250 Toko Victoria's Secret Tutup Akibat Pandemi Virus Corona

Hestianingsih - wolipop Jumat, 22 Mei 2020 10:46 WIB
victorias secret Model Victoria's Secret. Foto: instagram @victoriassecret
Jakarta -

Pandemi virus Corona telah memaksa salah satu brand lingerie besar dunia menutup ratusan tokonya. Victoria's Secret akan menutup tak kurang dari 250 gerai di Amerika Serikat dan Kanada karena penjualan yang terus menurun.

L Brands, perusahaan yang menaungi brand asal Amerika Serikat itu, melaporkan mengalami kerugian yang signifikan akibat COVID-19. Penjualan Victoria's Secret turun hingga 46 persen selama kuartal pertama yang berakhir pada 2 Mei 2020.

Seperti dikutip dari Today, L Brands menyatakan sementara akan lebih fokus mengatur inventaris dan menjual lebih banyak produk dengan harga normal alias tanpa diskon. Sementara itu Bath & Body Works, brand perawatan tubuh yang juga berada di bawah payung L Brands, masih lebih beruntung.

victoria's secretModel Victoria's Secret. Foto: instagram @victoriassecret


Bath & Body Works mencatatkan penurunan penjualan di toko 'hanya' 18 persen. Penjualan lewat online justru meningkat hingga 85 persen. Sebagian besar berasal dari pembelian hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

Sebelum terjadinya pandemi, Victoria's Secret memang sudah kesulitan meningkatkan penjualan. Hal ini dipicu oleh munculnya brand lingerie yang menawarkan konsep berbeda dalam menginterpretasikan keseksian wanita.

Brand lingerie seperti Aerie, ThirdLove dan Savage x Fenty milik Rihanna, gencar mengampanyekan citra positif tubuh wanita yang artinya wanita bisa tampil seksi dan menarik. Apa pun bentuk dan ukuran tubuhnya.

Di sisi lain Victoria's Secret tetap pada konsep keseksian yang disebut banyak orang 'jadul' dan tak lagi relevan dengan masa kini. Dalam tulisan berjudul 'Victoria's Secret Created and Impossible Ideal of Sexy. Now It's Struggling to Stay Relevant', jurnalis TIME Amy Odell menyebut bahwa banyak wanita tak lagi melihat keseksian hanya dari tubuh ramping, payudara besar dan perut rata.

NEW YORK, NY - NOVEMBER 08:  Bella Hadid walks the runway during the 2018 Victoria's Secret Fashion Show at Pier 94 on November 8, 2018 in New York City.  (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images for Victoria's Secret)Bella Hadid di fashion show Victoria's Secret. Foto: Getty Images


"Mungkin faktor paling penting dalam penurunan (penjualan) ini adalah realita bahwa definisi tunggal keseksian perusahaan tersebut tidak lagi diimplementasikan oleh banyak wanita Amerika," tulisnya.

"Victoria's Secret sendiri merasa canggung di tengah era femininitas lingerie yang baru," lanjutnya.

Selain itu produk push-up bra atau lingerie stylish dengan hiasan pita, renda dan bordiran mewah, yang menjadi salah satu ciri khas rancangan Victoria's Secret pasarnya juga menurun. NPD Group, firma penelitian dalam hal pemasaran, menunjukkan data bahwa beberapa tahun belakangan wanita lebih banyak mencari pakaian dalam yang nyaman ketimbang stylish. Penjualan sports bra pun dilaporkan meningkat dan kian populer di kalangan milenial.



Simak Video "Curhatan Model China yang Jatuh di Fashion Show Victoria's Secret"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)