ADVERTISEMENT

Sustainable Fashion ala Tasya Kamila, Tak Malu Pakai Baju Sama Berkali-kali

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 15 Nov 2022 19:30 WIB
Tasya Kamila Tasya Kamila saat menghadiri acara diskusi bertema sustainable fashion yang digelar oleh Tinkerlust. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Bagi Tasya Kamila, sangat penting untuk menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan, terutama dalam hal berbusana, demi masa depan yang lebih baik untuk anak cucu. Ia memulai dengan membuang rasa malu memakai baju yang sama berulang kali.

Bersolek maksimal selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya, apalagi mengingat statusnya sebagai figur publik. Mantan penyanyi cilik ini tumbuh dan besar di dunia hiburan yang menuntutnya untuk tampil penuh gaya dengan pakaian yang harus selalu baru.

Namun sejak lebih teredukasi soal dampak buruk industri mode terhadap lingkungan dan kesejahteraan manusia, Tasya Kamila mulai belajar lebih bijak untuk urusan pakaian.

Mengurangi limbah fashion (zero waste), yang saat ini menduduki urutan kedua polutan terbesar di dunia, mendapat perhatian lebih dari perempuan 30 tahun ini. Melakoni circular fashion lantas dipilihnya sebagai solusi.

"Aku sekarang lebih suka beli barang yang kira-kira usianya bisa lebih panjang. Jadi nanti bisa dilungsurkan ke anak, sepupu, atau keponakan," ungkap Tasya Kamila dalam sebuah diskusi bertopik sustainable fashion yang digelar oleh Tinkerlust di Alila SCBD, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Ia pun mulai membiasakan diri untuk tetap merasa nyaman mengulang pemakaian busana yang sama (rewear). Awalnya terasa sulit bagi lulusan S2 Columbia University dengan predikat cum laude ini.

Tasya KamilaTasya Kamila (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Mungkin karena dari kecil sudah jadi 'Anak Gembala', jadi mindset-nya nggak boleh pakai baju yang sama," tambahnya.

Diakui pula oleh Istri Randi Bachtiar ini, sempat ada perasaan khawatir dicibir netizen karena terlihat memakai baju yang sama terus-terusan. Namun, seiring berkembangnya tren thrifting (membeli barang bekas pakai), serta sewa baju, Tasya tidak merasa minder.

"Kalau dulu kena stigma, pakai baju bekas atau lama dibilang bokek atau nggak keran lah, tapi sekarang sudah beda," kata Tasya yang saat ini sedang hamil delapan bulan anak keduanya.

Tasya Kamila berharap, perilaku yang mendukung gerakan sustainable fashion bukan sekadar tren, tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat luas. "Aku optimis ini akan terus berlanjut karena ke depannya kita akan sangat bergantung pada gaya hidup ini. Ujung-ujungnya akan menjadi kebutuhan hidup demi humanity dan lingkungan yang lebih baik," tambahnya.



Simak Video "Jadi Ibu Muda, Tasya Kamila Akui Sempat Overwhelmed"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)