ADVERTISEMENT

Perusahaan Victoria Beckham Dilaporkan Memiliki Utang Rp 961 Miliar

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Minggu, 14 Agu 2022 19:42 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 10:  Designer Victoria Beckham walks the runway for Victoria Beckham fashion show during New York Fashion Week: The Shows on September 10, 2017 in New York City.  (Photo by JP Yim/Getty Images) Victoria Beckham. Foto: JP Yim/Getty Images
Jakarta -

Perusahaan Victoria Beckham dilaporkan terlilit utang yang cukup besar. Penyebabnya karena brand fashion dan makeup milik pengusaha asal Inggris itu sempat mengalami kerugian.

Menurut laporan yang dirilis Mirror, perusahaan Victoria Beckham mempunyai utang hingga £53.9 juta atau sekitar Rp 961 miliar. Utangnya bertambah setelah mengalami kerugian Rp 117 miliar pada 2020.

Jumlah utang perusahaan Victoria Beckham bertambah sejak dua tahun lalu. Pada 2020, ia memiliki utang sebanyak Rp 630 miliar.

"Total pendapatan untuk Victoria Beckham Holdings Group turun 6 persen ke angka £36.1 juta (Rp 642,6 miliar) jika dibandingkan tahun 2019 karena efek pandemi global," demikian pernyataan laporan tersebut.

Victoria Beckham BeautyVictoria Beckham Beauty. Foto: dok. Victoria Beckham Beauty

Juru bicara Victoria Beckham pun telah mengonfirmasi kabar tersebut. Tapi meskipun berutang hingga miliaran rupiah, Victoria Beckham bisa bernapas sedikit lega karena keuntungan perusahaan secara global meningkat dua kali lipat di tahun ini.

Victoria Beckham pun sudah berusaha memperbaiki keadaan agar tidak menderita kerugian terus-menerus. Timnya berhasil mengontrol pengeluaran dan menekan biaya operasional hingga kerugiannya berkurang 57 persen.

Ditambah lagi, lini kecantikan Victoria Beckham Beauty terus melebarkan sayapnya dengan meluncurkan berbagai produk baru yang inovatif. Beberapa produknya pun sukses di tahun ini dan jadi salah satu yang terlaris untuk kategori produk kecantikan dan makeup high-end.



Simak Video "Penampilan Debut Romeo Beckham Jadi Model Sampul Majalah Vogue"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)