Supermodel Dunia Bersatu, Dukung Korban Pemerkosaan Bos Fashion

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 09 Sep 2021 07:00 WIB
DEAUVILLE, FRANCE - MAY 26:  French President Nicolas Sarkozy and his pregnant wife Carla Bruni-Sarkozy await the arrival of G8 member state leaders and their spouses for an evening dinner function at Le Ciros Restaurant at the G8 Summit on May 26, 2011 in Deauville, France.  Heads of the worlds wealthiest nations are meeting in Deauville, France, for the G8 summit to discuss various security, aid and trade issues, including the Arab Spring, nuclear safety and climate change. (Photo by Chris Ratcliffe - Pool/Getty Images) Carla Bruni, Claudia Schiffer, Naomi Campbell, Cindy Crawford, dan Helena Christensen saat fashion show Versace. (Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo)
Paris -

Kasus kekerasan seksual kembali mengguncang industri fashion dunia. Sejumlah supermodel internasional pun bersatu untuk memberi dukungan kepada para korban.


Sebuah investigasi kembali dilakukan terhadap Gérald Marie, mantan petinggi agensi model internasional Elite Model Management, atas dugaan kekerasan seksual dan pemerkosaan.

Sebelumnya, Gérald Marie telah berulangkali menyangkal tudingan tersebut. Namun, kepolisian Prancis kembali memperdalam kasus tersebut sejak September 2020 setelah mendapat laporan baru bahwa ada korban yang masih di bawah umur.

Menurut laporan The Guardian, setidaknya ada 24 wanita telah mengadukan perbuatan Gerard. Ia diduga melakukan perbuatan bejat tersebut selama 18 tahun, dari 1980 hingga 1998.

Salah satu korban adalah Carre Sutton, mantan model yang berkarier di era 80-an. Perempuan asal Amerika Serikat ini yang memotivasi para korban lain untuk bersaksi di Paris pekan depan.

SHANGHAI, CHINA - NOVEMBER 12: (CHINA OUT) (L-R) Johanna Jonsson of Sweden, Charlotte Belliard of France, Gerald Marie, President of Elite Group and Sasha Gachulincova of Slovakia pose for pictures after the world final of the Elite Model Look 2005 competition on November 12, 2005 in Shanghai, China. Charlotte Belliard, Sasha Gachulincova and Johanna Jonsson respectively won the competition, 1st runner-up and 2nd runner-up of the event. (Photo by China Photos/Getty Images)Gerald Marie bersama para model asuhannya. (Foto: Getty Images/China Photos)

Keberanian Carre Sutton lantas mendapat dukungan dari rekan sejawatnya, Carla Bruni. "Cukup sudah. Saya membela Carre dan para korban Gérald Marie menyusul kedatangan mereka di Paris untuk bersaksi demi melawan pelaku," kata supermodel era 90-an yang juga mantan ibu negara Prancis itu seperti dikutip New York Times.


Carla Bruni menegaskan, tak ada industri yang luput dari aksi pelecehan seksual. Ia menambahkan, "Masih banyak pekerjaan rumah di Prancis dan seluruh dunia untuk memastikan perempuan terlindungi dari kekerasan seksual di tempat kerja mereka."

Dukungan juga datang dari Helena Christensen. Ia mengaku sangat mengagumi keberanian para wanita untuk membela diri.


Gérald Marie dikenal sebagai sosok yang cukup berpengaruh di ranah fashion dunia selama tiga dekade terakhir. Ia pernah memimpin Elite Model Management untuk kawasan Eropa.

Elite Model Management adalah salah satu agensi model terbesar di dunia yang telah melahirkan nama-nama seperti Naomi Campbell dan Cindy Crawford.

Gérald Marie pernah menikah dengan model Linda Evangelista pada 1987 sebelum akhirnya bercerai lima tahun kemudian.



Simak Video "Temuan Kepolisian soal Skandal yang Jerat Kris Wu"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)