Perhiasan Etnik-Modern di Koleksi Terbaru The Palace dan Samuel Wattimena

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 30 Mar 2021 17:15 WIB
Perhiasan Etnik The Palace dan Samuel Wattimena Koleksi perhiasan etnik-modern buah kolaborasi terbaru The Palace dan desainer Samuel Wattimena. (Foto: Dok. The Palace)
Jakarta -

Indonesia kaya akan warisan budaya, tak cuma wastra tapi juga aksesori tradisionalnya. Keragaman tersebut diangkat di koleksi terbaru buah kolaborasi The Palace dengan desainer kenamaan Tanah Air Samuel Wattimena.

Bertajuk 'Nusantara', koleksi tersebut melengkapi kolaborasi yang telah terjalin sejak 2017 ini. Bermula dari 20 model perhiasan seri Nusa, kini telah mencapai 86 artikel dari tambahan seri baru, yakni Anta dan Tara.

Siluet-siluet aksesori tradisional menjadi sumber inspirasi koleksi 'Nusantara'. Siluet tersebut lalu dikemas dalam desain yang lebih modern tanpa meninggalkan 'roso' atau filosofi yang menyertainya.

Seri Nusa misalnya, menghadirkan aksesori yang merupakan interpretasi baru dari pending. Pending sebenarnya merupakan aksesori berbentuk kepala ikat pinggang yang umum menghiasi pakaian tradisional Indonesia bagian barat, seperti di Sumatera.

Perhiasan Etnik The Palace dan Samuel WattimenaKoleksi 'Nusa' dari Nusantara. (Foto: Dok. The Palace)

Menurut Notty J Mahdi dari Forum Kajian Antropologi Indonesia yang mendampingi The Palace dalam menelusuri filosofi dari setiap koleksi Nusantara, pending biasa dipakai saat upacara pernikahan dan perayaan hari besar lainnya, seperti Imlek dan Cap Go Meh.

Pada awalnya, pending berbentuk bulat atau oval, merepresentasikan rezeki dan kebahagiaan yang tak terputus. Di tangan Samuel, pending hadir dalam wujud kalung dang gelang.

Keunikan perhiasan khas Sumba, Nusa Tenggara Timur, muncul di seri Anta. Kali ini, ilham datang dari siluet mamuli yang biasa bipakai di telinga. Bentuknya menyerupai mata pena di bagian atasnya dan mengecil di bagian bawah dengan aneka ornamen. Mamuli menjadi penanda identitas perempuan, kesuburan, rahim yang melahirkan generasi penerus.

Perhiasan Etnik The Palace dan Samuel WattimenaKoleksi 'Anta' dari Nusantara. (Foto: Dok. The Palace)

Sementara itu, seri Tara menyoroti perhiasan dari Indonesia bagian timur, seperti belak. Dalam budaya Maluku, belak menjadi tanda cinta laki-laki saat melamar sang kekasih. Dalam seri ini, belak mewujud dalam aneka motif berlapiskan emas dan berlian.

"Untuk ke depannya, kami sedang mengeksplorasi untuk menambah keindahan koleksi ini dengan material precious stone seperti rubi dan saphire," ungkap General Manager The Palace Jeweler Jelita Setifa dalam keterangan resminya kepada Wolipop detikcom.

Perhiasan Etnik The Palace dan Samuel WattimenaKoleksi 'Tara' dari Nusantara. (Foto: Dok. The Palace)

Sebuah peragaan busana Samuel Wattimena yang diinisiasi oleh KBRI Seoul akhir pekan lalu turut merayakan kehadiran koleksi 'Nusantara'.

Ada 40 look busana bergaya etnik yang mengusung konsep sustainability dan zero waste. Jumlah tersebut mewakili 40 tahun Samuel berkarya. Semuanya berpadu apik dengan ragam koleksi perhiasan terbaru The Palace yang berada di bawah naungan PT Central Mega Kencana dan sang desainer.

"Koleksi ini tidak dapat tercipta jika di antara kami tidak saling membuka diri. Tim The Palace terdiri dari orang-orang yang begitu open untuk saling bertukar ide. Karena sejatinya, koleksi ini bukan sekadar tentang berliannya, tetapi lebih kepada heritage-nya," ujar Samuel.

(dtg/dtg)