ADVERTISEMENT

Denny Wirawan Kenang Perjuangan Jadi Desainer, Bayar Sekolah dari Menjahit

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 01 Okt 2022 16:30 WIB
Koleksi Denny Wirawan Spring-Summer 2023 Langkah Denny Wirawan saat peragaan busana 'Langkah' yang menandai 25 tahun kariernya sebagai desainer. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)
Jakarta -

Desainer Denny Wirawan mempersembahkan koleksi terbarunya yang bertajuk 'Langkah' untuk merayakan 25 tahun perjalanan kariernya. Pencapaian tersebut tak lepas dari perjalanan karier Denny yang penuh perjuangan.

Menjadi desainer adalah impian pria kelahiran Bali yang besar di Surabaya ini saat muda. Salah satu langkah Denny untuk menggapai cita-citanya adalah mendaftar kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Teknologi Bandung (ITB). Jurusan desain tekstil menjadi tujuannya.

Namun, upayanya gagal. Tak hanya sekali ia ditolak, tapi dua kali. Meski harus menerima kenyataan pahit tersebut, Denny tak putus asa.

Suatu ketika pada 1987, sebuah lomba pencarian desainer muda berbakat yang bernama 'Benang Astra' digelar di Surabaya. Denny pun tertarik untuk berpartisipasi sebagai peserta di kompetisi bertaraf internasional itu.

"Salah satu jurinya adalah Biyan (Wanaatmadja). Waktu itu saya masih 19 tahun dan nggak punya kemampuan apa-apa. Saya bawa desain saya ke tukang jahit untuk dibuat menjadi enam look," kenang Denny saat jumpa pers jelang peragaan 'Langkah' di Intercontinental Hotel, Rabu (28/9/2022).

Tak disangka olehnya, ia keluar sebagai juara kedua. Kemenangan tersebut lantas membuahkan tawaran pekerjaan di toko kain yang mensponsorinya di lomba tersebut.

Awalnya Denny sempat ragu sampai akhirnya menerima pekerjaan tersebut. Tugasnya membuat desain pakaian untuk konsumen toko kain itu. Dari situ, kemampuannya mendesain semakin terasah.

Saat Denny mulai bercerita tentang betapa berjasanya pemilik toko kain tersebut dalam perjalanan kariernya, matanya tiba-tiba membasah. "Bos saya di toko kain tersebut baru meninggal tahun lalu karena COVID-19," ujar Denny sambil menyeka air matanya.

Koleksi Denny Wirawan dengan mengangkat tema 'Kelana' di Ballroom Hotel Dharmawangsa. Jakarta.Denny Wirawan dan Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian. (Foto: Dok. IMAGE DYNAMICS)

Kesempatan untuk mengikuti kompetisi desain datang lagi menghampiri Denny. Kali ini, Lomba Perancang Mode (LPM) 1992 yang digelar oleh majalah Femina. Sayangnya, ia gagal memenangkannya. "Tapi bagi saya, bisa jadi finalis LPM rasanya sudah seperti pemenang," katanya.

Setelah empat tahun bekerja di toko kain, ia akhirnya resign dan memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan di Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo, Jakarta.

Pindah ke ibukota, Denny dituntut untuk hidup lebih mandiri. Demi bisa membiayai sekolah, ia menerima pesanan jahitan. Proses tersebut tekun dijalani Denny sampai akhir bisa lulus.

Koleksi Denny Wirawan Spring-Summer 2023 'Langkah'Koleksi Denny Wirawan Spring-Summer 2023 'Langkah'. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Sebuah lowongan untuk menjadi asisten Prajudi sampai ke telinga Denny. Prajudi adalah desainer yang kondang pada era 1990-an. Mereka yang sedang merintis karier sebagai desainer tentu sangat mendambakan pekerjaan tersebut.

Denny yang akhirnya diterima. "Jadi pembelajaran banget saat bekerja untuk Prajudi. Saya semakin terlatih untuk membuat koleksi ready to wear," tuturnya.

Setelah Prajudi meninggal pada 1995, Denny keluar dan mencoba membangun labelnya sendiri. Label Denny Wirawan lahir pada 1996.
"Pertama kali saya jualan itu di Pasaraya Blok M. Dikasih space cuma 2x2, itu pun berbagi dengan desainer lain," ungkapnya.

Dari situ, label Denny terus berkembang dan melahirkan turunannya. Saat ini, ia juga memiliki label BaliJava yang fokus menggarap wastra tradisional.

Koleksi Denny Wirawan Spring-Summer 2023 'Langkah'Salah satu kreasi Denny Wirawan yang dipajang saat peragaan busana 25 tahun dirinya berkarya. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Menapaki usia 25 tahun kariernya, Denny punya alasan tersendiri memilih kata 'langkah' sebagai tajuk trunk show koleksi Spring-Summer 2023 yang mengangkat kombinasi batik Kudus dan tenun Bali secara harmonis.

"Tentunya ini bukan langkah pertama saya di dunia fashion. Namun, saya memaknainya sebagai komitmen untuk terus melangkah ke depan dalam melestarikan kain-kain Indonesia yang merupakan warisan nenek moyang kita," ujar Denny.



Simak Video "Cerita Denny Wirawan Bikin Songket dari Limbah"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)