ADVERTISEMENT

Liputan Khusus #KebayaGoesToUNESCO

Dian Sastrowardoyo Ungkap Alasan Giat Kampanye #KebayaGoesToUNESCO

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 21 Agu 2022 07:00 WIB
Gaya Dian Sastrowardoyo Pakai Kebaya Klasik Dian Sastrowardoyo dalam balutan kebaya. (Foto: Instagram/@therealdisastr)
Jakarta -

Dian Sastrowardoyo sedang gencar-gencarnya menggaungkan gerakan Kebaya Goes To UNESCO dengan rajin berbagi foto-fotonya dalam balutan kebaya di media sosial. Kebaya tak hanya dipakainya untuk acara formal, tapi juga menemani keseharian bintang 'Ada Apa dengan Cinta?' itu.

Menurut Dian, penting baginya untuk mendukung pendaftaran kebaya sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia ke UNESCO. Bukan tidak mungkin kebaya diklaim negara tetangga seperti kejadian yang sudah-sudah.

Gaya Dian Sastrowardoyo Pakai Kebaya KlasikGaya Dian Sastrowardoyo pakai kebaya klasik. (Foto: Instagram/@therealdisastr)

"Miris rasanya. Padahal kita bangsa yang lebih besar. Kalau kebaya tidak terdaftar sebagai warisan budaya kita, terkesan kita tak punya budaya," kata Dian saat dihubungi Wolipop detikcom baru-baru ini.

Kepedulian dan kecintaan Dian pada kebaya sudah tumbuh jauh sebelum gerakan Kebaya Goes To UNESCO. Ia mengaku selalu kagum melihat perempuan berkebaya, terutama semasa Presiden Soekarno berkuasa.

Kala itu, ungkap ibu dua anak ini, para perempuan Indonesia hampir tak pernah lepas dari kebaya. "Mereka berkebaya karena ada konteks perjuangan. Seperti halnya, para pria memakai peci," ujar Dian Sastrowardoyo.

Dian Sastrowardoyo(Foto: Instagram/@therealdisastr)

Kebaya sudah semestinya kembali menjadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia. Dian sendiri memakainya secara daily basis, seperti ke pertemuan orangtua di sekolah anaknya hingga urusan pekerjaan.

Untuk pemakaian sehari-hari, kebaya yang menjadi andalannya jauh lebih ringan tanpa ornamen bordir atau payet yang berat. Bagi istri Maulana Indraguna Sutowo ini, kebaya adalah identitas bangsa yang harus dirayakan.

"Entah kenapa ya, manusia yang merayakan identitasnya kelihatan jauh lebih keren dan berbudaya," kata aktris 40 tahun ini.

[Gambas:Instagram]


Sebagai aktivis perempuan dan pegiat pendidikan, ia juga melihat ada dampak positif pada aspek ekonomi bila kebaya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia. "Kebaya sehari-hari banyak dijual UMKM. Kalau banyak wanita Indonesia yang pakai, tentunya konsumsi kebaya akan meningkat. Banyak perempuan yang diberdayakan juga," terang Dian Sastrowardoyo.



Simak Video "Dian Sastrowardoyo Tak Paksa Anak untuk Cintai Kebaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)