Sejauh Mata Memandang Ajak Pakai Baju Sama Berulang Demi Selamatkan Alam

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 10 Mar 2021 08:30 WIB
Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam persembahan Sejauh Mata Memandang di ASHTA 8 at SCBD Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang
Jakarta -

Memakai baju yang berulang mungkin sangat dihindari oleh banyak orang atas nama gaya dan gengsi. Padahal, ada misi mulia di baliknya untuk menyelamatkan alam.

Pesan itu yang Chitra Subyakto vokal gaungkan beberapa tahun terakhir bersama label slow fashion-nya, Sejauh Mata Memandang.

Ia kembali mempertegas komitmen tersebut dengan mengadakan pameran 'Sayang Sandang, Sayang Alam' di ASHTA at District 8, SCBD, Jakarta, pada 6 Maret - 6 April 2021.

Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam persembahan Sejauh Mata Memandang di ASHTA 8 at SCBDPameran 'Sayang Sandang, Sayang Alam' persembahan Sejauh Mata Memandang di ASHTA 8 at SCBD, 6 Maret - 6 April 2021. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Bila di pameran sebelumnya sampah plastik di laut yang menjadi fokus, kali ini Chitra ingin menyadarkan masyarakat akan isu limbah fashion. Desainer visual Felix Tjahyadi dan perusahaan material ramah lingkungan TACO pun kembali digandengnya.

'Sayang Sandang, Sayang Alam' menyoroti dampak dari industri tekstil dan mode sebagai salah satu pencemar terbesar lingkungan.

Salah satu solusinya, memperkenalkan konsep circular fashion yang mengedepankan pengembangan produk yang berkelanjutan, daur ulang tekstil menjadi produk baru bernilai ekonomi, serta gaya hidup yang ramah lingkungan.

"Selama ini prosesnya kan linear, bikin produk, pakai lalu buang. Tapi sekarang bagaimana membuatnya berputar sehingga terjadi daur ulang demi mengurangi limbah," kata Chitra saat jumpa pers virtual, Selasa (9/3/2021).

[Gambas:Instagram]



Sudah bukan rahasia lagi bila industri fashion adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran industri fast fashion semakin memperburuk situasi.

"Fakta menunjukkan bahwa fashion merupakan salah satu penyumbang polutan sampah terbesar. Sebenarnya, 95 persen sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain," kata Chitra yang mendirikan Sejauh Mata Memandang pada 2014.

Itu mengapa, di samping visualisasi soal limbah fashion, pameran 'Sayang Sandang, Sayang Alam' juga menyediakan semacam drop box agar pengunjung dapat menyumbangkan pakaian bekasnya untuk didaur ulang.

Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam persembahan Sejauh Mata Memandang di ASHTA 8 at SCBDDrop Box di pameran 'Sayang Sandang, Sayang Alam'. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Tak hanya lewat karya, Chitra juga menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan dalam keseharian. Di rumah, ia memakai panel solar dan memasak dengan hasil panen dari kebun sendiri.

"Juga hampir setiap saat saya memakai baju yang sama berulang kali. Saya rasa sudah saatnya kita membudayakan pakai baju yang sama berulang-ulang. Artis Hollywood juga sudah menerapkannya di karpet merah beberapa tahun belakangan," terang Chitra.



Simak Video "Prosesi Pemakaman Pangeran Philip"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)