Fashion Show di Candi Prambanan Akan Digelar, Meriahkan Hari Batik Nasional

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 04 Okt 2021 19:14 WIB
Gantari: The Final Journey to Java Foto: Dok. Lakon Indonesia
Jakarta -

Masih dalam euforia Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, sebuah perhelatan besar untuk merayakan batik sebagai warisan budaya Indonesia akan digelar. Seperti apa konsepnya dan siapa saja yang terlibat?

'Gantari: The Final Journey to Java', demikian tajuk acara tersebut, bakal diselenggarakan pada Sabtu (9/10/2021). Adalah Lakon Indonesia, brand lokal yang fokus menggarap batik dengan sentuhan modern, penyelenggara perhelatan yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Tak sekadar fashion show koleksi terbaru, 'Gantari: The Final Journey to Java' menghadirkan kemasan acara yang memadukan unsur 'klasik' dan 'modern'.

Peragaan busana nantinya diiringi musik gamelan, dengan tarian dari kesultanan Jawa. Tampil pertunjukan wayang kulit, serta video presentasi 'Metamorfosa' yang divisualisasikan secara canggih.

Tak tanggung-tanggung, Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, dipilih sebagai lokasi acara yang melibatkan 1.000 orang di balik layar (tapi hanya 250 orang yang boleh berada di lokasi saat acara berlangsung demi mematuhi protokol kesehatan).

"Candi Prambanan adalah satu monumen budaya yang punya nilai sejarah yang sangat tinggi. Namun di mata Lakon, ini adalah satu wujud budaya yang bisa melewati perjalanan waktu sekian tahun. Inilah yang akan diangkat di Gantari, bagaimana kita membawa budaya kita melewati perjalanan masa, sehingga budaya ini bisa kita lestarikan sehingga menjadi relevan dan tetap hidup dari generesi ke generasi," ujar pendiri Lakon Indonesia Thresia Mareta saat jumpa pers virtual, Senin (4/10/2021).

Acara 'Gantari', kata Thresia, juga menjadi sebuah persembahan untuk merayakan wanita yang memiliki peran krusial dalam melestarikan budaya dan nilai bangsa.

"Perempuan adalah kunci. Kalau bicara batik, keterampilan membatik banyak diwariskan dari perempuan ke perempuan. Tak hanya itu, kita belajar tentang etika dan nilai-nilai kehidupan umumnya dari ibu kita," kata Thresia.

Perempuan sebagai inspirasi tercermin dalam koleksi yang bakal disajikan nanti. Thresia mengatakan, detail busana sangat halus untuk mewakili karakter perempuan.

Setidaknya, 125 tampilan busana siap pakai akan naik pentas. Selain batik, Lakon Indonesia turut menggarap lurik dan kain-kain jumputan. Semuanya dikemas ke dalam potongan busana modern sehingga relevan dengan selera anak-anak Gen Z dan kaum milenial.


'Gantari: The Final Journey to Java' sebenarnya kelanjutan dari 'PakaianKoe: A Journey to Java' yang digelar di Jakarta pada 15 November 2020 lalu.

Berkat acara tersebut, Lakon Indonesia sampai saat ini telah memproduksi koleksi yang dihasilkan dari 20 ribu meter kain batik dan jumputan hasil perajin tradisional. "Itu artinya, banyak orang yang terlibat di dalamnya bisa merasakan manfaatnya. Tak cuma perajin, tapi juga penjahit hingga tim di toko," ungkap Thresia.

Seperti namanya, 'Gantari: The Final Journey to Java' menjadi akhir dari perhelatan sebelumnya. Namun, Thresia menegaskan ini bukan akhir dari perjalanan Lakon dalam melestarikan wastra Indoesia. "Rencananya, kami akan menggarap kain-kain dari timur Indonesia," tambahnya.



Simak Video "Cara Siswa SMP Ciamis Sambut Hari Batik Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)