Motif Ondel-ondel hingga Asinan di Wastra Karya Anak Bangsa

Inkana Putri - wolipop Sabtu, 03 Jul 2021 22:59 WIB
Tioria by Camaria. Foto: Tokopedia
Jakarta -

Menempuh pendidikan seni dan fesyen di Amerika tak lantas membuat Thekla Odelia Caramia lupa dengan Indonesia. Hal ini terbukti dari upayanya untuk menuangkan seni ke dalam produk Tioria by Caramia.

Dengan paduan seni dan fesyen, Caramia menghadirkan beragam jenis produk Tioria dengan motif-motif khas Nusantara.

"Based from long story short, I didn't really enjoy my job. Jadi dulu aku sempet kerja, tapi aku rasa itu bukan panggilan. Dan akhirnya aku punya pilihan mau kerja atau buka usaha, akhirnya aku buka usaha karena memang waktu aku di Amrik aku ngerasa masih muda dan punya ketertarikan mencoba something new. Lalu aku pilih untuk pulang," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Soal nama Tioria, Caramia menyebut terinspirasi dari kedua nama neneknya, Tioria dan Tiorim. Meski terdengar hampir mirip, namun keduanya punya jalan sukses yang berbeda-beda. Dari sinilah ia ingin menyampaikan bahwa setiap orang bisa sukses dengan caranya sendiri.

"Jadi, Tioria itu nama nenek aku. Kan aku orang Batak, nama ompung aku itu Tioria sama Tiorim, kebetulan namanya itu kedengarannya similar. Tapi ompung Tioria itu business woman, ompung Tiorim itu istri petani. Dari namanya itu similar, tapi definisi suksesnya itu beda," ungkapnya.

"Nah, dari situlah aku terinspirasi mau bikin sebuah brand yang menceritakan kesuksesan semua orang entah jadi business woman atau istri petani itu keren semua. Itulah kalau di Tioria logonya mahkota padi," tambahnya.

Meski kini usahanya telah sukses, Caramia mengaku sempat mengalami kesulitan di awal berbisnis. Bahkan, di awal memulai bisnis, ia bercerita sempat menjual 2 produk saja dari 12 SKU. Namun, hal ini tak membuat dirinya menyerah dan terus berinovasi.

"Tioria itu mulai bazar Januari 2017, tapi waktu mulai research dan lain akhir 2016 kan perlu waktu untuk cari barang, belajar usaha karena aku anak seni. Waktu aku sekolah di luar (negeri) itu Bachelor of Art Design and Fashion, terus tiba-tiba banting setir bikin usaha kecil itu lumayan challenging," katanya.

"Waktu aku mulai Tioria pas awal itu dari batik cap. Nah dari koleksi pertama itu kita hampir tutup, sangat failed. Kayak dari 12 SKU cuma 2 yang terjual dan itu print-an ku. Dari situlah nyoba print," paparnya.

Bercerita tentang ciri khas, Caramia menjelaskan setiap produk Tioria terkenal dengan warna-warna cerahnya. Selain itu, produk Tioria juga memiliki cerita tersendiri

"Kalau Tioria itu kan emang cerita dari nusantara. Dan (desain) print itu pun ada cerita asinan, ondel-ondel, kota tua, ada juga Surabaya, Yogya. Kita emang cari-cari cerita yang dilihat dari kacamata kami, terus kita bikin cheerful, sangat joy dan autentik. Jadi dari ciri khas print-an ku yang warna-warni itu, itulah jadi ciri khas kita," paparnya.

Hingga kini, bisnis Tioria pun telah melebar ke mancanegara. Bahkan, Caramia mengaku kini dirinya telah bekerja sama dengan buyer di Singapura dan Los Angeles.

"Sebenarnya produk kita udah di seluruh dunia, banyak banget yang dibawa untuk hadiah atau untuk keep safe. Tapi untuk buyer udah dapet di Singapura dan Los Angeles. Kita juga lagi mulai kerja sama dengan buyer di sana, tapi kan situasinya lagi kayak gini," paparnya.

Tioria by Camaria.Tioria by Caramia. Foto: Tokopedia

Pandemi COVID-19 memang berdampak terhadap berbagai sektor UMKM, tak terkecuali Tioria. Ia pun menyebut awal pandemi membuat omzet bisnisnya menurun hingga 75%. Namun, dirinya segera mengantisipasi dengan meningkatkan penjualan online melalui Tokopedia dan berinovasi produk baru.

"Waktu pandemi baru mulai itu hampir 75% waktu ronde pertama. Waktu mulai pandemi kan ngedrop semua dan tentunya kegiatan bazar tidak jadi semua," katanya.

"Tentunya kita adaptasi dengan bikin produk baru yang sesuai. Kita bikin kayak masker kain, tas lipat, tas kanvas dan tas lainnya yang bisa dicuci. Jadi tipenya produk yang diperlukan konsumer, tapi juga tentunya kita ke e-commerce, salah satunya Tokopedia," imbuhnya.

Sejak bergabung di Tokopedia, Caramia pun mengaku omzetnya meningkat hingga 3 kali lipat. Adapun beberapa produk yang laris di Tokopedia di antaranya masker pabrik dan tas lipat.

Kalau di Tokopedia itu gabung Desember 2018, tapi baru seriusnya itu waktu pandemi. Dibandingkan tahun lalu, itu omzetnya naik 3 kali lipat. Produk yang paling laku pasti fabric mask, tas lipat. Tapi sekarang sejak orang terbiasa pandemi, kayak hadiah-hadiah pun masih jalan. Kita juga kasih gift card dan gift wrapping option, yang membuat customer lebih gampang memberi sesuatu," ungkapnya.

Ke depan, Caramia mengatakan dirinya akan terus berinovasi dan berkolaborasi menghadirkan produk baru. Dengan demikian ia tetap dapat melestarikan budaya Indonesia melalui produk miliknya.

"Kita sebagai UMKM harus inovasi terus, tapi mungkin bisa dalam rangka kolaborasi. Kita ada beberapa kolaborasi yang masih kita develop dengan brand-brand yang compliment dengan lifestyle kita. Karena kita kan budaya apakah bisa jadi sepatu atau topi itu nanti tergantung kesuksesan produk," pungkasnya.

(mul/eny)