Efek Buruk di Balik Kebiasaan Multitasking
Eya Ekasari - wolipop
Selasa, 26 Jul 2011 17:53 WIB
Jakarta
-
Banyak orang berpikir bahwa kebiasaan multitasking bisa membuat pekerjaan jadi lebih cepat selesai, fokus dan efisien. Tetapi pada kenyataannya, banyak peneliti percaya bahwa otak manusia tidak bisa mengerjakan dua atau lebih tugas secara bersamaan, seperti yang dikutip dari health.
Para peneliti menjelaskan bahwa temuan tersebut hanya berlaku pada kegiatan yang membutuhkan pemikiran. Melakukan dua kegiatan yang tak perlu berpikir, seperti berjalan atau mengunyah permen karet tidak akan berakibat buruk terhadap kinerja otak. Beda halnya dengan nelpon sambil menyetir.
"Pasti ada sesuatu yang dikorbankan. Anda tidak bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan, entah itu pembicaraan di telepon atau menyetir," ujar David E. Meyer, PhD, ketua Brain, Cognition, and Action Laboratory di University of Michigan.
Selain mengatakan bahwa multitasking tidak efisien, Meyer juga menemukan bukti dimana multitasking justru memperlambat gerakan Anda. Dalam sebuah peneltian yang diterbitkan beberapa tahun lalu, Meyer dan koleganya, bahwa multitasking justru membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan satu tugas, terutama ketika tugas tersebut rumit.
Para pakar kesehatan menjelaskan bahwa kebiasaan melakukan tugas lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan bisa mempengaruhi memori dan perhatian Anda. Sebagai contoh kasus, seseorang ingin mengambil makanan ringan dari kulkas, kemudian mendengar telepon berdering dan menjawabnya. Ketika sudah selesai, orang tersebut menuju dapur tetapi tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan di dapur. Apakah hal seperti ini juga terjadi pada Anda?
Itu merupakan kasus sederhana yang menggambarkan bahwa multitasking dapat menyebabkan gangguan saat mengolah informasi, menurut Adam Gazzely, seorang profesor neurologi, fisiologi dan psikiatri di San Fransisco. Jenis gangguan otak, belakangan ini semakin bertambah, seiring dengan berkembangnya teknologi seperti laptop dan smartphone.
Sementara itu, Amanda A. McGowan, pakar akupunktur dan praktisi medis China sepakat dengan penelitian di atas. Banyak dari pasiennya yang mengeluhkan kelelahan, ini diakibatkan dari adanya distraksi mental dan overextension.
"Multitasking sudah lama diperkirakan memperlambat dan mencederai pikiran," ungkapnya. "Mereka yang mempraktikkan pengobatan China juga yakin bahwa multitasking bisa mencederai tubuh."
(eya/eya)
Para peneliti menjelaskan bahwa temuan tersebut hanya berlaku pada kegiatan yang membutuhkan pemikiran. Melakukan dua kegiatan yang tak perlu berpikir, seperti berjalan atau mengunyah permen karet tidak akan berakibat buruk terhadap kinerja otak. Beda halnya dengan nelpon sambil menyetir.
"Pasti ada sesuatu yang dikorbankan. Anda tidak bisa berkonsentrasi pada satu pekerjaan, entah itu pembicaraan di telepon atau menyetir," ujar David E. Meyer, PhD, ketua Brain, Cognition, and Action Laboratory di University of Michigan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pakar kesehatan menjelaskan bahwa kebiasaan melakukan tugas lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan bisa mempengaruhi memori dan perhatian Anda. Sebagai contoh kasus, seseorang ingin mengambil makanan ringan dari kulkas, kemudian mendengar telepon berdering dan menjawabnya. Ketika sudah selesai, orang tersebut menuju dapur tetapi tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan di dapur. Apakah hal seperti ini juga terjadi pada Anda?
Itu merupakan kasus sederhana yang menggambarkan bahwa multitasking dapat menyebabkan gangguan saat mengolah informasi, menurut Adam Gazzely, seorang profesor neurologi, fisiologi dan psikiatri di San Fransisco. Jenis gangguan otak, belakangan ini semakin bertambah, seiring dengan berkembangnya teknologi seperti laptop dan smartphone.
Sementara itu, Amanda A. McGowan, pakar akupunktur dan praktisi medis China sepakat dengan penelitian di atas. Banyak dari pasiennya yang mengeluhkan kelelahan, ini diakibatkan dari adanya distraksi mental dan overextension.
"Multitasking sudah lama diperkirakan memperlambat dan mencederai pikiran," ungkapnya. "Mereka yang mempraktikkan pengobatan China juga yakin bahwa multitasking bisa mencederai tubuh."
(eya/eya)
Home & Living
Inspirasi Furnitur Kamar Minimalis dan Elegan, Bikin Suasana Kamar jadi Lebih Hidup
Pakaian Wanita
Inspirasi Outfit Clean Girl Simpel tapi Chic, 5 Item Wajib Ada di Wardrobe Kamu!
Elektronik & Gadget
Suara Lebih Jernih dengan MISENI Q8 Mic Kecil Jepit Clip on yang Wajib Dimiliki Content Creator!
Elektronik & Gadget
Review Anker Nano 10.000mAh 45W Powerbank Canggih Beda dari yang Lain!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Office Air Theory, Penyebab Wajah Kusam saat di Kantor, Ini Kata Dokter
Viral Penyanyi Pamer Teknik Diet 'Vakum Perut' Saat Konser, Dikritik Dokter
5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran
Pecahkan Rekor Dunia! Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Sampai ke Pipi
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
Most Popular
1
Intip Gaya Mahalini Liburan ke Jepang, Pesonanya bak Remaja
2
Fakta Ngeri Model yang Dibunuh Eks Kekasih, Kini Kepalanya Hilang dari Peti
3
Most Pop: Kemesraan Chef Juna dengan Pacar Saat Lebaran, Agamanya Jadi Sorotan
4
Lee Hi dan DOK2 Go Public, Persahabatan 10 Tahun Berubah Jadi Kisah Cinta
5
8 Jam Mewah Georgina Rodriguez, Pacar Ronaldo, Setara Rumah Miliaran
MOST COMMENTED











































