diet yang mengganti porsi makan reguler ke ukuran makanan bayi, atau mengonsumsi apa yang juga dikonsumsi bayi. Mulai dari makanan yang diblender, bubur bayi sampai snack bayi. Kebutuhan nutrisi bayi dan orang dewasa tentu saja berbeda. Mungkin memang menurunkan berat badan dengan cepat, tapi makanan bayi tidak bisa memenuhi kecukupan serat, protein, karbohidrat dan kalsium pada orang dewasa.
4. Diet Cuka Apel
Cuka apel dipercaya bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi selera makan. Diet ini menyarankan pelakunya untuk minum 3 sendok teh cuka apel sebelum makan. Cuka apel mengandung asam yang sangat tinggi. Meminumnya secara terus menerus bisa melukai tenggorokan dan lambung.
5. Diet Lemon untuk Detoks
Dikenal dengan sebutan Lemonade Diet atau Maple Syrup Diet, dan dikembangkan ahli kesehatan Stanley Buroughs. Diet ini diterapkan dengan cara hanya meminum campuran jus lemon, sirup maple, bubuk cabai dan air putih selama 10 hingga 40 hari. Mengikuti program diet ini sangat berbahaya bagi kadar gula dalam darah, menyebabkan kekurangan vitamin dan kehilangan jaringan otot.
6. Diet Sup Kol/ Kubis
Diet sup kubis merupakan salah satu metode diet ekstrim. Anda bisa menurunkan berat tubuh secara drastis, dengan hanya mengonsumsi sup kubis sebanyak-banyaknya selama 7 hari. Diet ini jelas tidak disarankan. Menghilangkan berbagai nutrisi dalam jumlah besar bisa menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral, juga merusak keindahan rambut, kuku dan kulit.
7. Cookies Diet
Dikembangkan oleh Dr Sanford Siegal, Cookies Diet adalah diet rendah kalori yang menggunakan cookies khusus diet sebagai pengganti makanan harian. Pelaku diet diharuskan mengonsumsi 4 hingga 6 keping cookies per hari. Menjalani diet ini, Anda akan kekurangan kalori karena cookies diet hanya mampu memenuhi sebanyak 800 kalori per hari. Artinya, tenaga Anda hanya kuat untuk mengunyah cookies diet.
8. Liquid Diet
Diet cairan bisa menurunkan berat badan sebanyak 54 pon dalam 9 minggu. Caranya, hanya dengan mengonsumsi cairan mulai dari kaldu, jus, bubur encer hingga minuman protein, ditambah berjalan di treadmill tiga jam sehari. Hanya mengonsumsi cairan akan membuat tubuh mengambil lemak dan jaringan tubuh sebagai energi. Bahkan, organ tubuh bisa rusak karena digunakan untuk energi agar tubuh bisa beraktivitas.
9. Diet Atkins
Diet Atkins adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi protein, seperti daging merah, telur, ikan dan kadang kulit gandum. Diet ini diluncurkan oleh Dr. Robert C. Atkins yang juga seorang kardiolog di awal tahun 70-an. Makanan berprotein tinggi bisa menurunkan kadar kalsium yang menyebabkan terjadinya osteoporosis. Selain itu, juga menimbulkan masalah konstipasi (sembelit), usus besar, ginjal atau naiknya kadar kolesterol.
10. Diet Cacing Pita
Mungkin inilah metode diet paling ekstrem. Tapeworm diet, atau diet cacing pita dilakukan dengan cara memakan daging yang mengandung telur cacing pita (yang diklaim sudah disterilkan). Cacing yang bisa tumbuh sepanjang 9 meter dalam perut manusia itu, akan mengurangi selera makan, mengganggu kinerja sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan sehingga dipercaya bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Setelah mencapai berat badan yang diinginkan, harus langsung meminum anti-biotik untuk membunuh cacing tersebut. Cacing pita menyebabkan rasa sakit pada perut, diare, konstipasi bahkan iritasi pada anus.
(hst/hst)
1. Fletcherism
Diet Fletcherism dikembangkan oleh Horace Fletcher, ahli kesehatan asal Amerika. Metode mengunyah makanan sebanyak 100 kali per menit, hingga berubah menjadi cair atau seperti bubur encer. Fletcher mengklaim, semakin lama seseorang makan, akan semakin sedikit jumlah makanan yang diasupnya. Mengunyah makanan maksimal hanya 30 kali. Jika kita harus mengunyah hingga 100 kali setiap makan, kita akan menghabiskan waktu seharian hanya untuk makan.
2. Paleolitic Diet
Metode ini diciptakan berdasarkan cara makan manusia di era Paleolithic, sekitar 2,5 juta tahun lalu sebelum diciptakannya ilmu pertanian. Kala itu, manusia hanya makan daging hewan liar, ikan, buah dan sayuran. Diet ini tidak memasukkan gandum utuh, tumbuhan polong dan produk olahan susu yang mengandung nutrisi penting untuk kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode diet yang mengganti porsi makan reguler ke ukuran makanan bayi, atau mengonsumsi apa yang juga dikonsumsi bayi. Mulai dari makanan yang diblender, bubur bayi sampai snack bayi. Kebutuhan nutrisi bayi dan orang dewasa tentu saja berbeda. Mungkin memang menurunkan berat badan dengan cepat, tapi makanan bayi tidak bisa memenuhi kecukupan serat, protein, karbohidrat dan kalsium pada orang dewasa.
4. Diet Cuka Apel
Cuka apel dipercaya bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi selera makan. Diet ini menyarankan pelakunya untuk minum 3 sendok teh cuka apel sebelum makan. Cuka apel mengandung asam yang sangat tinggi. Meminumnya secara terus menerus bisa melukai tenggorokan dan lambung.
5. Diet Lemon untuk Detoks
Dikenal dengan sebutan Lemonade Diet atau Maple Syrup Diet, dan dikembangkan ahli kesehatan Stanley Buroughs. Diet ini diterapkan dengan cara hanya meminum campuran jus lemon, sirup maple, bubuk cabai dan air putih selama 10 hingga 40 hari. Mengikuti program diet ini sangat berbahaya bagi kadar gula dalam darah, menyebabkan kekurangan vitamin dan kehilangan jaringan otot.
6. Diet Sup Kol/ Kubis
Diet sup kubis merupakan salah satu metode diet ekstrim. Anda bisa menurunkan berat tubuh secara drastis, dengan hanya mengonsumsi sup kubis sebanyak-banyaknya selama 7 hari. Diet ini jelas tidak disarankan. Menghilangkan berbagai nutrisi dalam jumlah besar bisa menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral, juga merusak keindahan rambut, kuku dan kulit.
7. Cookies Diet
Dikembangkan oleh Dr Sanford Siegal, Cookies Diet adalah diet rendah kalori yang menggunakan cookies khusus diet sebagai pengganti makanan harian. Pelaku diet diharuskan mengonsumsi 4 hingga 6 keping cookies per hari. Menjalani diet ini, Anda akan kekurangan kalori karena cookies diet hanya mampu memenuhi sebanyak 800 kalori per hari. Artinya, tenaga Anda hanya kuat untuk mengunyah cookies diet.
8. Liquid Diet
Diet cairan bisa menurunkan berat badan sebanyak 54 pon dalam 9 minggu. Caranya, hanya dengan mengonsumsi cairan mulai dari kaldu, jus, bubur encer hingga minuman protein, ditambah berjalan di treadmill tiga jam sehari. Hanya mengonsumsi cairan akan membuat tubuh mengambil lemak dan jaringan tubuh sebagai energi. Bahkan, organ tubuh bisa rusak karena digunakan untuk energi agar tubuh bisa beraktivitas.
9. Diet Atkins
Diet Atkins adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi protein, seperti daging merah, telur, ikan dan kadang kulit gandum. Diet ini diluncurkan oleh Dr. Robert C. Atkins yang juga seorang kardiolog di awal tahun 70-an. Makanan berprotein tinggi bisa menurunkan kadar kalsium yang menyebabkan terjadinya osteoporosis. Selain itu, juga menimbulkan masalah konstipasi (sembelit), usus besar, ginjal atau naiknya kadar kolesterol.
10. Diet Cacing Pita
Mungkin inilah metode diet paling ekstrem. Tapeworm diet, atau diet cacing pita dilakukan dengan cara memakan daging yang mengandung telur cacing pita (yang diklaim sudah disterilkan). Cacing yang bisa tumbuh sepanjang 9 meter dalam perut manusia itu, akan mengurangi selera makan, mengganggu kinerja sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan sehingga dipercaya bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Setelah mencapai berat badan yang diinginkan, harus langsung meminum anti-biotik untuk membunuh cacing tersebut. Cacing pita menyebabkan rasa sakit pada perut, diare, konstipasi bahkan iritasi pada anus.
(hst/hst)
Hobi dan Mainan
Sering Ikut Event, Seminar, atau Kerja Kantoran? 3 ID Card Holder Ini Bikin Kartu Aman dan Tetap Rapi
Makanan & Minuman
Anak Susah Makan? Bantu Lengkapi Gizi Anak dengan PediaSure Vanila
Hobbies & Activities
LOJEL Voja Cabin 21 Inch, Pilihan Koper Anti Ribet untuk Short Trip
Pakaian Pria
Adidas D.O.N Issue 5, Sepatu Basket Pria yang Ringan dan Stylish
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Jus untuk Diet saat Bulan Ramadhan yang Kaya Air dan Serat
Kenapa Puasa Bikin Cepat Lemas? Ini Kesalahan Makan yang Sering Dilakukan
7 Alasan Makan Kurma Saat Sahur Bikin Nggak Mudah Lemas
Sering Gelisah Saat Mau Tidur? Kenali Sleep Anxiety dan Cara Mengatasinya
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
Most Popular
1
Wajah 'Old Money' Jadi Tren Operasi Plastik, Seperti Apa?
2
Gaya Musim Dingin Bumil Amanda Manopo Baby Moon Keliling Eropa Bareng Suami
3
Influencer Tarot Didenda Rp 170 Miliar Usai Tuduh Profesor Terlibat Pembunuhan
4
Dapat Kejutan Ultah, Gaya Mahalini Berdaster-Pakai Roll Rambut Curi Atensi
5
Ramalan Zodiak Cinta 5 Maret: Capricorn Perbaiki Komunikasi, Pisces Mengalah
MOST COMMENTED











































