Bikin Inovasi, Pemuda Ini 'Sulap' Jamur Jadi Produk Fesyen

Erika Dyah - wolipop Jumat, 12 Nov 2021 19:18 WIB
Instagram/mycl.bio Foto: Instagram/mycl.bio
Jakarta -

Selama ini jamur dikenal sebagai bahan makanan atau camilan semata. Tapi siapa sangka? Di tangan pemuda ini, jamur bisa diolah menjadi material bangunan hingga kulit vegan untuk berbagai produk fesyen.

CEO MYCL sekaligus Pelopor Lanskap Startup Bioteknologi Indonesia, Adi Reza Nugroho merupakan pemuda di balik inovasi jamur sebagai barang serbaguna ini. Melalui MYCL, Adi mengembangkan startup bioteknologi untuk memproduksi bahan-bahan dengan high performance yang sustainable dari jamur untuk diaplikasikan di material bangunan maupun fesyen.

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku telah menggeluti dunia wirausaha sejak dini. Sebelumnya, ia telah memimpin Growbox sebagai Co-Founder juga Creative Director dari perusahaan yang menyediakan kit tumbuh jamur do-it-yourself. Lalu di tahun 2015, Ia bersama Co-Founder lainnya membentuk MYCL (dikenal juga dengan Mycotech).

Menurut Adi, MYCL lahir dari eksplorasi dan eksperimen pihaknya yang melihat potensi jamur sebagai biomaterial. Adi melihat bahwa jamur bisa mengikat kacang kedelai menjadi satu kesatuan pada tempe, sehingga ia berpikir bahwa jamur juga bisa menjadi material terbarukan sekaligus alternatif material yang beredar di pasaran.

"Kami mengadaptasi cara agrikultur dan membiarkan jamur tumbuh untuk menciptakan bahan kulit dan bangunan yang memiliki high performance dan sustainable. Mycotech menggunakan jamur seperti yang ada dalam pembuatan tempe untuk membuat produk-produk ramah lingkungan," ujar Adi dikutip dari laman bbc, Jumat (12/11/2021).

Dengan menjadikan jamur sebagai biomaterial, Adi bisa memproduksi material ramah lingkungan lain yang kemudian dikembangkan oleh artisan atau brand lain untuk dijadikan produk untuk dipasarkan secara global.

Instagram/mycl.bioInstagram/mycl.bio Foto: Instagram/mycl.bio

Di bidang fesyen, Mycotech sendiri memproduksi BIOBO (Binderless Bio-Board) dan MYLEA (Mycelium Leather). Selain itu, material kulit dari jamur ini juga dijadikan jam tangan, sandal, sepatu, jurnal, maupun dompet oleh brand-brand lain yang telah bekerja sama.

Tak hanya sukses mengembangkan produk fesyen berbahan dasar jamur, prestasi Adi juga telah diakui baik secara lokal maupun internasional seperti dalam keikutsertaan MYCL di 2017 Architecture & Urban Design Biennale di Seoul, 2018 DBS Social Enterprise Awards, dan 2019 MIT Solve Circular Economy Challenge.

Ingin tahu lebih lanjut kisah Adi dalam mengembangkan bisnis sosial yang berdampak untuk lingkungan ini? Kamu bisa kulik lebih lanjut kisahnya dalam acara Gelegar Semangat Hari Pahlawan #LompatLebihTinggi yang disiarkan secara live di detikcom pada 13 November 2021 mendatang pukul 15.00-16.00 WIB.

Melalui gelaran ini, detikcom bekerja sama dengan BNI akan menggandeng Adi untuk berbagi kisah bersama tokoh inspiratif lain dalam sesi bertajuk Pahlawan Muda Inovatif. Adapun sejumlah narasumber yang turut hadir antara lain, Pengembang Kendaraan Listrik SELO, Ricky Elson, Founder & CEO Evo & Co. David Christian, serta Direktur Komunitas dan Kemitraan Krealogi Du Anyam, Hanna Keraf.

Di sesi ini, kamu juga bisa sontek innovator mindset dari para individu muda berpengaruh yang menginspirasi. Catat tanggalnya dan pastikan kamu tidak melewatkan kegiatan seru dan inspiratif ini untuk bersama-sama #LompatLebihTinggi dalam Gelegar Semangat Hari Pahlawan.



Simak Video "Melompat Lebih Tinggi untuk Wujudkan Mimpi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)