Model Down Syndrome Tampil Perdana di Victoria Secret, Jadi Kontroversi

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 17 Feb 2022 14:15 WIB
Sofia Jirau Foto: Instagram @sofiajirau
Jakarta -

Sofia Jirau mencetak sejarah sebagai orang Down Syndrome pertama yang jadi model brand lingerie Victoria's Secret (VS). Wanita asal Puerto Rico tersebut pun berbangga dengan pencapaiannya selagi mendapat dukungan dari banyak orang. Meski begitu tak sedikit yang mengkhawatirkan model dan aktivis tersebut diseksualisasi karena kondisinya.

Sofia Jirau mengumumkan di Instagram bahwa ia akan menjadi bagian koleksi terbaru VS, Love Cloud. Wanita 25 tahun tersebut pun telah mengunggah beberapa fotonya yang membuat banyak orang menantikan.

Safia FeroziSafia Ferozi Foto: Instagram @sofiajirau

Sofia sendiri mengaku senang terpilih jadi model Down Syndrome pertama untuk VS yang merupakan impiannya. "Suatu hari aku memimpikannya, aku mengusahakannya dan ini adalah impian yang terwujud. Aku akhirnya bisa memberi tahu kalian rahasia besarku. Aku adalah model dengan Down syndrome pertama Victoria's Secret,' ungkapnya di Instagram.

Love Cloud adalah koleksi terbaru Victoria Secret yang memfitur model-model 'anti mainstream' setelah mendapat banyak kritikan karena kurangnya keberagaman. Sebelumnya Love Cloud pernah menghadirkan rangkaian bra untuk wanita yang menjalani mastektomi. Para modelnya juga datang dari berbagai latar belakang dan warna kulit, termasuk wanita transgender.

Sofia sendiri bukan pertama kalinya muncul di industri fashion. Sofia debut sebagai model di New York Fashion Week 2020. Selama pandemi, kariernya bisa dibilang melejit. Selain jadi model, ia juga membangun brand sendiri yang dinamakan Alavett.

Sofia JirauSofia Jirau Foto: Instagram @sofiajirau

Sejak kecil, ia memang bermimpi untuk terjun ke industri modeling karena itu sangat berbangga dan tidak menyangka dengan prestasinya. "Aku dulu menonton fashion show Victoria's Secret dan berharap aku bisa naik ke panggung itu. Semua orang ingin berada di sana tapi kamu tahu kamu tidak cocok di sana," katanya.

Meski ikut senang dengan kesuksesan Sofia, beberapa netizen mengkhawatirkan partisipasinya dalam koleksi pakaian dalam tersebut. Jadi kontroversi, di kolom komentar para netizen menyatakan bahwa perasaan mereka campur aduk terhadap iklan tersebut. Sejumlah orang menyoroti koleksi itu berpotensi menseksualisasi orang-orang Down syndrome karena ditampilkan dengan pakaian dalam.

(ami/ami)