Gaya Unik Serena Williams Lawan Naomi Osaka, Pakai Celana Panjang Sebelah

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 19 Feb 2021 15:31 WIB
Serena Williams melawan Naomi Osaka di semi final Australian Open 2021 Serena Williams saat melawan Naomi Osaka di semifinal Australian Open 2021. (Foto: Getty Images/Matt King)
Melbourne -

Upaya Serena Williams untuk menyamakan rekor Margaret Court sebagai petenis dengan juara Grand Slam terbanyak, kandas setelah kalah dari Naomi Osaka di babak semifinal Australian Open 2021. Namun setidaknya, kostum yang dipakainya menjadi 'pemenang'.

Laga yang sangat dinanti-nantikan pecinta tenis itu berlangsung di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Jumat (18/2/2021). Pada kesempatan ini, Serena Williams kembali mengulang momen gayanya yang pernah menyulut kontroversi di ajang French Open 2018. Sebuah catsuit lagi-lagi menjadi andalannya.

Bedanya, jika dua tahun lalu, ia memakai catsuit serba hitam pekat, kali ini lebih 'mencolok' dalam kombinasi warna merah, hitam, dan merah muda yang kontras.

Menariknya, pakaian ketat tersebut hadir dalam potongan celana yang asimetris. Bagian kanan panjang sampai semata kaki, sementara bagian kiri sangat pendek sepangkal paha.

Serena Williams melawan Naomi Osaka di semi final Australian Open 2021Serena Williams melawan Naomi Osaka di semifinal Australian Open 2021 (Foto: AP Photo/Andy Brownbill)

Sneakers tenis Serena dalam sapuan warna biru neon dan bubble-gum pink kian menyemarakkan penampilan petenis 39 tahun yang telah memenangkan 23 gelar Grand Slam itu.

Serena pertama kali memperkenalkan kostum buatan Nike tersebut di pertandingan pertamanya di Australian Open 2021 awal pekan lalu.

Usut punya usut, inspirasi kostum ini bersumber dari mendiang pelari legendaris Florence Griffith Joyner yang akrab disapa FloJo. Sang atlet terkenal dengan gayanya yang flamboyan saat bertanding.

"Saya terinspirasi oleh FloJo, atlet lari hebat ketika saya masih kecil. Melihat gayanya yang selalu berubah adalah hal yang luar biasa," kata ibu satu anak ini dalam sebuah jumpa pers seperti dikutip Reuters.

World and Olympic athletics champion Florence Griffith-Joyner of the United States  (1959 - 1998) poses for a portrait on 5th April 1988 in Los Angeles, California, United States. (Photo by Tony Duffy/Allsport/Getty Images)Pelari AS Florence Griffith-Joyner. (Foto: Tony Duffy/Allsport/Getty Images)

Rekor Florence pada nomor lari 100 dan 200 meter yang dicapai di Olimpiade Seoul 1988 belum pernah terkalahkan sampai saat ini. Serena pun berharap, kostum tersebut dapat memberinya semacam kekuatan baru.

"Tahun ini, kami berpikir apa yang bisa kami lakukan untuk mengangkat Serena Williams di lapangan," katanya.

Namun, kenyataan yang terjadi di luar harapan Serena. Ia malah dikalahkan oleh junior yang juga penggemar beratnya sendiri. Naomi Osaka menang 6-3, 6-4 di laga yang hanya berdurasi 1 jam 15 menit itu.

Akan tetapi, kemenangan tetap diraih Serena berkat catsuit uniknya tersebut. Demikian ditulis kritikus fashion New York Times Vanessa Friedman dalam sebuah tulisan berjudul 'Serena Williams's Australian Open Catsuit Has Already Won' yang terbit Rabu (17/2/2021) atau sehari sebelum Serena melawan Naomi.

Serena Williams melawan Naomi Osaka di semi final Australian Open 2021Serena Williams dan Naomi Osaka di semifinal Australian Open 2021. (Foto: AP Photo/Andy Brownbill)

Menurutnya, busana Serena Williams ini bukan sebuah gaya atau tren semata, melainkan menjadi pernyataan penting tentang kebebasan para perempuan di dunia tenis dalam mengekspresikan diri.

"Ini tentang memungkinkan para petenis wanita untuk memilih apa yang mereka pakai dan mendobrak stereotipe apa yang pantas atau tidak untuk wanita kenakan. Serta siapa yang berhak memutuskan," tulisnya.

(dtg/dtg)