Banjir Kritik, Iklan Busana Valentino Dinilai Menginjak-injak Budaya Jepang

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 03 Apr 2021 19:31 WIB
Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono. Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono. Foto: Tangkapan layar Twitter
Jakarta -

Orang Jepang sangat menjunjung tinggi budayanya. Maka ketika mereka merasa budaya yang memiliki nilai-nilai luhur diinjak-injak, masyarakatnya pun tak tinggal diam.

Belum lama ini brand fashion Valentino merilis foto kampanye koleksi Spring/Summer 2021 dengan menampilkan Mitsuki Kimura, anak dari aktor Takuya Kimura, sebagai modelnya. Jika dilihat sepintas tak ada yang salah dengan pemotretan tersebut. Namun jika diperhatikan ada detail yang membuat orang Jepang meradang.

Mitsuki, atau lebih dikenal dengan nama Koki, tampil mengenakan setelan jas, blouse ruffle dan jeans. Gayanya memang tampak chic dan stylish. Namun yang dipermasalahkan adalah konsep pemotretan.

Kiko terlihat berpose fierce di atas batu beralaskan obi kimono warna champagne yang dihiasi bordiran bunga. Menurut netizen Jepang, menduduki kain obi merupakan bentuk penghinaan terhadap budaya mereka.

Lalu pada pemotretan lainnya tampak Koki memakai mini shift dress dan tas berwarna pink. Dalam foto tersebut, dia berdiri di atas obi warna merah, yang digelarkan begitu saja di rerumputan.

Pose tersebut dinilai netizen, seolah budaya Jepang diinjak-injak. Mereka pun menyatakan kritik dan kekecewaannya di media sosial.

Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono.Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono. Foto: Tangkapan layar Twitter

"Ini tidak hanya terbatas di Jepang, tapi Anda tidak seharusnya menginjak atau memperlakukan kain tradisional dengan kasar seperti itu," protes netizen di Twitter.

"Orang Jepang tidak pernah mengemperkan obi kimono di tanah atau berdiri di atasnya! Foto ini jelas sebuah perampasan budaya oleh orang asing!" cuit netizen lain.

Pihak Valentino pun menyadari kesalahannya dan langsung menghapus iklan tersebut dari berbagai platform promosi. Mereka juga minta maaf karena tidak peka dengan kebudayaan negara lain.

"Tidak sengaja menampilkan model duduk atau menginjak kain Jepang yang disebut obi tradisional dan membuat dia pakai sepatu di dalam rumah tradisional Jepang," tulis Valentino.

Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono.Pemotretan Valentino dikritik karena menampilkan model menginjak obi kimono. Foto: Tangkapan layar Twitter

"Kain tersebut menyerupai obi Jepang dan Maison Valentino minta maaf dari hati yang terdalam karena sudah membuat tersinggung," lanjutnya.

Permintaan maaf Valentino tidak juga menyurutkan kekesalan sebagian netizen karena penggunaan kata 'tidak sengaja' dalam surat terbuka mereka. Ada pula yang menilai permintaan maafnya tidak tulus. Sejumlah netizen bahkan menyerukan untuk boikot produk-produk Valentino.

Perlu diketahui, obi merupakan tradisional Jepang yang digunakan sebagai belt atau ikat pinggang saat mengenakan kimono. Seperti hal nya kimono, obi juga dipandang sebagai bagian penting dalam budaya Jepang.

(hst/hst)