ADVERTISEMENT

Marak Perampokan Jam Tangan Mewah di Eropa, Pemilik Diminta Kurangi Flexing

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 16 Des 2022 14:17 WIB
Jam tangan mewah llustrasi jam tangan mewah (Foto: Dok. JWE)
London -

Memiliki sebuah jam tangan mewah tentu memberi kebanggaan tersendiri. Namun, orang-orang di Eropa mulai berpikir dua kali untuk memakainya.

Belakangan, perampokan yang menargetkan pemilik jam tangan mewah sedang marak terjadi di beberapa negara Eropa.

Di London, Inggris, kepolisian setempat menerima laporan pencurian sekitar 667 jam Rolex selama periode Januari hingga September 2022. Jam Patek Philippe juga menjadi sasaran. Dalam kurun waktu yang sama, tercatat 73 jam dari merek asal Swiss tersebut yang dicuri atau naik dari 60 buah dari periode yang sama tahun lalu.

Kejahatan yang mengintai membuat pemilik jam tangan seperti Brittany Pearce was-was. YouTuber asal London, yang kanalnya memiliki 45.000 pelanggan, ini bahkan hampir menjadi korban.

Saat mengunjungi sebuah butik jam, ia merasa ada pengunjung lain yang membuntutinya. Kejadian tersebut meninggalkan trauma sampai-sampai Brittany harus 'merumahkan' jam Rolex Daytona miliknya.

"Sedih sekali karena aku sangat menyukai jam tangan itu," kata Brittany yang biasa membuat konten soal jam tangan, seperti dikutip South China Morning Post.

Bagi pemilik jam tangan mewah, tak ada pilihan lain di samping mengorbankan rasa gengsi daripada menyesal di kemudian hari.

Seperti Brittany, Adrian Baker, yang juga seorang YouTuber, memilih menyimpan Rolex GMT-Master II miliknya di rumahnya di Skotlandia, apalagi saat bepergian ke luar negeri, terutama Inggris. Sebagai pengganti arloji mewah dari kombinasi emas dan bajanya, jam tangan pintar Apple Watch menjadi andalan pemilik kanal About Effing Time dengan 250 ribu pelanggan itu.

Namun, rumah tak semerta-merta menjadi tempat yang aman. Pekan lalu, bintang sepakbola Inggris Raheem Sterling terpaksa pulang mendadak di tengah Piala Dunia 2022 Qatar setelah rumahnya dibobol maling. Kabarnya, koleksi jam tangan bernilai hingga US$ 360.000 atau Rp 5,6 miliar menjadi target. Atlet pesepeda Inggris Mark Cavendish melaporkan dua jam Richard Mille miliknya digondol maling di rumah.

Tindak kriminal tersebut tentu mencoreng citra Inggris. Kepolisian Inggris pun menyadarinya dan mulai mengambil tindakan. "Ini menjadi prioritas kami, dan kami sudah melakukan beberapa penangkapan," ujar Owain Richards, salah satu petinggi detektif kepolisian Inggris.

Perampokan jam juga menjadi masalah negara tetangganya, Prancis. Bedanya, pihak berwajib di sana berhasil mengintervensi situasi.

Berdasarkan klaim kepala polisi Paris Julien Herbaut, angka perampokan jam tangan mewah turun hingga 44 persen pada musim panas ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Timnya disebut berhasil menangkap 175 pelaku pencurian jam tangan pada Januari hingga Agustus, atau naik 85 persen dari 2021.

Menurut Oliver Mueller, seorang kepala konsultan jam tangan mewah di Swiss, cara yang paling ampuh untuk menangkal masalah ini adalah mengurangi kebiasaan pamer di media sosial.

"Saat Anda punya jam seperti Richard Mille atau Royal Oak (Audemars Piguet), pencuri akan langsung mengetahuinya. Mereka bisa melihatnya dari Instagram," kata Oliver.



Simak Video "InstaTalk!: Menjadi Versi Terbaik Tanpa Flexing ala Grace Tahir"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)