Sarapan Tepat, Bakar Lemak Lebih Banyak!
wolipop
Senin, 04 Okt 2010 08:48 WIB
Jakarta
-
Karbohidrat yang lambat dicerna seperti oatmeal (havermut) atau cereal, sebelum berolahraga akan membantu Anda membakar lemak lebih banyak. Hal ini seperti yang dilaporkan oleh studi pada Journal of Nutrition.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan delapan wanita sehat sebagai objek penelitian. Mereka diberikan dua jenis sarapan dengan kalori yang sama, namun tingkat glikemik indeksnya berbeda, seperti yang dikutip dari msn.
Pada hari pertama mereka diberikan sarapan muesli (gandum) dengan susu, persik, yoghurt dan jus apel. Pada hari kedua mereka diberikan sarapan cornflake dengan susu skim, roti putih dengan margarin serta selai dan minuman energi. Sarapan pada hari pertama mengandung glikemik indeks yang rendah, sedangkan di hari kedua, tingkat glikemik indeksnya tinggi.
Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa pada hari pertama para objek penelitian membakar kalori hampir dua kali lipat lebih banyak daripada hari pertama dengan cara berjalan selama 60 menit. Apa penyebabnya?
Makanan dengan kandungan glikemik indeks yang rendah lebih lama dicerna. Menurut Ian MacDonald, Ph.D., direktur penelitian di University of Nottingham Medical School, hal ini menyebabkan gula darah tidak meningkat tajam, tidak seperti saat objek penelitian memakan cornflake (mengandung glikemik indeks yang tinggi).
Penelitian ini tentunya bisa menjadi acuan Anda dalam memilih makanan. Pertimbangkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang rendah akan glikemik indeks seperti oatmeal (havermut) dan roti gandum.
(af1/af1)
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan delapan wanita sehat sebagai objek penelitian. Mereka diberikan dua jenis sarapan dengan kalori yang sama, namun tingkat glikemik indeksnya berbeda, seperti yang dikutip dari msn.
Pada hari pertama mereka diberikan sarapan muesli (gandum) dengan susu, persik, yoghurt dan jus apel. Pada hari kedua mereka diberikan sarapan cornflake dengan susu skim, roti putih dengan margarin serta selai dan minuman energi. Sarapan pada hari pertama mengandung glikemik indeks yang rendah, sedangkan di hari kedua, tingkat glikemik indeksnya tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan dengan kandungan glikemik indeks yang rendah lebih lama dicerna. Menurut Ian MacDonald, Ph.D., direktur penelitian di University of Nottingham Medical School, hal ini menyebabkan gula darah tidak meningkat tajam, tidak seperti saat objek penelitian memakan cornflake (mengandung glikemik indeks yang tinggi).
Penelitian ini tentunya bisa menjadi acuan Anda dalam memilih makanan. Pertimbangkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang rendah akan glikemik indeks seperti oatmeal (havermut) dan roti gandum.
(af1/af1)
Home & Living
Paket Oven + Hand Mixer Ini Bikin Baking Ramadan Lebih Praktis, Cocok Buat Kue Lebaran Rumahan
Home & Living
Tasbih Swarovski Cantik dan Estetik Bikin Lebih Semangat Zikir di Bulan Ramadan
Perawatan dan Kecantikan
Glowing Maksimal Sebelum Lebaran! Rahasia Eksfoliasi Biar Kulit Cerah dan Mulus dalam Hitungan Minggu
Perawatan dan Kecantikan
Review Parfum SAFF & Co, Irai Leima atau Ostara, Mana yang Lebih Cocok untuk Karakter Kamu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan
7 Ide Makanan Sahur untuk Diet, Tinggi Protein Bikin Kenyang
Makan 3 Kali versus 5 Kali Sehari, Mana yang Lebih Sehat?
Manfaat Minum Teh Hijau saat Puasa, Redam Lapar hingga Turunkan Berat Badan
Langkah Emas Raih Kemenangan
Sering Lemas Saat Puasa? Ahli Gizi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya
Most Popular
1
Selena Gomez Diminta Ceraikan Suami Setelah Terungkap Kebiasaan Joroknya Ini
2
Saat Gubernur Terkaya di Indonesia Pesan Kebaya, Ini Permintaan Khususnya
3
Yoona SNSD Tampil Beda di London Fashion Week, Poni Barunya Curi Perhatian
4
Kisah Terapis Pijat Andrew di Istana Buckingham, Ungkap Pengalaman 'Creepy'
5
7 Rekomendasi Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil
MOST COMMENTED











































