5 Fakta Sejarah Pakaian Dalam, Sports Bra dari Celana Dalam Pria

Hestianingsih - wolipop Selasa, 11 Agu 2020 06:30 WIB
Drawers filled with sexy lace lingerie. Textile, Underwear. Ilustrasi lingerie. Foto: Getty Images/iStockphoto/dannikonov
Jakarta -

Pakaian dalam sudah jadi bagian normal dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak terlihat dari luar pemakaiannya sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berbusana.

Pada zaman modern ini pakaian dalam tampil dengan berbagai bentuk, ukuran dan bahan. Bagaimana dengan zaman dahulu? Apakah sama seperti sekarang atau justru jauh berbeda?

Berikut ini fakta-fakta menarik dan menggelitik tentang sejarah pakaian dalam yang perlu kamu tahu.

1. Bra Dulunya Berbentuk Korset

Luxurious retro corset and suspender on a mannequin. ClothingIlustrasi korset. Foto: iStock

Sebelum abad 20, wanita kaya di Barat menggunakan korset untuk menopang payudara. Pada masa itu korset terbuat dari besi, kayu atau gading dengan detail lace. Pada abad ke-16 sampai 18, korset juga dikenal dengan nama stays. Bentuk korset ini bisa strapless atau memakai tali di bahu.

2. Sports Bra Awalnya Terbuat dari Celana Dalam Pria

White woman stretching before exerciseIlustrasi wanita memakai sports bra. Foto: iStock

Pada 1977, tiga sekawan Hinda Miller, Losa Lindahl dan Polly Palmer Smith mematenkan merek Jogbra, bra elastis yang digunakan saat berolahraga. Ketiga wanita ini kala itu hobi jogging tapi tidak bisa menemukan bra yang tepat untuk menopang payudara mereka saat berlari.

Maka dari itu mereka membuat sports bra pertama yang terbuat dari celana dalam pria. Pembuatan sports bra ini hanya memakan waktu selama beberapa jam.

3. Bra Paling Mahal di Dunia

Gisele Bundchen memamerkan bra senilai USD 15 juta di butik Victoria's Secret, New York City, Pada 7 Desember 2000.Gisele Bundchen memamerkan bra senilai USD 15 juta di butik Victoria's Secret, New York City, Pada 7 Desember 2000. Foto: Getty Images/Getty Images

Brand lingerie raksasa Victoria's Secret pernah membuat bra termahal di dunia. Bra yang ditampilkan di fashion show pada 2002 ini terbuat dari 1.300 batu permata termasuk di antaranya ruby Thailand.

Red Hot Fantasy Bra ini bernilai USD 15 juta atau sekitar Rp 221 miliar. Saat itu supermodel Gisele Bundchen yang dapat kehormatan memeragakannya di catwalk.

4. Bra Tiup untuk Tampil Seksi

Seorang managing director dari sebuah perusahaan Amerika mendemonstrasikan produk bra tiup yang diproduksi di Inggris pada September 1952.Seorang managing director dari sebuah perusahaan Amerika mendemonstrasikan produk bra tiup yang diproduksi di Inggris pada September 1952. Foto: Getty Images/George Konig

Wanita terobsesi dengan dada besar dan pinggang kecil pada era 1950-an sampai 1960-an. Namun kala itu push-up bra belum diciptakan. Maka untuk memberi efek payudara lebih besar para wanita menyumpalkan kaus kaki atau kain katun ke bra mereka.

Melihat peluang bisnis, sebuah perusahaan Amerika Serikat menciptakan bra tiup, untuk memenuhi permintaan wanita yang terobsesi tampil dengan dada besar. Bra ini bisa ditiup sesuai ukuran yang konsumen inginkan. Sempat jadi tren dan difavoritkan, popularitas bra tiup kian menurun, karena sering kempes setelah seharian dipakai.

5. T-shirt Pria Dulunya Jadi Pakaian Dalam

Aktor Marlon Brando memopulerkan t-shirt yang awalnya sebagai pakaian dalam pria jadi busana casual.Aktor Marlon Brando memopulerkan t-shirt yang awalnya sebagai pakaian dalam pria jadi busana casual. Foto: Getty Images/Hulton Archive

Zaman sekarang pria memakai t-shirt atau kaus dengan bebas dan dianggap sebagai busana casual. Tapi sebelum 1950-an, t-shirt dikenakan untuk pakaan dalam.

Sampai pada 1951, aktor Marlon Brando memakai t-shirt tanpa baju luaran dalam film 'A Streetcar Named Desire' dan seketika kaus jadi hits. Kini t-shirt atau kaus jadi pakaian sehari-hari yang dipakai banyak pria.



Simak Video "Isi Permintaan Maaf Rihanna soal Kontroversi Hadis Islam"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)