Perjalanan Karier Oscar Lawalata yang Umumkan Merdeka Diri: Jadi Transgender

Hestianingsih - wolipop Senin, 17 Agu 2020 10:22 WIB
Oscar Lawalata saat ditemui di Grand Indonesia Oscar Lawalata mengaku seorang transgender. Foto: YouTube
Jakarta -

Oscar Lawalata menyatakan bahwa dirinya adalah transgender. Terlahir sebagai pria, kini desainer 42 tahun tersebut, memilih berpenampilan selayaknya wanita.

Terlepas dari keputusannya yang menimbulkan kontroversi, Oscar Lawalata merupakan salah satu perancang terbaik Indonesia, yang konsisten mengangkat kekayaan kain Nusantara lewat karya-karyanya. Dedikasinya untuk pelestarian kekayaan tekstil Indonesia sudah melanglang buana hingga ke tanah Eropa.

Ini perjalanan karier Oscar Lawata yang mengumumkan merdeka diri dengan menjadi transgender.

1. Sempat Sekolah Mode di ESMOD

Oscar Lawalata sempat mengenyam pendidikan di ESMOD, Jakarta, sekolah mode yang merupakan afiliasi dari ESMOD Prancis. Dari program studi tiga tahun, desainer yang selalu tampil dengan kain tradisional ini hanya mengikuti pendidikan 1,5 tahun dan berhenti karena keterbatasan biaya akibat krisis moneter pada 1998 silam.

Oscar lalu menggunakan sisa uang kuliahnya untuk meniti karier di dunia fashion dengan membuka workshop sendiri. Diawali dari garasi kecil depan rumah dengan dua mesin jahit. Titi DJ merupakan salah satu klien pertama yang mempercayakan Oscar untuk merancang bajunya, di awal-awal karier sebagai desainer.

oscar lawalata jfw 2020Oscar Lawalata di Jakarta Fashion Week 2020. Foto: Agus Purnomo/detikcom

2. Juara Asean Young Fashion Designers Contest 1999

Jago menggambar sejak kecil, Oscar Lawalata menunjukkan bakatnya di seni fashion design lewat kompetisi se-Asia Tenggara. Ia berhasil meraih juara dua alias runner-up dalam ajang tersebut. Dari situlah titik balik Oscar Lawalatan, yang di usia 22 tahun, dunia fashion Indonesia mengakuinya sebagai rising-star designer.

Setelah itu Oscar Lawalata membuka butik kecil di kawasan blok S, Jakarta Selatan. Dari butik mungil itulah nama Oscar makin melambung dan klien berdatangan, berkat dari usahanya tak kenal lelah, memasarkan hasil karyanya di sejumlah fashion show kecil-kecilan.

3. Jatuh Cinta pada Baju Bodo

Kecintaan Oscar Lawalata pada kain tradisional berawal dari 'cinta pertama' nya dengan baju bodo. Kala itu sekitar 20 tahun lalu, ia pertama kali terpesona pada baju bodo khas Makassar ketika menghadiri pernikahan seorang kerabat.

"Saya waktu itu ke pernikahan kerabat dan ada teman yang pakai baju unik banget. Ternyata itu baju bodo dari Sulawesi Selatan," cerita Oscar.

Berangkat dari rasa penasaran, anak dari aktris Reggy Lawalata itu, pergi ke Makassar demi mengenal baju bodo lebih dekat. Tepatnya ke daerah Sengkang yang terkenal dengan tenun sutera. Baju bodo lah yang jadi inspirasi utama Oscar di Asean Young Fashion Designers Contest di Singapura yang mengantarkannya jadi juara dua.

Oscar Lawalata saat ditemui di Grand IndonesiaOscar Lawalata saat ditemui di Grand Indonesia. Foto: Ismail/detikHOT

4. Fokus Berkarya dengan Mengangkat Kain Tradisional

Sejak itulah Oscar mulai fokus menggarap kain-kain tradisional. Tak hanya tenun Makassar, tapi hampir semua jenis kain cantik Nusantara pernah dikreasikannya dalam busana.

Mulai dari batik Solo hingga tenun Sumba di Nusa Tenggara Timur. Koleksi kainnya pun sangat banyak hingga ia jadikan pameran tunggal untuk lebih memperkenalkan warisan budaya Indonesia ke anak muda. Sebagian dari koleksinya itu ia tampilkan di pameran 'AKU DAN KAIN' pada Oktober 2019.

5. Memamerkan Batik ke Internasional

Pada Juni 2018, bersama dua desainer lainnya yakni Denny Wirawan dan Edward Hutabarat, Oscar Lawalata sukses menggelar pameran Batik for the World di markas UNESCO Paris, Prancis. UNESCO merupakan organisasi PBB yang mengurusi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.

Malam pembukaan Batik for the World pun disambut antusias warga Paris. Hampir 1.200 tamu undangan dari berbagai kalangan menghadiri acara tersebut. Mereka pun begitu terpukau melihat bagaimana batik diolah jadi koleksi busana.

Oscar Lawalata sangat bersyukur acara yang direncanakannya sejak lama mendapat respons positif dari para tamu yang sebagian besar warga internasional. Ia pun berharap, batik dan kekayaan tekstil Indonesia lainnya semakin menggaung di panggung dunia.

"Lewat acara ini, orang-orang akhirnya bisa menghargai batik dari prosesnya. Efek dominonya akan meningkatkan kesejahteraan para perajin juga," ungkapnya kepada Wolipop.



Simak Video "Soal Oscar Lawalata dan Keputusannya Jadi Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)