Baju Unik Pelari Afrika di Olimpiade Tokyo, Dibuat Desainer Tas Vegan

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 06 Agu 2021 09:10 WIB
Atlet Lari Liberia Emmanuel Matadi di Olimpiade Tokyo 2020 Atlet lari Emmanuel Matadi mengenakan pakaian yang dirancang khusus oleh desainer Telfar Clemens untuk timnas Liberia di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Instagram/@matadi)
Tokyo -

Liberia menjadi salah satu negara yang mengirimkan atletnya ke Olimpiade Tokyo 2020. Tak seperti di Olimpiade terdahulu, busana para atlet Liberia kali ini mendapat sentuhan dari desainer ternama Amerika Serikat (AS).

Sejak 1956, negara bekas jajahan AS di Afrika Barat itu aktif berpartisipasi di Olimpiade. Namun, belum pernah satupun atletnya memenangkan satu medali dari pesta olahraga dunia empat tahunan itu.

Minimnya perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap para atlet disebut-sebut sebagai penyebab Liberia minus prestasi di ajang Olimpiade. Bukan hal yang aneh mengingat negara berpopulasi lima juta jiwa itu masuk dalam daftar salah satu negara termiskin di dunia menurut World Bank.

Kurang diperhitungkan di dunia olahraga, para atlet Liberia pun kesulitan mendapat sponsor. Terakhir kali, mereka disponsori oleh New Balance untuk Olimpiade Sydney 2000. Sampai akhirnya, desainer Telfar Clemens turun tangan untuk merancang secara khusus busana Olimpiade Tokyo 2020 bagi para atlet Liberia.

Meski lahir dan besar di AS, desainer yang berbasis di New York City ini punya keterikatan dengan Liberia. Orangtuanya berasal dari Liberia. Keluarga Teflar Clemens sempat pindah ke kampung halaman sebelum akhirnya memutuskan kembali ke AS karena pecahnya perang saudara kedua di Liberia.

PARIS, FRANCE - JANUARY 16: Telfar Clemens attends the Gap X Telfar Party during the Menswear Fall/Winter 2020-2021 show as part of Paris Fashion Week on January 16, 2020 in Paris, France.  (Photo by Julien M. Hekimian/Getty Images for GAP)Telfar Clemens, desainer AS keturunan Liberia yang mendesain baju timnas Liberia untuk Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Getty Images for GAP/Julien M. Hekimian)

Tak seperti Marc Jacobs, Tory Burch, Prabal Gurung, atau Jason Wu, nama Teflar Clemens mungkin masih terdengar asing di telinga audiens global. Namun, reputasi pria 36 tahun itu sebagai desainer berbakat cukup disegani berkat sejumlah prestasi yang berhasil diraihnya.

Tiga tahun setelah mendirikan jenama fashionnya, ia berhasil memenangkan CFDA/Vogue Fashion Fund 2017. Sebagai pemenang, ia berhak mendapat suntikan modal untuk mengembangkan jenamanya yang bernama Telfar tersebut.

Teflar memiliki ciri khas desain busana dan aksesori yang modern, genderless (alias bisa dipakai pria ataupun wanita), serta ramah lingkungan. Salah satu karyanya yang laris manis adalah 'Telfar Shopping Bag', sebuah tas yang terbuat dari kulit vegan dan dihiasi logo 'T' khas Telfar.

Saking populernya, tas tersebut diklaim media fashion AS sebagai salah satu 'it-bag' dan 'aksesori paling penting pada dekade ini'. Telfar Shopping Bag juga mendapat julukan "Bushwick Birkin", karena harganya yang terbilang terjangkau. Ratu talkshow Oprah Winfrey pun memasukkannya dalam daftar benda terfavoritnya sepanjang 2020.

[Gambas:Instagram]



Kesuksesan tas tersebut membuat Clemens diganjar penghargaan desainer aksesori AS terbaik versi CFDA selama dua tahun berturut-turut, 2019 dan 2020.

"Bushwick Birkin" juga lah yang mempertemukan Telfar Clemens dengan para atlet Liberia. Pelari andalan Liberia, Emmanuel Matadi, menghubungi langsung sang desainer setelah pacarnya bercerita tentang tas tersebut.

Tanpa berpikir panjang, Clemens langsung mengiyakan permohonan Matadi untuk mendukung para atlet Liberia di Olimpiade Tokyo 2020. Padahal, ia sendiri tak punya pengalaman membuat pakaian olahraga atau sejenisnya. "Ini sangat berarti buatku di atas segalanya," kata sang desainer kepada The New York Times.

Untuk Olimpiade Tokyo 2020, Liberia mengirimkan tiga wakil yang semuanya turun di cabang olahraga atletik. Hanya dalam waktu empat bulan, Teflar Clemens yang tahun lalu merilis koleksi kolaborasi dengan GAP, menciptakan 70 potong busana. Proses pembuatan tersebut turut melibatkan perusahaan garmen di China, Portugal, Vietnam dan Italia.

Busana Olimpiade timnas Liberia terbilang unik karena dibuat dalam konsep desain yang unisex. Salah satunya atasan ketat dengan garis leher asimetris yang mengekspos salah satu sisi bahu.

[Gambas:Instagram]



"Saya pikir ini agak sedikit gila. Kelihatannya seperti baju perempuan. Tapi ketika melihatnya di tubuh saya, rasanya benar-benar berbeda dari yang saya pikirkan tadi," ujar Matadi, pelari dengan ranking 23 dunia pada nomor 100 meter itu.

Terdapat pula busana untuk kontingen Liberia pakai saat defile di seremoni pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Siluetnya menyerupai kaftan khas Afrika, tapi hadir dalam tampilan athleisure.

TOKYO, JAPAN - JULY 23: Flag bearers Ebony Morrison and Joseph Fahnbulleh of Team Liberia during the Opening Ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 23, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Patrick Smith/Getty Images)Timnas Liberia di seremoni pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Getty Images/Patrick Smith)

Rencananya, Telfar Clemens akan membuat koleksi yang terinspirasi dari baju para atlet Liberia untuk dijual di pasaran. Ia berharap, pengalaman membuat pakaian timnas Liberia dapat membuka pintu untuk berekspansi ke ranah activewear.


Bagi Matadi sendiri, busana timnas Liberia buatan Telfar Clemens memiliki makna tersendiri untuk memotivasi mental para atlet. "Ada dorongan secara psikologis. Jika kamu merasa penampilanmu oke, kamu pasti akan berperforma dengan baik," katanya.

Karya Telfar Clemens ini juga diharapakan dapat mengubah citra 'negara perang' yang selama ini masih menempel pada Liberia. Matadi berujar, "Liberia bukan lagi negara perang. Misiku untuk semua ini adalah mengubah persepsi tersebut."

Emmanuel Matadi, of Liberia, reacts after a heat in the men's 100-meter run at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 31, 2021, in Tokyo. (AP Photo/Martin Meissner)Atlet lari Liberia Emmanuel Matadi di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Martin Meissner)


Simak Video "Gaya Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Beri Penghormatan pada One Piece"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)