Terpikat Busana 'Sampah' Kreasi Rinda Salmun, Adrie Basuki, dan Iyonono
Keprihatinan akan isu lingkungan dan sosial menggugah hati tiga desainer untuk berkreasi secara lebih bertanggung jawab. Rinda Salmun, Adrie Basuki, dan Iyonono sevisi-misi menggarap sustainable fashion dengan ciri khasnya masing-masing. Di tangan dingin mereka, sampah tekstil menjadi busana yang memikat.
Karya ketiga desainer tersebut mewarnai hari ke-7 Fashion Nation 17, Rabu (27/9/2023), di Senayan City. Mereka mendapat kesempatan untuk pamer karya di pentas bertajuk 'Artisan A La Mode' yang digelar dalam rangkaian selebrasi ulang tahun ke-17 pusat belanja tersebut.
General Manager Leasing & Marketing Communication Senayan City Frances Jaclyn Halim mengungkapkan, 'Artisan A La Mode' yang sebelumnya dikenal sebagai Runway Hits hadir untuk memberi wadah bagi perancang muda berbakat yang tengah naik daun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat mereka memiliki potensi besar untuk lebih berkembang dan membawa perubahan di industri fashion," katanya jelang peragaan.
Busana daur ulang lantas menjadi benang merah dari koleksi yang ditampilkan oleh tiga desainer dengan keunikan karakter desainnya masing-masing.
Adrie Basuki
Rasa cinta pada wastra Nusantara membuat desainer yang berbasis di Bogor, Jawa Barat, ini untuk lebih bijak dalam berkarya.
Adrie selalu memastikan setiap kain dimanfaatkannya secara maksimal sebagai bentuk apresiasi terhadap perajin sekaligus mengurangi limbah.
"Saya tahu proses pembuatan wastra itu menjelimet. Jadi sayang kalau ada yang terbuang sia-sia," katanya.
Maudy Koesnaedi memeragakan Koleksi terbaru Adrie Basuki di Fashion Nation 2023. (Foto: Dok. Senayan City) |
Ia mencontohkan tenun baduy. Dari pengalamannya dalam memesan kain tersebut, para perajin hanya bisa memproduksi tiga helai kain dalam sebulan.
Maka, ia selalu mengolah kain-kain sisa sampai akhirnya menjadi pilihan busana trendi seperti yang tersaji di perhelatan ini.
Foto: Dok. Senayan City |
Mengangkat tema 'Magma-Power From Within', ia mengeksplorasi tenun bulu dari Garut yang dipadu dengan material sisa. Pilihan outerwear dalam palet kemerahan mendominasi koleksi yang terdiri dari 17 looks ini.
"Awal menggarap kain sisa, sempat ada yang orang protes buat apa bayar mahal untuk baju yang kasarnya terbuat dari sampah. Namun, sekarang saya rasa orang-orang sudah mulai mengapresiasi," kata pria yang menekuni profesi desainer sejak 2013 itu.
Iyonono
Karier Iyonono dimulai setelah menuntaskan studi kriya tekstil di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 2015 dengan menerima pesanan untuk mengolah kembali baju-baju lama pelanggannya. Sejak itu, ia sudah terbiasa berkreasi dengan material bekas.
Tak hanya itu, Iyonono turut memberdayakan para ibu di kampung halamannya, Cirebon, Jawa Barat. Dari Jakarta, ia kembali ke Cirebon untuk melatih mereka menjahit selama beberapa bulan.
Koleksi bertema 'Bermain dengan Waktu' di A La Mode menampilkan kreasi mereka. Presentasi terbagi menjadi tiga sekuens yang menggambarkan unsur nostalgia dari pengalaman pribadi Iyonono lewat elemen-elemen masa lalu, sekarang, juga masa depan.
Di sekuen pertama, muncul deretan busana berwarna cerah yang dihiasi dekorasi tiga dimensi nan eksentrik. Warna-warna cerah merepresentasikan hobinya bermain Barbie semasa kecil.
Di koleksi ini tidak ada batasan gender. Muncul model pria dengan tampilan maskulin yang bersolek dengan rok maksi penuh ruffle yang modern.
Sekuen kedua didominasi palet monokrom yang dipilih Iyono sebagai interpretasi emosi semasa pencarian jati diri. Terakhir, ia menyuguhkan sesuatu yang dapat menjadi alternatif busana pengantin.
"Total ada 20 looks. Semua dibuat dalam dua bulan," kata Iyonono mengungkit sekilas proses kreatifnya.
Rinda Salmun
"Sustainable is not a trend, but it's common sense," ujar Rinda yang berkomitmen untuk terus mengembangkan konsep busana yang bertanggung jawab sehingga masyarakat semakin terbiasa dan teredukasi.
Upayanya pun tak sia-sia. Pelangannya mulai memahami misi Rinda untuk bertransisi sebagai jenama slow fashion demi meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
"Mereka pengertian sekarang kalau harus nunggu dua bulan sampai pesanannya jadi," kata perancang yang memulai kariernya di London, Inggris, itu.
Rinda Salmun usai mempresentasikan koleksi 'Fleurish'. (Foto: Dok. Senayan City) |
Di 'Artisan A La Mode', Rinda mempersembahkan koleksi bertajuk 'Fleurish'. Potongan siluet dan kombinasi warna di koleksi ini masih mengacu pada karakteristik brand Rinda Salmun, dimana permainan elemen kontras dengan potongan garis tegas, struktur yang maskulin dipadukan dengan kesan sentuhan feminin, serta penggunaan warna gelap dengan warna terang sekaligus pada sebuah bidang.
Selain itu, Rinda juga mengeksplorasi beragam bentuk dan teknik baru dalam embellishment bahan, yaitu selain menggunakan bebatuan manik-manik yang tersisa di gudang studio dan sudah bertahun-tahun tidak digunakan, ada juga penggunaan mainan 3D pen dengan filamen PLA, yang terbilang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik biasa sehingga mengurangi jejak karbon pada pembuatan koleksi ini.
Di jajaran model, muncul sederet selebriti seperti Wulan Guritno dan Alika yang memegerakan kreasi teranyar Rinda.
(dtg/dtg)
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026














































