Lockdown, Penjualan Tas Mewah Malah Naik Drastis

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 23 Jun 2020 14:30 WIB
PARIS, FRANCE - JANUARY 21: Nadia Tereszkiewicz,bag detail, attends the Chanel Haute Couture Spring/Summer 2020 show as part of Paris Fashion Week at Grand Palais on January 21, 2020 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Gucci membuka lagi butiknya di Wuhan, China, setelah masa lockdown baru-baru ini. Tampak pramuniaga sedang membersihkan tas Gucci yang dipajang di rak.(Foto: Getty Images/Stringer)
Singapura -

Tas mewah ternyata menjadi salah satu produk favorit yang dibeli ketika pandemi COVID-19. Terbukti, penjualan tas keluaran label kelas atas mengalami peningkatan selama masa lockdown.

Kenaikannya bahkan cukup drastis. Situs belanja produk high-end, Net-a-Porter, melaporkan, penjualan tas di platform mereka menjelang 4 Mei naik sampai 261 persen di kawasan Asia Pasifik bila dibanding tahun lalu.

Fenomena ini tak lepas dari tekanan batin yang dialami manusia karena COVID-19. Belanja menjadi salah satu cara orang-orang untuk memulihkan diri.

Shopping online concept - Shopping service on The online web. with payment by credit card and offers home delivery. parcel or Paper cartons with a shopping cart logo on a laptop keyboardIlustrasi belanja online (Foto: iStock)


"Ini yang disebut retail therapy. Saat interaksi sosial kita dibatasi dan stres meningkat, mekanisme bertahan hidup hadir, seperti halnya bagaimana pengonsumsian es krim naik," ungkap Kapil Tuli, seorang profesor pemasaran dan direktur Retail Centre of Excellence di Lee Kong Chian School of Business, Singapore Management University, kepada Channel News Asia.

Larangan bepergian ke luar negeri juga menjadi faktor lain. Ada kecenderungan, orang-orang lebih suka belanja barang mewah di luar negeri karena harganya lebih murah.

"Dengan adanya anjuran tetap di rumah saja, belanja online kini berkembang pesat dan menjadi sebuah kenormalan baru," kata Diego Dultzin Lacoste, salah satu pendiri dan CFO situs belanja diskon OnTheList.

Milan, Italy - December 15, 2015: Louis Vuitton luxury leather bag in the shop window in Milan's fashion district Via Monte Napoleone showcasing the latest fashion news in an original way.Tas Louis Vuitton (Foto: Getty Images/anzeletti)


Situs tersebut turut mencatat pelonjakan traffic sebesar 15 persen pada April dan Mei 2020. Pada periode ini, OnThe List yang memiliki 250 ribu anggota di seantero Asia Pasifik berhasil menjual 134 ribu unit produk, termasuk kosmetik, wine dan tas. Tahun lalu di periode yang yang sama, penjualan hanya mentok di angka 60 ribu unit.

Peningkatan ini bisa disebabkan pula oleh wacana kenaikan harga produk-produk mewah menyusul gejolak ekonomi karena wabah virus Corona. Mumpung harga belum naik, konsumen buru-buru membeli barang incarannya.

Penjualan tas yang meningkat ternyata tak sebanding dengan produk fashion lainnya, seperti pakaian dan sepatu. Belanja tas secara online diyakini lebih 'aman' ketimbang produk-produk tersebut. Konsumen merasa lebih mudah untuk memilih tas hanya dengan melihat foto-fotonya.

"Visual dua dimensi dari tas berfungsi sangat baik untuk menunjukkan bagaimana produk tersebut terlihat pada lengan seseorang, maka risiko membeli tas sedikit lebih rendah," jelas Tuli.

NEW YORK, NY - SEPTEMBER 10:  A model, handbag detail, walks the runway for Oscar de la Renta during New York Fashion Week: The Shows on September 10, 2019 in New York City.  (Photo by Slaven Vlasic/Getty Images)Tas ukuran kecil menjadi favorit pembeli di Asia Pasifik semasa lockdown. (Foto: Getty Images)


Menurut Net-A-Porter, pembeli di Singapura menyukai tas berukuran kecil hingga sedang dengan gaya klasik. Produk keluaran Bottega Veneta menjadi salah satu produk terlaris.

Desain populer lainnya termasuk tas GG Marmont dan Dionsys dari Gucci, lalu Monogramme keluaran Saint Laurent, serta LouLou dan Lou. Semua tas ini cenderung berukuran lebih kecil.

"Orang-orang menjadi lebih rasional dalam pembelian mereka dengan memilih tas yang lebih kecil yang dapat dianggap sebagai kemewahan yang terjangkau dibandingkan dengan tas yang lebih besar, lebih mahal," kata Tuli.



Simak Video "Sejumlah Merek Fashion Dunia Ikut Produksi Masker untuk Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)