Victoria's Secret Bangkrut? Berikut 5 Faktanya

Tim Wolipop - wolipop Sabtu, 04 Jul 2020 07:01 WIB
victorias secret Foto: instagram @victoriassecret/Victoria's Secret Bangkrut? Berikut 5 Faktanya
Jakarta -

Rumor Victoria's Secret bangkrut belakangan menguat setelah perusahaan memutuskan menutup ratusan toko. Merosotnya penjualan perusahaan akibat pandemi virus corona (COVID-19) menjadi alasan perusahaan lingerie tersohor di dunia ini menutup toko di sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Hong Kong. Padahal Victoria's Secret merupakan salah satu brand yang sangat kuat di dunia fashion.

Victoria's Secret yang menjelma menjadi merek pakaian dalam ternama di dunia punya sejarah panjang. Nama ini resmi dikenalkan ke publik pada 1977 oleh pendirinya Roy Raymond. Menurut Business Insider, Victoria's Secret menjadi retail lingerie terbesar di Amerika Serikat pada tahun 1990an dengan 350 toko dan penjualan mencapai USD 1 miliar.

Perusahaan ini juga menggaet deretan selebritas ternama sebagai model. Namun mulai 2016, penjualan Victoria's Secret mulai terganggu dengan munculnya sejumlah kompetitor baru. Hal ini diperparah pandemi COVID-19 yang memaksa terjadinya penutupan retail hampir di seluruh dunia.

Sementara di Indonesia, Victoria's Secret membuka tokonya di Bali, tepatnya di Beachwalk Shopping Center pada Agustus 2018. Di Jakarta, toko ini buka di Grand Indonesia Shopping Town pada Oktober 2018. Victoria's Secret buka di beberapa tempat di Surabaya, Medan, dan Bandung.

Berikut sejumlah fakta yang memunculkan rumor Victoria's Secret bangkrut:

1. Rencana penutupan 250 toko di Amerika Serikat dan Kanada

Brand yang kerap menggelar peragaan busana akbar dengan menampilkan supermodel terkenal dunia seperti Bella Hadid dan Behati Prinsloo, ini berencana untuk secara permanen menutup sekitar 250 toko di Amerika Serikat dan Kanada pada tahun ini. Perusahaan induk Victoria's Secret, L Brands mengumumkan kabar itu pada Rabu (20/5/2020) lalu seperti dilansir USA Today.

Victoria's Secret memiliki 1.091 toko di Amerika Serikat dan Kanada. Perusahaan pakaian dalam seksi itu akan menutup 235 Victoria's Secret dan 3 toko Pink di Amerika Serikat. 12 Toko lainnya yang ditutup yakni berlokasi di Kanada.

Penutupan toko ini menurut CEO Interim Victoria's Secret, Stuart Burgdoerfer seperti yang dikutip dari CNN Business, merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat Victoria's Secret.

Selain di Amerika Serikat, Victoria's Secret juga menutup toko andalannya di Hong Kong karena merosotnya jumlah turis yang mengunjungi wilayah ini akibat pandemi Corona. Penutupan toko juga terjadi di Inggris dan sejumlah negara lainnya.


2. Total penjualan bersih Victoria's Secret Merosot Tajam

Dilaporkan USA Today, total penjualan perusahaan L Brands turun 37% pada kuartal yang berakhir 2 Mei 2020. Hampir semua toko perusahaan telah ditutup sejak 17 Maret karena pandemi COVID-19. CNBC menyebut penjualan bersih Victoria's Secret pada kuartal pertama 2020 hanya sebesar USD 1,65 miliar, sangat jauh dibandingkan kuartal pertama tahun lalu sebesar USD 2,63 miliar.


3. Gagalnya Penjualan Saham

Pada bulan Februari 2020, L Brands mengumumkan kesepakatan untuk menjual 55% dari Victoria's Secret kepada Sycamore Partners dengan harga sekitar USD 525 juta. Sycamore Partners adalah sebuah perusahaan ekuitas swasta di New York. Setelah pandemi melanda, Sycamore mundur dari kesepakatan dan pada awal Mei kedua pihak membatalkan kesepakatan itu.


4. Saudara Victoria's Secret Tutup Toko

Bukan hanya Victoria's Secret, saudaranya yakni Bath & Body Works di Amerika Serikat dan Kanada juga direncanakan ditutup. L Brands berencana menutup secara permanen 50 toko Bath & Body Works di Amerika Serikat dan Kanada.

Dilansir Today, brand perawatan tubuh ini mencatatkan penurunan penjualan di toko yakni 18 persen. Namun penjualan lewat online meningkat hingga 85 persen terutama dari pembelian hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

5. Kalah Bersaing dengan Kompetitor Baru

Penyebab penutupan toko lainnya yakni kalah saing. Jauh sebelum adanya COVID-19, Victoria's Secret kesulitan meningkatkan penjualan karena kalah saing dengan brand lingerie seperti Aerie, ThirdLove dan Savage x Fenty milik Rihanna. Disebutkan, Victoria's Secret tetap pada konsep keseksian yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Jadi apakah Victoria's Secret bangkrut? Sampai sejauh ini belum ada informasi resmi yang dikeluarkan terkait hal tersebut.



Simak Video "Antusiasme 12 Asdos Bareng Maudy Ayunda di d'Youthizen"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)