ADVERTISEMENT

Dulu Bernama Oscar Lawalata, Asha Smara Darra Kini Makin Produktif Berkarya

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 17 Mei 2022 10:48 WIB
Asha Smara Darra atau Oscar Lawalata Asha Smara Darra yang dulu dikenal sebagai Oscar Lawalata. (Foto: Dok. The Apurva Kempinski Bali)
Jakarta -

Hampir dua tahun sudah setelah Oscar Lawalata mengumumkan identitas barunya sebagai Asha Smara Darra. Lebih merasa menjadi diri sendiri, ia kini lebih produktif dan kebanjiran ide-ide inspiratif dalam berkarya.

"Semakin kita menerima diri kita, karya kita justru semakin berlimpah-limpah lagi. Dari idenya, inspirasinya. Biar bagaimana juga, karya itu tidak ada batasan. Dalam mengekspresikan diri, kita mungkin ada batasannya, terutama hidup di Indonesia," kata Asha saat jumpa pers virtual 'Unity in Diversity', Senin (16/5/2022).

Namun, 'batasan' tersebut tak mengurangi kepedulian Asha untuk terus berupaya melestarikan wastra Nusantara sebagai ujung tombak industri mode Indonesia.

Komitmen tersebut dijaganya lewat Oscar Lawalata Culture, jenama yang berdiri sejak 2000 dan fokus pada koleksi yang mengangkat keindahan kain tradisional. Meski nama pendirinya telah berubah, merek tersebut masih berada di haluan yang sama, baik dalam bisnis maupun proses kreatifnya.

"Oscar Lawalata Culture tetap berdiri sebagai Oscar Lawalata Culture, dengan visi dan misinya untuk kain-kain Indonesia dan fashion Indonesia. Tidak ada yang berubah," ujar juara kedua Asean Young Fashion Designers Contest 1999 ini.

'Unity in Diversity' yang digelar The Apurva Kempinski Bali menjadi 'comeback' Asha setelah lama absen mengadakan acara tatap muka secara langsung karena pandemi COVID-19.

Asha Smara Darra atau Oscar LawalataPameran koleksi kain NTT dan NTB milik Asha Smara Darra atau Oscar Lawalata di The Apurva Kempinski Bali. (Foto: Dok. The Apurva Kempinski Bali)

Sepanjang Mei ini, Asha digandeng untuk memamerkan koleksi 100 kain pribadinya dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara juga dimeriahkan dengan peragaan busana dari kain tersebut.

Director of Marketing The Apurva Kempinski Bali Danti Yuliandari sangat mengapresiasi kecintaan Asha pada wastra Nusantara. Itu mengapa The Apurva ingin berkolaborasi dengannya.

"Ke depannya, sudah ada rencana untuk bekerja sama lagi dengan Asha untuk mengangkat kekayaan kain Indononesia," ujar Danti.

Sudah tidak asing dengan berbagai jenis kain tradisional, Asha mengatakan wastra NTB dan NTT yang didominasi kain tenun memiliki keistimewaan tersendiri.

"Kalau kain NTT, sangat spesial karena teksturnya. Kain ini terkenal dengan ketebalannya dibanding kain batik yang lebih halus atau songket Sumatera yang lebih tipis. Tapi ketebalan itu yang membuatnya sangat kuat. Motifnya juga sangat indah dan beragam sekali," ungkap Asha.

Nusa Tenggara juga memiliki tempat khusus di hati Asha karena kain-kain daerahnya yang pertama kalinya dieksplor saat awal berkarier sebagai desainer.

Pada Agustus 2020, Asha Smara Darra diperkenalkan kepada publik sebagai identitas baru Oscar Lawalata dalam sebuah video bertajuk 'The Untold Story of Oscar Lawalata - Merdeka Diri' di kanal YouTube The Lawalatas.

Asha Smara Darra atau Oscar Lawalata(Foto: Dok. The Apurva Kempinski Bali)

Merefleksikan perjalanan transisinya sampai sekarang, Asha mengatakan pengalaman tersebut semakin membuka lebar pintu kesempatan pematangan diri dan karya.

"Proses kematangan dan wawasan kita, kepribadian kita dalam bentuk apapun itu, seamkin kita matang, apapun pilihan kita, dalam kita berkarya justru membuat kita semakin kaya," ujar anak aktris senior Reggy Lawalata ini.

Asha lalu menambahkan, "Kalau kita sudah memberikan statement dan berani, just be yourself, present yourself as yourself, itu bagi saya membuat kita lebih positif dan berkarya menjadi lebih mudah. Again, Indonesia begitu kaya, dan masih banyak lagi kain yang bisa diangkat."



Simak Video "Pameran Kain Oscar Lawalata Buat Takjub Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)