#77PortraitAnakBangsa

Denica Flesch Berdayakan Pengrajin Kain Lokal Lewat Brand SukkhaCitta

Erika Dyah - wolipop Sabtu, 13 Agu 2022 19:40 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: Dok OPPO)
Jakarta - Tren fashion yang cepat berkembang dan seolah tak ada hentinya menimbulkan perhatian tersendiri bagi sebagian orang. Salah satunya dari Denica Flesch, Founder sekaligus CEO Brand SukhaCitta yang membuat perubahan di bidang fesyen dengan menggandeng lebih dari 1.000 perempuan pengrajin kain lokal.

Melalui jenama yang ia bangun, Denica bukan hanya ingin menonjolkan fesyen sebagai komoditas. Tapi juga berupaya menjembatani komunitas, terutama ibu-ibu pengrajin, agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

Ia memulai usaha ini sejak tahun 2016, hingga pada tahun 2020 lalu sukses mengembangkan Rumah SukkhaCitta Foundation. Diketahui, Denica memiliki latar belakang ekonom yang sebelumnya banyak bekerja di sektor nirlaba. Sejak dulu ia memiliki keinginan untuk berkontribusi lebih baik untuk masyarakat, sehingga ia pun menantang diri untuk melancong ke perdesaan dan melakukan riset di sana.

Saat itulah, Denica menemukan kenyataan adanya eksploitasi perempuan dan alam di balik pakaian yang biasa dikenakan sehari-hari. Salah satunya, saat mengetahui para perempuan pengrajin yang berada di garis kemiskinan padahal memiliki keterampilan sebagian pengrajin dengan teknik yang khas.

Oleh karena itu, ia membangun sebuah jembatan melalui SukkhaCitta untuk mendorong kesejahteraan para perempuan pengrajin kain lokal. Serta mendorong tumbuhnya konsep slow fashion dalam industri yang digelutinya, di mana fashion bisa bersifat berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Salah satu langkah untuk menjaga bumi yang dilakukan Denica meliputi menanam kapas organik, menggunakan sapi lokal sebagai pupuk alami, menanam tanaman yang digunakan sebagai pewarna alami, hingga mempraktikkan zero waste.

Mulai tahun 2020 lalu, Denica bersama SukkhaCitta juga mulai menanam kapas secara organik dan regeneratif. Sehingga produk fashion yang diproduksi SukkhaCitta bisa ditelusuri asalnya dari hulu hingga hilir.

Kontribusi Denica pada alam dan pemberdayaan perempuan masih berlanjut hingga kini yang telah genap enam tahun. Ia pun terus mengembangkan Rumah SukkhaCitta yakni sekolah kerajinan yang dibangun dari hasil penjualan produk SukkhaCitta di pelosok Indonesia.

Tak heran, perannya ini membuat Denica bersama SukkhaCitta berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti Leadership Award for Sustainable Fashion dari Common Objective di tahun 2022 serta penghargaan B Corp Best For The World atas Transparent and Accountable Community Impact di tahun 2022. Bahkan, Denica juga menjadi salah satu Forbes 30 Under 30 oleh Forbes Asia tahun 2019. (fhs/ega)