Kisah di Balik Kebaya Lamaran Nikita Willy Diungkap Sang Desainer

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 27 Jul 2020 14:09 WIB
Kebaya lamaran Nikita Willy karya Didiet Maulana Acara lamaran Nikita Willy dan Indra Priawan. Nikita anggun dalam balutan kebaya karya Didiet Maulana. (Foto: Tim Morden via Instagram/@nikitawillyofficial94)
Jakarta -

Kabar bahagia datang dari aktris Nikita Willy. Ia resmi dilamar oleh bos Bluebird Indra Priawan, Minggu (26/7/2020), setelah memadu kasih selama empat tahun. Untuk momen spesial tersebut, keduanya serasi dalam balutan busana bernuansa etnik hijau.


Adalah desainer Didiet Maulana yang merancang busana sejoli tersebut di bawah labelnya, Svarna by IKAT Indonesia. Ia mengungkapkan, konsep busana mereka merupakan perpaduan dua adat berbeda, Padang dan Lampung.

"Nikita lah yang punya ide, bahwa untuk busana tunangan ini, mereka ingin merepresentasikan masing-masing budayanya, yaitu Niki dari Padang dan Indra dari Lampung," kata Didiet kepada Wolipop detikcom, Senin (27/7/2020).

[Gambas:Instagram]




Pendiri label IKAT Indonesia itu lalu memadukan dua budaya tersebut dalam satu warna untuk memberikan kesan senada. "Aku ingin menggambarkan bahwa seperti itulah manusia, walau pun berbeda tetapi saling mengapresiasi sehingga untuk menuju satu keselarasan butuh komitmen sebagaimana sepasang kekasih yang ingin membina rumah tangga," terang Didiet.


Untuk lamaran Nikita Willy, Didiet dan tim menyiapkan sebuah set kebaya dengan inspirasi baju kurung yang memiliki bukaan di bagian belakang.

Kebaya tersebut dipadukan dengan songket khas Minang dalam palet yang bisa membaurkan perbedaan dua kultur berbeda. Dipilihlah emas muda atau champagne.

Warna kebayanya sendiri merupakan pilihan Nikita Willy, yakni hijau lembut yang adalah warna favorit perempuan 26 tahun tersebut.

Sketsa Kebaya lamaran Nikita Willy karya Didiet MaulanaSketsa kebaya lamaran Nikita Willy dan kemeja tapis Indra Priawan karya Didiet Maulana. (Foto: Dok. Didiet Maulana)

"Kebetulan aku sedang suka banget mengumpulkan barang antik dan selalu cinta dengan tembikar Celadon, salah satu karya keramik tertua di dunia dan berkembang zaman dinasti Shang di China kira kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Warnanya jade atau batu giok sesuai dengan warna yang diinginkan Nikita," ungkap Didiet.

Ia lalu menambahkan aplikasi detail payetan yang menghiasi sekujur kebaya untuk mempertegas kesan elegan. Tidak ketinggalan sebuah kerudung senada sebagai sentuhan akhir yang apik.

Untuk Indra, Didiet mengeksplor kain tapis dari Lampung untuk atasan bersiluet kemeja lengan tanpa kerah. "Kemeja dipadukan dengan celana yang berpotongan sangat chic. Karena posturnya yang tinggi, Indra sangat proporsional dalam menghadirkan motif tapis tersebut," katanya.

[Gambas:Instagram]



Semua material yang digunakan berasal dari perajin lokal sebagai bentuk dukungan pasangan tersebut untuk mereka.

Didiet Maulana mengaku tak ada tantangan berarti yang dihadapi saat membuat busana lamaran Nikita Willy dan Indra Priawan meski waktunya terbilang singkat. "Kami buat dalam waktu 1,5 bulan saja," katanya. Ia menambahkan, proses fitting di hari H dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. "Sebelumnya, kami rapid test dulu," kata Didiet.



Simak Video "Didiet Maulana Imbau Masyarakat Makin Bijak saat New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)