Bocoran Karya 3 Desainer Kesatria DFK 2020: Baju Sustainable Berkah Pandemi

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 19 Nov 2020 11:30 WIB
Koleksi Toton Januar for Dewi Fashion Knight [DFK] di Jakarta Fashion Week 2017. Senayan City. Jakarta. Koleksi Toton di Dewi Fashion Knight (DFK) 2017. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
Jakarta -

Berbeda dari biasanya, Jakarta Fashion Week (JFW) 2021 akan digelar secara virtual karena pandemi COVID-19. Meski dalam format lain, tradisi JFW untuk menghadirkan Dewi Fashion Knights (DFK) sebagai pamungkas akan tetap ada. Namun, apa yang menarik di DFK tahun ini?

Nama desainer yang 'dikukuhkan' sebagai kesatria mode di DFK 2020 telah diumumkan baru-baru ini menjelang acara yang rencananya dilaksanakan pada 29 November nanti. Mereka adalah Toton Januar, Citra Subiyakto (Sejauh Mata Memandang), dan Lulu Lutfi Labibi.

Daya tarik dari DFK tahun ini mungkin bukan dari kehadiran nama-nama baru di jajaran penerima gelar kesatriaannya. Pasalnya, ketiga desainer tersebut sudah pernah kali di panggung DFK terdahulu.

Namun, cerita inspirasi dan proses kreatif di balik koleksi eksklusif mereka untuk perhelatan ini yang membuat DFK di JFW 2021 terasa istimewa.

DFK tahun ini berlangsung saat wabah virus Corona masih membayangi negeri kita. Industri kreatif, termasuk mode, belum sepenuhnya pulih meski roda perekonomian sudah mulai berputar.

Diakui oleh ketiga desainer, berkarya di tengah pandemi memang menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, situasi tersebut tanpa disadari memberi perspektif baru dalam proses kreatif mereka. Belajar mengapresiasi lingkungan lewat karya salah satunya.

Lulu Lutfi Labibi di JFW 2019Salah satu karya Lulu Lutfi Labibi di JFW 2019 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

"Kalau ada yang bilang pandemi guru terbaik, itu benar. Dulu, saya suka emosional beli bahan. Saking banyaknya, saya baru ingat pernah beli bahan tersebut di tahun berikutnya. Pas bersih-bersih gudang saat pandemi, saya tersadar menyimpan banyak sekali bahan yang tidak terpakai," ungkap Lulu Lutfi Labibi saat jumpa pers virtual DFK.

Senada dengan tema DFK tahun ini, "Mother Earth", sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, desainer yang identik dengan busana draping asimetris berbahan lurik ini memanfaatkan bahan yang ada untuk diolah menjadi koleksi yang baru. "Tantangannya, bagaimana menghadirkan cerita yang baru dari material lama," katanya.

Toton pun demikian. Di DFK keempatnya, pantang bagi dia untuk membeli material baru. "Untuk koleksi musim panas 2021 di DFK ini, secara keseluruhan kami pakai bahan yang sudah ada di workshop. Teknik-teknik yang sudah jarang kami pakai, seperti bordir dan makrame, juga dieksplor kali ini untuk menciptakan tampilan baru," kata pria asal Makassar tersebut.

Sementara itu, Citra Subiyakto dengan labelnya, Sejauh Mata Memandang, memilih mendaur ulang kain limbahan pabrik. "Saya pakai kain sisa pabrik konveksi, lalu diolah menjadi benang. Setelah itu ditenun menjadi kain," kata adik Jay Subiyakto ini.


Sudah menjadi cita-cita Citra untuk menjadikan Sejauh Mata Memandang sebagai label yang sustainable atau ramah lingkungan. Perempuan yang lebih senang melabeli diri sebagai 'tukang kain', alih-alih desainer ini, pun selalu berkomitmen untuk mengolah material yang sudah tak terpakai lagi. "Kalau dipikir-pikir sekarang, saya dari tukang kain sekarang jadi tukang sampah," candanya.

sejauh mata memandang jfw 2020Sejauh Mata Memandang di JFW 2020 (Foto: Agus Purnomo/detikcom)

Editor in Chief Dewi Margaretha Untoro berharap DFK tahun ini dapat memberikan optimisme di tengah pandemi sekaligus menumbuhkan kesadaran untul lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kami ingin menginspirasi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi walau di tengah pandemi sekalipun. Kami juga ingin menyuarakan pesan sustainability yang menjadi cita-cita kami sejak lama untuk menumbuhkan kesadaran yang kolektif," katanya.


Seperti apa koleksi lengkapnya? Kita tunggu karya mereka di Dewi Fashion Knights 2020 di Jakarta Fashion Week 2021 pada Minggu (29/11/2020) mendatang.

(dtg/dtg)