Desainer Jepang Bikin Masker Terbuat dari Mutiara, Harganya Rp 138 Juta

Hestianingsih - wolipop Senin, 17 Agu 2020 15:00 WIB
Desainer Jepang Rieko Kawanishi membuat masker terbuat dari mutiara asli. Masker mutiara seharga Rp 138 Juta. Foto: Tangkapan layar YouTube/South China Morning Post
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat banyak desainer berlomba-lomba membuat masker dengan ciri khas rancangannya masing-masing. Salah satunya Rieko Kawanishi, desainer asal Jepang.

Rieko Kawanishi yang dikenal sebagai desainer aksesori menciptakan masker mewah terbuat dari 310 butir mutiara asli. Ia menggunakan mutiara Akoya, salah satu jenis mutiara laut dengan kualitas tinggi yang paling populer karena keindahan kilaunya.

"Setelah pandemi, banyak tempat yang untuk pertamakalinya, mengharuskan kamu pakai masker. Aku hanya terpikir untuk membuat sesuatu (masker) yang elegan," ujar Rieko seperti dikutip dari Elite Readers.

Butuh waktu tiga hari bagi Rieko untuk membuat masker mutiara nan cantik ini. Karyanya pun dipamerkan di tokonya, kawasan Tokyo, dan bisa dibeli dengan harga USD 9,350 atau sekitar Rp 138 juta.

Desainer Jepang Rieko Kawanishi membuat masker terbuat dari mutiara asli.Desainer Jepang Rieko Kawanishi membuat masker terbuat dari mutiara asli. Foto: Tangkapan layar YouTube/South China Morning Post

Meskipun harganya sangat mahal, masker ini tidak menjamin perlindungan maksimal terhadap penularan virus Corona. Rieko sendiri mengakui kalau masker buatannya tersebut tidak terlalu efektif cegah COVID-19.

"Penuh dengan lubang!" kata Rieko.

Dia pun menyarankan agar memakai masker berlapis. Gunakan terlebih dahulu masker medis atau masker kain, baru setelah itu pakai masker mutiara di atasnya.

Masker dengan material mewah seperti mutiara, berlian atau emas memang mulai marak di tengah pandemi virus Corona. Sedap dipandang mata, namun bukan pilihan bijak, jika ingin digunakan sebagai pencegah penularan COVID-19.

Pakar penyakit menular Kazunari Onishi pun memperingatkan agar pembeli waspada. Jangan mengandalkan masker-masker bertabur atau berlapis emas sebagai alat pelindung diri jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyaring partikel virus maupun bakteri.

"Kalau prioritas Anda adalah mencegah infeksi virus, maka masker seperti itu tidak akan melindungi nyawa Anda," tukas Kazunari seperti dilansir New York Times.

Sejauh ini masker N95, masker medis dan masker kain masih menjadi alat yang efektif mencegah penyebaran virus apabila dipakai dengan benar. Namun khusus untuk N95, sebaiknya hanya diperuntukkan bagi petugas medis, yang lebih berisiko terpapar COVID-19.



Simak Video " Wujud Masker Rp 22 Miliar Bikinan Israel Berlapis Emas dan Berlian"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)